amerika

Trump: Tembak Semua Kapal Perang Iran

KONFRONTASI-Juru bicara militer Iran mengatakan Amerika Serikat (AS) harus memfokuskan upayanya untuk memerangi virus Corona alih-alih memprovokasi Teheran. Pernyataan itu dilontarkan setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan untuk menembak dan menghancurkan kapal perang Iran.

"Hari ini, alih-alih menindas yang lain, Amerika harus mengerahkan semua upaya mereka untuk menyelamatkan anggota pasukan mereka yang terinfeksi virus corona," kata juru bicara militer Iran Sardar Abolfazl Shekarchi kepada kantor berita ISNA yang dikelola pemerintah.

Iran Luncurkan Satelit Militer, AS Berang

KONFRONTASI-Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo, menyerukan agar Iran bertanggung jawab atas peluncuran satelit militer. Ia menilai apa yang dilakukan oleh Iran telah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

"Saya pikir setiap negara memiliki kewajiban untuk pergi ke PBB dan mengevaluasi apakah peluncuran rudal ini konsisten dengan resolusi Dewan Keamanan itu," kata Pompeo pada konferensi pers.

Infeksi Corona di Los Angeles 40 Kali Lebih Besar dari yang Terkonfirmasi

KONFRONTASI-Sebanyak 4,1 persen orang dewasa teruji positif memiliki antibodi terhadap virus corona dalam sebuah studi terhadap penduduk di Los Angeles County, pejabat kesehatan mengatakan pada Senin.

Fakta itu mengisyaratkan tingkat infeksi mungkin 40 kali lebih tinggi daripada jumlah kasus yang terkonfirmasi.

30 WNI di AS Terpapar Corona

KONFRONTASI-Sebanyak 30 warga negara Indonesia positif terjangkit COVID-19 di 15 negara bagian Amerika Serikat, yang berada di wilayah kerja Konsulat Jenderal RI di New York.

Dalam keterangan tertulis KJRI New York yang diterima di Jakarta, Selasa, hingga tanggal 20 April 2020 terdapat 30 WNI yang terkonfirmasi positif.

Delapan dari 30 WNI tersebut meninggal dunia dan satu orang dinyatakan sembuh. Selain itu, tiga orang dirawat di rumah sakit dan 18 orang menjalankan karantina mandiri.

Penasehat Trump Ragu Bisnis Amerika Bisa Dibuka Lagi di Bulan Mei

KONFRONTASI -Penasehat Donald Trump dari Institut Nasional untuk Alergi dan Penyakit Menular, Anthony Fauci, ragu bisnis di Amerika bisa dibuka kembali pada tanggal 1 Mei. Menurutnya, Trump terlalu optimistis virus Corona (COVID-19) akan mereda pada Mei nanti untuk memulai kembali kegiatan ekonomi di Amerika.

RS di New York Putar Lagu The Beatles untuk Semangati Tenaga Medis

KONFRONTASI-Lagu dari kelompok pemusik The Beatles seperti "Here Comes the Sun" diputar setiap hari untuk meningkatkan semangat perawat, dokter maupun staf kesehatan pendukung. Lagu klasik tersebut diputar melalui sistem publik rumah sakit. Musik menjadi obat yang paling kuat untuk meningkatkan moral tenaga kesehatan di New York, Amerika Serikat.

Sekitar 545.000 orang positif virus corona jenis baru atau Covid-19 di Amerika Serikat pada hari Ahad (12/4) dan sebanyak 21.600 telah meninggal karena penyakit yang sangat menular itu.

Amerika Tengah Berduka, Virus Corona Menyebar Sangat Cepat, Jumlah Kematian Lampaui Italia dan China

KONFRONTASI -   Pandemi virus corona telah merenggut nyawa setidaknya 20.577 orang di Amerika Serikat, jumlah yang terbanyak dibandingkan negara lain di dunia.

Saat ini Amerika Serikat menjadi negara dengan jumlah kematian akibat virus corona terbanyak di dunia, bahkan melampaui Italia dan China, dengan total 19.468 kematian, seperti yang dikutip dari Worldometer per Minggu (12/4).

Lelaki Ini Sengaja Batuk dan Meludahi Makanan di Supermarket, Langsung Dilumpuhkan Pegawai

KONFRONTASI - Seorang pria berusia 65 tahun dengan sengaja batuk dan meludahi makanan di toko grosir di Kingston, Massachusetts. Pria itu dilumpuhkan ke lantai oleh pembeli lain sebelum polisi tiba di Stop & Shop.

Saksi mata mengatakan pria itu sangat agresif. Ia bahkan mencoba meninju seorang karyawan yang turun tangan setelah melihat dia batuk dan meludahi produk.

Karyawan itu merespons dengan memukul wajah pria itu. Pria itu kemudian dijatuhkan ke lantai dengan bantuan pengunjung lainnya.

Serangan Corona di New York Begitu Ganas, Tenaga Medis Syok

KONFRONTASI-Pemerintah Negara Bagian New York, yang paling parah terdampak COVID-19 di Amerika Serikat, pada hari Rabu melaporkan jumlah kematian tertinggi akibat virus corona dalam satu hari.

Dokter dan perawat veteran pun syok dengan kecepatan virus corona yang membuat pasien sekarat.

Jumlah kasus virus corona di negara bagian New York saja mendekati 150.000 pada hari Rabu, bahkan ketika pihak berwenang memperingatkan bahwa negara bagian itu mungkin mengecilkan jumlah sebenarnya.

Pages