Amran Sulaiman

Kantornya Digeruduk Peternak Ayam, Darmin Akan Panggil Mentan dan Mendag

Konfrontasi - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution bakal menindaklanjuti anjloknya harga ayam hidup di tingkat peternak. Hal itu juga menyikapi keluhan para peternak yang kemarin menggeruduk kantornya.

Ada 100 lebih peternak ayam yang mendatangi kantor Darmin. Mereka menuntut pemerintah turun tangan stabilkan harga ayam yang anjlok sampai ke level Rp 8.000 per kilogram (kg).

Komunitas Petani dan Peternak Desak Jokowi Copot Mentan Amran Sulaiman

Konfrontasi - Presiden Joko Widodo (Jokowi)  diminta untuk memecat Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Hal ini dikarenakan Amran diduga berbohong terkait data pangan khususnya komoditas padi.

Desakan itu disampaikan melalui Petisi Ragunan yang diteken oleh puluhan orang dari kalangan organisasi, komunitas peternak dan petani yang diserahkan oleh Direktur Eksekutif Pataka, Yeka Hendra Fatika kepada Ombudsman RI, Jumat (30/11) kemarin.

Penyerapan Jagung Dalam Negeri Terkendala Sistem Ijon

KONFRONTASI-Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memaparkan stok jagung yang sudah dikuasai perusahaan-perusahaan besar menjadi salah satu kendala penyerapan jagung di dalam negeri.

Menteri Amran menjelaskan bahwa seharusnya Bulog dapat menyerap jagung peternak, namun stok dalam negeri sudah dikuasai perusahaan besar melalui sistem ijon atau dibayar dulu.

Gila, Mafia Bawang Putih Bisa Raup Untung Rp19 Triliun Per Tahun

KONFRONTASI-Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan para mafia pangan yang mempermainkan harga bawang putih bisa memperoleh keuntungan hingga Rp19 triliun dalam setahun.

Seusai memimpin upacara Hari Lahir Pancasila di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (1/6), Amran mengatakan harga bawang putih di China Rp5.600 per kg, harga bersih masuk Indonesia berkisar Rp8.000 hingga Rp10.000 per kg, sedangkan harga di konsumen mencapai Rp45.000 hingga Rp50.000 per kg.

Rizal Ramli Apresiasi Keberpihakan Mentan Amran Pada Petani

KONFRONTASI-Ekonom senior Rizal Ramli mengakui keberhasilan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam membela petani Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Rizal Ramli saat menggelar pertemuan bersama Menteri Pertanian dengan Asosiasi Pengusaha Bumi Putra Nusantara Indonesia.

Menurut Rizal Ramli, Menteri Amran sangat berpihak terhadap nasib petani Indonesia dan sangat all out dalam meningkatkan kedaulatan pangan di Indonesia, meski banyak tekanan dari pihak pemegang kuota impor.

Mentan Amran: Swasembada Pangan Gagal karena Malas

KONFRONTASI - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan swasembada pangan bisa tercapai jika semua pemangku kepentingan mau bekerja keras. Apalagi kondisi alam maupun iklim di Indonesia sangat memungkinkan untuk tercapainya swasembada pangan.

Menurut Amran, salah satu faktor yang membuat swasembada pangan gagal adalah kemalasan. Sejatinya, swasembada pangan bukanlah sebuah mimpi jika masyarakat memiliki kemauan kuat dan regulasi yang tepat.

Menteri Pertanian Yakin Ekspor Bawang Merah Bakal Sejahterakan Petani

Konfrontasi - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjamin ekspor bawang merah ke sejumlah negara di Asia akan memberi manfaat luar biasa bagi petani.

Sebab, pengusaha yang melakukan ekspor diminta membeli bawang merah dari petani di atas harga rata-rata yang saat ini ditetapkan pemerintah yakni Rp 15 ribu per kilogram.

Mentan 'Pede' Indonesia Mampu Swasembada Bawang Putih

KONFRONTASI-Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman optimistis Indonesia bisa swasembada bawang putih dengan menyediakan lahan seluas 60 ribu hektare, antara lain di Temanggung, Magelang dan Lombok Timur.

"Kalau bawang putih Insya Allah bisa swasembada. Padi dan jagung komoditas ini luasnya 21 juta hektare, sementara bawang putih hanya butuh 60 ribu hektare sudah bisa swasembada. Kecil sekali. Kita bisa melakukan dalam waktu singkat," kata Menteri Amran setelah acara halalbihalal di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Senin (3/7/2017).

Tenang, Persediaan Pangan untuk Idu Fitri Aman

KONFRONTASI-Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan ketersediaan dan harga komoditas pangan strategis menjelang Hari Raya Idul Fitri aman dan stabil. Ini mengingat ketersediaan komoditas pangan strategis seperti beras, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, cabai besar, cabai rawit, daging ayam ras, dan telur ayam pada bulan Juni 2017 dalam kondisi aman.

Importir Wajib Tanam Bawang Putih

KONFRONTASI-Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mewajibkan para importir untuk menanam bawang putih sebanyak lima persen dari total volume impor yang diajukan, guna meningkatkan produksi yang selama ini masih terbilang sangat rendah.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu, mengatakan bahwa kewajiban importir tersebut tertuang pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 16 Tahun 2017, sebagai pengganti dari Permentan Nomor 86 Tahun 2013.

"Importir diberikan kewajiban untuk melakukan pertanaman bawang putih sebanyak lima persen dari volume impor yang diajukan," kata Amran.

Amran mengatakan bahwa para importir tersebut wajib mengembangkan bawang putih di dalam negeri karena produksi masih sangat rendah.

Berdasarkan data Kementan, produksi bawang putih dalam negeri hanya sebesar 20.000 ton per tahun, jauh dari total kebutuhan yang diperkirakan mencapai 500.000 ton per tahun. Kebutuhan komoditas tersebut selama ini didatangkan dari Republik Rakyat Tiongkok, India dan Mesir.

Selain itu, pemerintah turut mengatur Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk bawang putih yaitu sebesar Rp38.000 per kilogram. Importir hanya diperbolehkan menjual dengan harga maksimum Rp23.000 per kilogram, sehingga harga di tingkat konsumen tidak lebih dari Rp32.000 per kilogram.

Kenaikan harga bawang putih pada minggu ke I dan II bulan Mei sebesar 31,5 persen menjadi rata-rata Rp56.907 per kilogram. Hal tersebut menunjukkan bahwa impor tidak menjamin harga menjadi lebih murah, bahkan disinyalir komoditas ini akan menjadi salah satu penyebab inflasi di bulan ini.

Pages