amerika

Lelaki Ini Sengaja Batuk dan Meludahi Makanan di Supermarket, Langsung Dilumpuhkan Pegawai

KONFRONTASI - Seorang pria berusia 65 tahun dengan sengaja batuk dan meludahi makanan di toko grosir di Kingston, Massachusetts. Pria itu dilumpuhkan ke lantai oleh pembeli lain sebelum polisi tiba di Stop & Shop.

Saksi mata mengatakan pria itu sangat agresif. Ia bahkan mencoba meninju seorang karyawan yang turun tangan setelah melihat dia batuk dan meludahi produk.

Karyawan itu merespons dengan memukul wajah pria itu. Pria itu kemudian dijatuhkan ke lantai dengan bantuan pengunjung lainnya.

Serangan Corona di New York Begitu Ganas, Tenaga Medis Syok

KONFRONTASI-Pemerintah Negara Bagian New York, yang paling parah terdampak COVID-19 di Amerika Serikat, pada hari Rabu melaporkan jumlah kematian tertinggi akibat virus corona dalam satu hari.

Dokter dan perawat veteran pun syok dengan kecepatan virus corona yang membuat pasien sekarat.

Jumlah kasus virus corona di negara bagian New York saja mendekati 150.000 pada hari Rabu, bahkan ketika pihak berwenang memperingatkan bahwa negara bagian itu mungkin mengecilkan jumlah sebenarnya.

WHO Tak Terima Disebut China Sentris Oleh Trump

KONFRONTASI-Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menolak tudingan Trump yang menyebut lembaga tersebut bersikap China-sentris. Tedros mendesak adanya persatuan antara para pemimpin dunia, sehari setelah agensi ini mendapat kecaman dari Presiden AS Donald Trump.

Trump mengatakan pada Selasa (7/4) bahwa ia akan mempertimbangkan untuk mengakhiri pendanaan AS untuk lembaga tersebut. Trump menuduh WHO sangat China-sentris dan mengatakan mereka benar-benar menghancurkan respons pandemi mereka.

Dituding Pimpin Kartel Narkoba, Maduro Bongkar Plot Jahat AS

KONFRONTASI- Di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 yang menjadi musuh bersama dunia saat ini, Amerika Serikat justru "berulah". Pemerintahan Presiden Donald Trump di Amerika Serikat pada 26 Maret lalu mengeluarkan tuduhan serius kepada sederet pejabat top Venezuela, termasuk Presiden Venezuela Nicholas Maduro.

Laporan Intelijen AS: China Umumkan Data Palsu Terkait Kematian Akibat Corona

KONFRONTASI-Para pejabat China dituding menyembunyikan tingkat penyebaran wabah virus corona di negara itu. Demikian sebuah laporan intelijen Amerika Serikat yang diajukan pekan lalu ke Gedung Putih

Intelijen AS menyebut China tidak melaporkan angka kematian dan angka kasus. Demikian dilaporkan Bloomberg kemarin.

Bloomberg menulis, dua pejabat, yang menolak disebutkan namanya, mengatakan laporan itu menyimpulkan bahwa jumlah orang China yang terkait dengan infeksi virus corona itu palsu dan mengurangi angka kematian sebenarnya.

Jangan Sembarangan Konsumsi Chloroquine untuk Obati Corona

KONFRONTASI-Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memperingatkan agar orang tidak mengonsumsi obat antimalaria chloroquine fosfat yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit ikan di akuarium sebagai pengobatan terhadap kasus COVID-19. Dilansir dari Times Now News, peringatan itu menyusul penyalahgunaan obat di Arizona, yang menyebabkan satu kematian dan satu orang kritis.

Iran Anggap Sanksi AS di Tengah Pandemi Corona Sebagai Terorisme Medis

KONFRONTASI-Sanksi Amerika Serikat (AS) yang berlanjut terhadap Iran mewakili "terorisme medis" ketika Teheran melanjutkan pertempurannya dengan pandemi virus Corona COVID-19. Demikian pernyataan yang dikeluarkan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Seyed Abbas Mousavi.

Mousavi mengatakan pemerintah Presiden Donald Trump tidak dalam posisi untuk mengkritik penangangan Iran terhadap krisis, mengingat kegagalannya untuk menahan pandemi.

Pentagon Tolak Evakuasi 100 Awak Kapal Induk yang Terpapar Corona

KONFRONTASI-Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Mark Esper, mengatakan terlalu dini untuk mengevakuasi sebuah kapal induk di mana lebih dari 100 awak kapal terinfeksi COVID-19. Padahal, kapten kapal telah mengirimkan permintaan untuk mengkarantina seluruh awak.

Ditanya tentang mengeluarkan lebih dari 4.000 pelaut di atas kapal USS Theodore Roosevelt, Esper mengatakan itu hal itu terlalu dini.

"Saya tidak berpikir poin itu pada saat ini," kata Esper.

Ventilator Langka, Trump Tuding Sejumlah Rumah Sakit di AS Lakukan Penimbunan

KONFRONTASI-Presiden Amerika Serika (AS), Donald Trump menuduh sejumlah rumah sakit menimbun ventilator, di tengah kelangkaan alat medis tersebut ketika AS kewalahan menghadapi Covid-19. Trump mengatakan, setiap rumah sakit yang tidak menggunakan perangkat tersebut harus memberikannya ke rumah sakit yang membutuhkan.

"Kami memiliki beberapa petugas kesehatan, beberapa rumah sakit yang menimbun peralatan medis, termasuk ventilator," kata Trump di Gedung Putih setelah pertemuan dengan para eksekutif perusahaan, termasuk dari US Medical Group.

Corona Menggila, Militer AS Siapkan 100 Fasilitas Penanganan

KONFRONTASI-Korps Insinyur Angkatan Darat sedang merencanakan untuk menyiapkan lebih dari 100 fasilitas di Amerika Serikat guna membantu rumah-rumah sakit yang dibanjiri pasien di tengah penyebaran virus corona, kata panglima jenderal Korps pada Jumat (27/3).

"Hari ini kami mempertimbangkan 114 fasilitas berbeda di 50 negara bagian dan lima wilayah," kata Letnan Jenderal Todd Semonite kepada awak media di Pentagon. Ia mengungkapkan bahwa sejauh ini Korps telah memantau 81 fasilitas.

Pages