amazon

Kritisi Kondisi Kerja di Tengah Pandemi, 2 Karyawan Amazon Dipecat

KONFRONTASI-Perusahaan Amazon.com Inc pada Selasa mengatakan bahwa mereka telah memecat dua karyawan, yang mengkritik kondisi kerja di gudang raksasa e-commerce itu di tengah pandemi virus corona, karena "berulang kali melanggar kebijakan internal".

Pemecatan Emily Cunningham dan Maren Costa, yang bekerja sebagai desainer pengalaman pengguna di Seattle, terjadi beberapa pekan setelah Amazon memecat seorang karyawan bernama Christian Smalls yang mengangkat masalah kesehatan dan keselamatan bagi orang-orang yang bekerja selama wabah.

Amazon Bangun Laboratorium Pengecekan Corona untuk Pekerja

KONFRONTASI-Amazon sedang membangun laboratorium untuk tes COVID-19 bagi para pekerjanya, yang semakin panik saat virus corona dikabarkan menyebar di gudang Amazon.

Menurut data yang dikumpulkan Financial Times, dikutip dari The Verge, Sabtu, lebih dari 50 fasilitas yang dimiliki Amazon di AS telah mengkonfirmasi kasus, beberapa di antaranya virus corona.

Amazon Stop Pengiriman Produk ke Italia dan Prancis

KONFRONTASI-Situs layanan belanja daring Amazon.com akan menghentikan pengiriman produk-produk non-esensial ke konsumen di Italia dan Perancis, kata perusahaan itu dikutip dari Reuters, Minggu.

Seorang juru bicara Amazon mengatakan perusahaan membuat keputusan itu karena lonjakan pesanan dan kebutuhan menyusul langkah-langkah keamanan pencegahan virus corona baru (COVID-19) di tempat kerja.

"Kami sementara akan berhenti menerima pesanan pada beberapa produk yang tidak penting di Amazon.it dan Amazon.fr," kata Amazon.com dalam sebuah pernyataan.

Karyawannya Terjangkit Virus Corona, Facebook Tutup Kantor Hingga Akhir Bulan

Konfrontasi - Seorang karyawan Facebook yang bekerja di kantor Seattle didiagnosa positif virus corona. Diagnosa itu, akhirnya membuat kini sudah ada 40 orang Amerika yang tertular virus tersebut.

Pihak Facebook mengumumkan, karyawan tertular virus corona adalah seorang pegawai kontrak yang terakhir berada di kantor Stadium East, Seattle, Amerika Serikat pada 21 Februari lalu. Demikian, dikutip dari Fox News Network via Liputan6.com, Jumat (6/3/2020).

Hutan Terbakar, Suku Asli Amazon Berdoa Minta Perlindungan

KONFRONTASI-Saat ribuan titik api melahap Amazon, hutan hujan terbesar di dunia, sebagian suku asli mengandalkan doa dalam upaya menghentikan kehancuran dan memohon perlindungan bagi lingkungan hidup mereka untuk generasi masa depan.

Di Desa Feijo, di Brazil barat yang dekat ke perbatasan dengan Peru, masyarakat asli suku Shanenawa pada Minggu (1/9) menggelar upacara guna berusaha menemukan kedamaian antara manusia dan alam. Dengan wajah dicat, puluhan warga asli menari dalam lingkaran saat mereka berdoa agar kebakaran segera berakhir.

Amazon, Kongo, dan Indonesia Jadi Benteng Perubahan Iklim

KONFRONTASI -   Wakil Sekretaris Jenderal PBB dan Direktur Eksekutif Program Lingkungan PBB (UNEP) Inger Andersen menyebut, hutan Amazon, basin Kongo, dan hutan hujan Indonesia sebagai benteng alami pertahanan melawan perubahan iklim berdasarkan kemampuannya dalam mitigasi dan adaptasi.

Inger Andersen, dalam pernyataan di situs resmi UNEP, Jumat 23 Agustus 2019 menyebut, kebakaran yang terjadi di hutan hujan Amazon, Brasil adalah pengingat keras akan krisis lingkungan yang dihadapi dunia, baik dari isu iklim, keanekaragaman hayati, dan polusi.

Amazon - The Fire In World's Largest Rainforest Is So Huge That It's Visible From Space

KONFRONTASI -    The Amazon rainforest, covering much of northwestern Brazil and extending into Colombia, Peru, and other South American countries, is the world's largest tropical rainforest, famed for its biodiversity. Amazon rainforest produces 20% of the world's oxygen, and they are decaying day by day due to climate change and deforestation.

Mantan Istri Bos Amazon Janjikan Sumbang Rp250 Triliun untuk Amal

KONFRONTASI-MacKenzie Bezos, mantan istri bos Amazon, Jeff Bezos, berikrar akan menyumbangkan setengah dari kekayaannya untuk amal.

Ikrar MacKenzie ditujukan kepada The Giving Pledge, yang pertama kali dimulai oleh miliarder Warren Buffett dan pendiri Microsoft, Bill Gates, sebagai seruan untuk para orang kaya agar menyumbangkan setengah dari kekayaan mereka.

Kekayaan MacKenzie diperkirakan mencapai hampir US$37 miliar atau Rp533 triliun setelah dirinya dan Jeff Bezos bercerai.

MacKenzie dilaporkan menandatangani kesepakatan perceraian bernilai sedikitnya US$35 miliar atau Rp495 triliun.

Melalui kesepakatan itu, MacKenzie akan mempertahankan 4% saham perusahaan ritel raksasa Amazon.

"Selain aset yang telah dikembangkan, saya punya uang dalam jumlah yang tidak proporsional untuk dibagikan. Pendekatan saya pada filantropi akan terus bijak. Perlu waktu, upaya, dan perhatian," sebut MacKenzie dalam pernyataan resmi.

The Giving Pledge telah ditandatangani oleh 204 individu, pasangan, dan keluarga dari 23 negara.

Mantan Wali Kota New York, Michael Bloomberg; pendiri CNN, Ted Turner; serta pebisnis hiburan Barry Diller termasuk orang-orang pertama yang menandatangani ikrar tersebut pada 2010.

Ikrar sumbangan tahun ini datang dari miliuner Paul Tudor Jones; salah satu pendiri perusahaan investasi GMO, Jeremy Grantham; serta pebisnis asal Uni Emirat Arab, Sheikh Mohammed bin Musallam bin Ham Al Ameri.

Amazon Mulai Gunakan Robot untuk Kemas Paket

KONFRONTASI-Armada robot Amazon kembali ditambah di awal tahun ini. Diketahui, raksasa e-commerce tersebut telah memperkerjakan robot di gudangnya selama dua tahun terakhir.

Reuters melaporkan bahwa Amazon telah menambahkan mesin ke beberapa gudang yang memindai barang-barang yang turun dari vendor dan kemudian membungkusnya beberapa detik kemudian dalam kotak yang dibuat khusus.

Perusahaan itu dilaporkan mempertimbangkan untuk memasang dua mesin di lusinan gudang yang akan menghapus setidaknya 24 karyawan manusia di masing-masing.

Pages