19 December 2018

Amerika Serikat

China Bantu Afghanistan dan Pakistan Akhiri Perang dengan Taliban

Konfrontasi - China berjanji untuk membantu Afghanistan dan Pakistan mengatasi kecurigaan yang sudah berlangsung lama antarkedua negara itu mengakhiri perang di Afghanistan.

Berdasarkan laporan Reuters, Sekutu Pakistan yaitu China, akhir-akhir ini memperdalam hubungan ekonomi dan politiknya dengan Kabul dan berusaha membawa dua tetangga Asia Selatan menjadi lebih dekat.

Menantu Donald Trump Direncanakan Jadi Kepa Staff Gedung Putih

Konfrontasi - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sedang mempertimbangkan menantunya, yakni Jared Kushner untuk menjabat sebagai Kepala Staf Gedung Putih.

Kushner yang merupakan suami dari Ivanka Trump dan saat ini menjabat sebagai penasihat senior Gedung Putih, pekan lalu telah bertemu dengan Trump untuk membahas mengenai jabatan tersebut.

Air Minum di Pesawat Jadi Sarang Bakteri?

Konfrontasi - Minuman apa yang sebaiknya kamu pilih ketika sedang di pesawat? Walau kandungan gula sangat tinggi yang dimilikinya, sekaleng soda jauh lebih baik dibanding teh, kopi, atau bahkan air putih sekaligus.

Dilansir dari New York Post, penelitian dari Hunter Colleges NYC Food Policy Center menemukan bahwa penyimpanan air di pesawat mengalami perawatan yang buruk. Hal ini berujung pada munculnya bakteri berbahaya pada kopi dan teh yang diberikan pramugari ketika di udara.

China Minta AS Segera Lepaskan Bos Huawei

Konfrontasi - China tak terima otoritas Kanada menangkap eksekutif senior Huawei, Meng Whanzou, atas permintaan Amerika Serikat. Penahanan itu disebut sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). 

"China meminta agar Amerika Serikat dan Kanada segera mengklarifikasi alasan penahanan Meng dan melepaskan dia," kata Geng Shuang, juru bicara Kementerian Luar Negeri China. 

Jepang Perpanjang Daftar Negara Boikot Produk Huawei

Konfrontasi - Setelah Amerika Serikat, Australia, sampai Selandia Baru, kabarnya giliran Jepang akan memberlakukan larangan membeli perangkat telekomunikasi buatan Huawei serta ZTE, khususnya untuk kalangan pemerintah. 

Dikutip dari Japan Today, Sabtu (8/12/2018), perusahaan asal China seperti Huawei makin mendapat pengawasan ketat. Perusahaan ini dicurigai kepanjangan pemerintah China dan mungkin dimanfaatkan untuk memata-matai. 

Menko Kemaritiman Sebut Perang Dagang Bawa Untung ke Indonesia

Konfrontasi - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menilai ada keuntungan dari perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dengan China. Hal itu terlihat dari banyaknya perusahaan China yang memindahkan investasinya ke Indonesia.

"Trade war itu buat kita sebenarnya menguntungkan karena dari situ ada relokasi investasi ke Indonesia," kata Luhut di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Jumat, 30 November 2018.

Lebih dari 400 Ekor Penyu Ditemukan Membeku di Perairan Amerika Serikat

Konfrontasi - Ratusan penyu ditemukan terdampar dalam kondisi beku di beberapa pantai di wilayah Cape Cod, Massachusetts, Amerika Serikat, sepanjang tahun ini. Sebagian besar dari penyu tersebut sudah mati.

"Kami sudah menemukan lebih dari 400 penyu beku (tahun ini). Kali ini ada 82, sebagian besar dari mereka benar-benar beku," ucap Jenette Kerr dari Massachusetts Audubon Society's Wellfleet Bay Wildlife Sanctuary kepada kantor berita Cape Cod Times, seperti dikutip oleh ABC, Minggu 25 November 2018.

Perang Dagang Penyebab Utama Harga Kedelai Berantakan

Konfrontasi - Kabar perkembangan perang dagang antara Amerika Serikat dan China kian simpang siur. Dari membaik, kembali jadi memburuk. Hal itu membuat harga komoditas seperti kedelai, terutama sepanjang tahun ini, jadi berantakan.

Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping, dijadwalkan akan melakukan pertemuan di Argentina bersamaan dengan pergelaran konferensi tingkat tinggi (KTT) negara-negara anggota Group of 20 (G20). Hal itu membawa sentimen positif terkait hubungan dagang antara kedua negara yang diperkirakan akan membentuk suatu kesepakatan untuk memperbaiki hubungan perdagangannya.

Namun, pada pekan lalu Pemerintah AS menyebutkan bahwa China telah gagal untuk memperbaiki perilakunya dalam anggapan pencurian kekayaan intelektual China kepada AS. Pernyataan tersebut membalikkan prospek positif hubungan dagang AS dan China jadi kembali memanas.

Hubungan dagang kedua negara dengan perekonomian terbesar di dunia yang memanas sudah membuat harga dan perdagangan sejumlah komoditas terutama komoditas pertanian luluh lantak. Salah satu komoditas pertanian yang terjebak sangat dalam pada perang dagang adalah kedelai.

Pembalasan tarif dari China sebesar 25% kepada AS pada 6 Juli lalu dan memasukkan kedelai dalam daftar tarif menjadi penyebab utama kemerosotan harga kedelai yang cukup dalam di bursa Chicago Board of Trade (CBOT) sebagai patokan global sepanjang tahun ini.

Perang tarif tersebut membuat China sebagai konsumen utama kedelai, menghindari pasokan dari AS yang sebelumnya menjadi pemasok kedelai utama bagi China. Dengan keputusan tersebut, ditambah dengan panen kedelai AS yang membeludak, petani AS kini kian sengsara.

China, yang membeli 60% komoditas biji-bijian itu dari luar negeri, menurunkan pembeliannya hingga 18 – 20 juta ton pada kuartal IV/2018, dibandingkan dengan impor sebanyak 24,1 juta ton pada periode yang sama tahun lalu.

Sebelumnya, Mantan Wakil Menteri Perdagangan China Long Yongtu, yang ikut melakukan negosiasi ketika China ingin masuk ke dalam Organisasi Dagang Dunia (WTO), menyebutkan bahwa China seharusnya hanya melakukan pembalasan terhadap ekspor pertanian AS sebagai upaya pembalasan terakhir.

“Berdasarkan pengalaman perang dagang AS dan China, menurut saya produk pertanian sangat sensitif, dan kedelai menjadi salah satu komoditas yang paling sensitif. Seharusnya China menghindari menaruh kedelai sebagai target di awal,” ungkapnya, dikutip dari Bloomberg, Minggu (25/11/2018).

Menurutnya, tarif China pada komoditas kacang-kacangan itu membuat petani AS kesulitan untuk menjual pasokannya dan membuat petani AS harus menyimpan dan menimbun panennya dengan biaya tinggi dan membuat penghasilan mereka mengalami penurunan.

Dengan keputusan untuk melakukan penyimpanan, bukan harga yang sesuai yang diterima, tanaman busuk justru jadi masalah yang harus dihadapi petani saat ini, membuat permintaan lenyap, bahkan dari domestik AS sendiri.

China yang menghindari pasokan kedelai dari AS, kemudian mengalihkan pembelian utamanya ke Brasil, salah satu produsen kedelai terbesar di dunia. Namun, dengan adanya perbedaan musim antara Brasil dan AS, serta jumlah produksinya yang masih di bawah AS, membuat pengiriman pasokan kedelai dari Brasil ikut terhambat.

Adapun, untuk mengatasi hambatan tersebut, China juga sempat memacu petani domestiknya untuk memperbanyak penanaman kedelai dan membuat pasokan domestik China juga mengalami lonjakan dan membuat harga kedelai global tidak bisa terangkat.

Pada penutupan perdagangan Jumat (23/11), harga kedelai di bursa CBOT mengalami penurunan 2 poin atau 0,23% menjadi US$881 sen per bushel.

Sepanjang 2018, harga kedelai di CBOT sudah mengalami penurunan sebanyak 7,43%, jauh jika dibandingkan dengan harga komoditas biji-bijian seperti jagung dan gandum yang masing-masing mengalami kenaikan harga secara year-to-date (ytd) mencapai 2,35% dan 17,04%.

Donald Trump akan Kunjungi 'Kota Neraka'

Konfrontasi - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan mengunjungi wilayah terdampak kebakaran hutan di California pada hari ini, Sabtu 17 November 2018. Trump akan mengamati dampak kerusakan dan juga menyapa sejumlah korban selamat.

Dalam wawancara dengan kantor berita Fox News menjelang kunjungan, Trump kembali menyinggung klaimnya bahwa kebakaran hutan California ini disebabkan buruknya manajemen dinas kehutanan setempat.

CIA Tuding Putra Mahkota Saudi Dalang Pembunuhan Khashoggi

Konfrontasi - Badan intelijen Amerika Serikat, CIA, yakin bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman, memerintahkan pembunuhan terhadap jurnalis Jamal Khashoggi, sebut media AS.

Sumber yang dekat dengan badan intelijen itu menyebut CIA sudah menganalisa bukti-bukti yang ada secara mendetail.

Kendati tidak terdapat bukti yang mengarahkan pembunuhan itu secara langsung terhadap sang pangeran, namun pejabat AS mengatakan operasi tersebut membutuhkan persetujuan putra mahkota.

Kerajaan Arab Saudi membantah tudingan tersebut dan mengatakan Pangeran Mohammad bin Salman tidak mengetahui mengenai upaya pembunuhan tersebut.

Saudi bersikukuh Khashoggi terbunuh dalam aksi ‘operasi liar’.

Di sisi lain, pada Sabtu (17/11/2018) Wakil Presidan AS Mike Pence bersumpah akan membuat pembunuh Khashoggi bertanggung jawab.

Berbicara di sela-sela konferensi tingkat tinggi di Papua Nugini, Pence mengatakan AS akan “berusaha dengan sekuat tenaga mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut.”

Khashoggi tewas di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober silam. Hingga kini jenazahnya belum ditemukan.

Turki menyebut perintah pembunuhan itu datang dari tingkat tertinggi pemerintahan Saudi.

Koran The Washington Post, tempat Khashoggi bekerja, menyebut pemeriksaan CIA sebagian berdasarkan pada panggilan telepon dari kakak putra mahkota, Pangeran Khaled bin Salman, yang merupakan duta besar Saudi untuk AS.

Pangeran Khaled diduga menghubungi Khashoggi atas perintah putra mahkota dan meyakinkan sang jurnalis bahwa aman baginya untuk mendatangi konsulat.

Namun, Pangeran Khaled mengatakan dia sudah tidak berkomunikasi dengan Khashoggi nyaris selama satu tahun. Dia juga membantah ‘menganjurkan’ Khashoggi – yang tengah berada di London untuk mengikuti konferensi sebelum menghilang – untuk pergi ke Turki demi alasan apapun.

Gedung Putih maupun Kementerian Luar Negeri AS belum berkomentar apapun terkait perkembangan yang dilaporkan CIA, namun sumber menyebut kedua lembaga pemerintahan itu sudah mendapat informasi mengenai kesimpulan CIA.

Selain itu, CIA juga memeriksa panggilan telepon kepada asisten senior Pangeran Mohammad bin Salman, dari tim yang melakukan pembunuhan.

Sumber dari media AS menekankan bahwa tidak ada satu pun bukti yang mengarah langsung pada putra mahkota, namun CIA yakin pelaksanaan operasi tersebut membutuhkan persetujuannya.

“Pemahaman yang bisa diterima adalah tidak mungkin hal ini terlaksana tanpa sepengetahuan ataupun persetujuan putra mahkota,” tulis The Washington Post, mengutip sumber tersebut.

Apa kata Saudi tentang pembunuhan Khashoggi?

Pages