29 January 2020

Amerika Serikat

Ratusan Warga Amerika Kecam Pembunuhan Jenderal Iran

Konfrontasi - Aksi militer Amerika Serikat yang menewaskan komandan militer Iran, Qassem Soleimani dikecam sebagian warganya sendiri. Demonstran turun ke jalan di berbagai lokasi, Sabtu (4/1/2020), guna mengecam serangan tersebut dan keterlibatan AS dalam konflik di Timur Tengah secara umum.

"Tidak ada keadilan, tidak ada perdamaian. AS angkat kaki dari Timur Tengah!," teriak ratusan demonstran di depan Gedung Putih sebelum menuju Trump International Hotel, yang berada tak jauh dari lokasi tersebut.

Butut Terbunuhnya Panglima Militer Iran dan Irak, AS Perbarui Sistem Peringatan Terorisme Nasional

Konfrontasi - Pada Sabtu (4/1/2020), Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat memperbarui Sistem Peringatan Terorisme Nasional (NTAS) di tengah memanasnya hubungan dengan Iran. Hubungan AS-Iran memanas setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan pasukannya menyerang rombongan Panglima Garda Revolusi Iran, Qassim Sulaimani pada Jumat (3/1).

Israel Waspada Usai Serangan AS Tewaskan Jenderal Iran

Konfrontasi - Israel menggelar rapat keamanan darurat setelah Amerika Serikat (AS) menewaskan Komandan Garda Revolusi Iran dalam serangan drone di Irak. Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, mempersingkat kunjungan kenegaraan di Yunani untuk pulang lebih awal.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (4/1/2019), Menteri Pertahanan Israel, Naftali Bennett, memimpin rapat jajaran keamanan yang dihadiri para komandan militer Israel, Dewan Keamanan Nasional dan badan intelijen Mossad. 

Amerika Serikat akan Kirim 3.500 Pasukan ke Timur Tengah Usai Bunuh Jenderal Iran

Konfrontasi - Amerika Serikat (AS) akan mengerahkan lebih dari 3.500 tentara tambahan ke kawasan Timur Tengah. Pengerahan ini diumumkan setelah serangan drone militer AS menewaskan Komandan Pasukan Quds pada Garda Revolusi Iran, Mayor Jenderal Qasem Soleimani, di Baghdad, Irak.

Amerika Serikat Tanggung Resiko Setelah Bunuh Jenderal Iran, Wall Street babak Belur

KONFRONTASI -  Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, rontok pada perdagangan Jumat (3/1/2020) setelah Negeri Paman Sam menlancarkan serangan udara dan membunuh pemimpin militer tertinggi Iran. Serangan tersebut meningkatkan tensi geopolitik di Timur Tengah dan membuat investor khawatir.

Indeks Dow Jones Industrial Avarege ambles 0,6% ke level 28.634,88, koreksi harian terbesar sejak Desember 2019. Lalu indeks S&P 500 terkoreksi 0,7% ke level 3.234,85 dan indeks Nasdaq terkoreksi 0,8% ke level 9.020,77.

Akhir Pekan Rupiah Ditutup Tertekan ke Rp13.930 per Dolar AS

Konfrontasi - Kurs rupiah di pasar spot pada akhir perdagangan, Jumat (3/1/2020) terus menambah poin pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Meski begitu, mata uang Garuda masih stabil di level psikologis Rp13.900 per dolar AS.

Harga Minyak Naik, Rupiah Terpukul

Konfrontasi - Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, mengatakan meningkatnya harga minyak dunia akibat dampak geopolitik di Timur Tengah, memengaruhi pergerakan nilai tukar hari ini Jumat (3/1/2020).

Di pasar spot Jakarta, rupiah ditutup melemah 37 poin atau 0,27 persen di level Rp 13.930 per dolar AS, berbanding posisi hari sebelumnya Rp 13.893 per dolar AS.

Trump Teken Anggaran Militer AS Jadi Rp 10 Triliun

Konfrontasi - Amerika Serikat kembali memecahkan rekor anggaran militer terbesar di dunia. Presiden Donald Trump telah menandatangani anggaran militer AS untuk tahun depan senilai USD 738 miliar (Rp 10.307 triliun).

Trump secara resmi juga mensahkan pembentukan Pasukan Antariksa Amerika Serikat. Pasukan baru ini dibentuk dengan anggaran USD 71 miliar dan bertugas untuk melindungi properti Amerika di luar angkasa.

Harga Emas Berjangka Kembali Jatuh Lagi

Konfrontasi - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange jatuh kembali pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat atau Sabtu (21/12/2019) pagi WIB, setelah sehari sebelumnya tertekan penguatan dolar AS, dan kenaikan ekuitas Wall Street.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari turun 3,50 dolar AS atau 0,24 persen, menjadi ditutup pada 1.480,90 dolar AS per ounce.

Drone Amerika Ditembak Jatuh Senjata Rusia di Libya

Konfrontasi - Militer AS meyakini bahwa pesawat nirawak mereka yang hilang di Libya bulan lalu sebenarnya ditembak jatuh senjata buatan Rusia.

Penembakan itu mempertegas peran kekuatan Moskow yang meningkat di negara yang kaya akan energi tersebut. Tentara bayaran Rusia dilaporkan telah terlibat dalam perang saudara di Libya.

Jenderal Angkatan Darat AS Stephen Townsend meyakini pihak yang menembak drone itu tidak tahu pemiliknya adalah Amerika Serikat.

Pages