amerika

Corona Menggila, Militer AS Siapkan 100 Fasilitas Penanganan

KONFRONTASI-Korps Insinyur Angkatan Darat sedang merencanakan untuk menyiapkan lebih dari 100 fasilitas di Amerika Serikat guna membantu rumah-rumah sakit yang dibanjiri pasien di tengah penyebaran virus corona, kata panglima jenderal Korps pada Jumat (27/3).

"Hari ini kami mempertimbangkan 114 fasilitas berbeda di 50 negara bagian dan lima wilayah," kata Letnan Jenderal Todd Semonite kepada awak media di Pentagon. Ia mengungkapkan bahwa sejauh ini Korps telah memantau 81 fasilitas.

Senat AS Akhirnya Sepakat Loloskan Paket Stimulus Ekonomi USD2 Triliun

KONFRONTASI-Amerika Serikat pada akhirnya berhasil meluncurkan paket stimulus ekonomi sebesar 2 triliun dolar AS setelah berbagai perdebatan antara Partai Republik dan Demokrat.

Rabu malam (25/3), Senat AS memberikan suara sebesar 96 berbanding 0 untuk meloloskan RUU Stimulus Ekonomi. Di mana empat orang Senator absen.

Sebelum pemungutan suara Senator dari Partai Republik, Mitch McConnell mengatakan Senat akan memasuki reses sampai 20 April.

Menlu AS Tuding China Masih Sembunyikan Informasi Penting Terkait Corona

KONFRONTASI-Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengkritik keras cara China menangani wabah virus corona.

Menurut Pompeo, Beijing masih menolak memberikan informasi yang dibutuhkan dunia untuk mencegah kasus wabah itu lebih lanjut.

Dalam wawancara dengan program radio Washington Watch, Pompeo mengulangi kembali tuduhan sebelumnya bahwa China menunda membagikan informasi tentang virus yang menciptakan risiko bagi warga di penjuru dunia itu.

Rusia Tegaskan Siap Bantu AS Perangi Corona

KONFRONTASI-Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat (AS), Anatoly Antonov mengatakan, Moskow siap membantu Washington dalam memerangi virus Corona baru, Covid-19. Antonov mengatakan, Moskow akan membantu jika ada permintaan dari Washington.

"Alat uji kami telah menunjukkan kualitas tinggi mereka di China, Iran dan juga telah dikirimkan ke Italia," kata Antonov dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (25/3/2020).

WHO Sebut Amerika Serikat Bisa Jadi Pusat Global Baru Pandemik Corona

KONFRONTASI-Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Amerika Serikat (AS) bisa menjadi pusat global wabah virus corona.

Juru bicara WHO Margaret Harris menjelaskan, terjadi percepatan sangat besar dalam infeksi virus corona di AS sehingga berpotensi menjadikan negara itu sebagai pusat baru wabah.

“Selama 24 jam terakhir, 85% kasus baru muncul dari Eropa dan AS. Sebanyak 40% dari AS,” papar pernyataan Harris.

China Tuding Amerika Dalang di Balik Penyebaran Corona

KONFRONTASI- Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian menuding bahwa Amerika Serikat adalah dalang dari virus corona. Hal tersebut ia nyatakan pada akun twitternya pada Kamis (12/3/2020).

Membagikan video Direktur CDC, Robert Redfield Zhao menyantakan; "CDC tertangkap di tempat. Kapan pasien nol mulai di AS? Berapa banyak orang yang terinfeksi? Apa nama rumah sakit? Mungkin tentara AS yang membawa epidemi ke Wuhan."

Ia menambahkan, "jadilah transparan! publikasikan data yang Anda miliki! AS berutang penjelasan kepada kami!"

Starbucks Tutup Hampir Seluruh Cafe di AS dan Kanada

KONFRONTASI-Starbucks Corp akan menutup sebagian besar cafe yang dioperasikan perusahaan di Amerika Utara selama dua pekan. Mereka membatasi pelayanan berupa drive-throughs untuk membantu mencegah penyebaran virus corona.

"Mari lebih nyata. Latte tidak penting. Tapi di saat krisis, pemerintah meminta outlet makanan dan minuman tetap buka jika mungkin untuk pickup, Drive Thru atau pengiriman," papar Presiden Starbucks untuk Amerika Serikat (AS) dan Kanada Rossann Williams.

Trump Siapkan Bantuan Tunai ke Warga AS Terkait Corona

KONFRONTASI-- Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi bantuan bagi warga negaranya dalam mengantisipasi dampak pandemi corona terhadap ekonomi.

Pada Selasa waktu setempat, pemerintahan Trump berencana segera memberi bantuan uang tunai sebanyak USD1.000 kepada setiap orang dewasa AS per bulan, dalam mengantisipasi resesi ekonomi akibat pandemi corona. Bila dikonversi ke dalam rupiah, bantuan tersebut setara Rp15 juta (kurs Rp15.000 per USD).

Trump Sebut Corona Sebagai Virus China, Tiongkok Bereaksi

KONFRONTASI- Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru saja mengeluarkan pernyataan yang membuat suhu politik dunia memanas terkait mewabahnya Virus Corona atau COVID-19.

Trump kembali mengucapkan kalimat bernada rasis tentang Virus Corona, Trump mengganti kata COVID-19 dengan Chinese Virus atau Virus China.

Kalimat rasis Trump ditulisnya dalam serangkaian kicauannya di akun resminya di Twitter, Minggu malam 18 Maret 2020.

Biden Janji Pilih Wanita Sebagai Cawapresnya

KONFRONTASI-Calon Presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, tampak memberikan isyarat akan memilih seorang wanita sebagai wakilnya jika ia sudah memenangkan pemilihan pendahuluan partai.

Gelagat tersebut Biden tunjukkan saat melakukan debat dengan saingannya, Bernie Sanders pada Minggu (15/3).

"Jika saya terpilih sebagai presiden, kabinet saya, pemerintahan saya, akan terlihat seperti negara, dan saya berkomitmen untuk menunjuk dan memilih seorang wanita sebagai wakil predisen," ucap Biden seperti dimuat The Star.

Pages