aktifis

Belum Tuntas Reformasi 98, Ratusan Aktivis Turun Gunung

Oleh: Anwar Effendi

 

 

Sekitar 300 aktivis yang tergabung dalam Jaringan Progresif 98 Bandung ‘turun gunung’ dan menyampaikan kekecewaannya terhadap pemerintahan saat ini yang dinilai megabaikan banyak agenda ataupun cita-cita reformasi.

Melihat kondisi Indonesia saat ini secara sosial, politik dan ekonomi, para aktivis tersebut tergerak untuk ‘turun gunung’ dengan menggelar Ikrar Kebangsaan dan Diskusi Publik Jelang Pemilu 2019 di Kafe Dacosta, Jalan Sawunggaling, Kota Bandung, Senin 10 September 2018.

Kasus Munir Kembali Tak Tuntas, Jokowi Dianggap Tak Peduli HAM

KONFRONTASI - Analis Politik dan Hak Asasi Manusia, Amiruddin Al-Rahab, menilai langkah Presiden Joko Widodo menggugat putusan Komisi Informasi mengenai dokumen laporan Tim Pencari Fakta pembunuhan terhadap Munir Said Thalib, sebagai contoh buruk. Presiden, melalui Menteri Sekretariat Negara, menggugat putusan itu ke Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta. Seharusnya, menurut mantan anggota TPF itu, Jokowi dan kabinetnya bersikap terbuka pada masyarakat mengenai dokumen itu, bukan berkukuh untuk menyembunyikannya.

Terkait Utang IMF, Aktifis: Jokowi Asal Ngomong!

KONFRONTASI-Direktur Gaspol Indonesia Virgandhi Prayudantoro, mengatakan bahwa apa yang dilakukan Presiden Jokowi  Soal Utang IMF adalah bukti bahwa beliau tidak mengerti tentang hal ini dan asal ngomong saja.

 

Harusnya beliau bisa mendapatkan masukan yang baik dari para menterinya atau bisa menanyakan secara langsung dengan SBY untuk menyatakan statement seperti ini, karena akan berdampak signifikan terhadap kredibilitas yang dia punyai.

 

Aktivis Inggris Pertanyakan Bendera Wafatnya Raja Abdullah

KONFRONTASI-Sejumlah politisi dan pegiat hak asasi manusia Inggris mengkritik sikap pemimpin dunia yang bertolak ke Arab Saudi untuk menyampaikan belasungkawa atas kematian Raja Abdullah.

Mereka juga mempertanyakan alasan dikibarkannya bendera setengah tiang di gedung-gedung publik termasuk di Westminster Abbey untuk negara yang masih menerapkan hukuman mati.

Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdulaziz yang wafat Jumat pagi telah meninggalkan modernisasi dan reformasi di bidang sosial dan ekonomi namun kendati negaranya masih menerapkan hukuman mati untuk sejumlah kejahatan.

Aktivis Antikorupsi Jalani Operasi Akibat Terkena Tembakan

KONFRONTASI-Aktivis antikorupsi di Bangkalan, Jawa Timur, Mathur Husairi, yang ditembak pada Selasa dinihari tadi, menjalani operasi pengangkatan proyektil peluru yang bersarang di perutnya beberapa jam setelah penembakan. "Sudah kami angkat proyektil pelurunya tadi pagi," ujar Kepala Instalasi Rawat Darurat dr Soetomo, dr Urip Murtedjo, ketika dihubungi Tempo, Selasa, 19 Januari 2015.

Setelah operasi, kata Urip, Mathur Husairi menjalani masa pemulihan dan kondisinya semakin membaik. "Untuk masa pemulihan mungkin akan berlangsung selama tiga hari ke depan," ujarnya.

Basuh Kaki, Ini Cara Aktivis Peringati Hari Ibu

KONFRONTASI-Sejumlah aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Surabaya hari ini memperingati Hari Ibu yang jatuh pada Senin besok, 22 Desember. "Kami memang sengaja melaksanakannya hari ini karena besok teman-teman pada kuliah. Lagi pula hari ini banyak para ibu yang ngelakuin aktivitasnya bersama keluarga di acara car free day," kata salah seorang aktivis GMNI, Dia Puspitasari, Ahad, 21 Desember 2014.

Tiongkok Tangkap 48 Aktifis, Jelang Peringatan 25 Tahun Tragedi Tiananmen

KONFRONTASI-Sebanyak 48 orang telah ditahan, menjadi tahanan rumah, diinterogasi polisi, dan sebagian lagi hilang karena diculik, menjelang ulang tahun ke-25 Tragedi Tiananmen, ini yang disampaikan kelompok hak asasi Amnesty International.

Aksi itu menjadi pertanda kegalauan Pemerintah Tiongkok akan meletusnya kembali demonstrasi besar-besaran mahasiswa dan bentrokan dengan aparat seperti yang terjadi pada 4 Juni 1989 lampau.

Menjelang peringatan itu, koneksi internet di Tiongkok terganggu. Bahkan, sebagian layanan tidak bisa diakses.