Akbar Tandjung

Akbar Tandjung: Polisi Mesti Tuntaskan Kasus Pembakaran Bendera Tauhid

KONFRONTASI-Politisi senior Partai Golkar Akbar Tandjung berharap kasus pembakaran bendera bertuliskan lafaz tauhid di Garut, Jawa Barat, dituntaskan oleh pihak kepolisian.

"Harapan saya pribadi, pihak aparat keamanan, khususnya kepolisian sungguh-sungguh melakukan penyelidikan terhadap mereka yang terlibat dalam pembakaran bendera tersebut," ujarnya ditemui usai menghadiri Pelantikan Pengurus Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Muslim Islam periode 2018-2023 di Pendopo Kudus, Sabtu.

Akbar Nilai Langkah Titiek Hengkang dari Golkar Bisa Diikuti Kader Lain

KONFRONTASI- Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tanjung menilai hijrahnya Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto ke Partai Berkarya bisa diikuti oleh sebagian kader Partai Golkar. Sebab, diyakini juga bahwa jumlah simpatisan keluarga Cendana di Partai Golkar tidak sedikit.

Akbar Desak JK Tepati Janji Angkat Guru Honorer Jadi CPNS

KONFRONTASI-Politikus senior dari Partai Golkar Akbar Tandjung mendesak Wakil Presiden Jusuf Kalla merealisasikan janjinya untuk mengangkat guru honorer menjadi CPNS.

Menurut dia sudah sepatutnya guru honorer di-PNS-kan karena dilihat dari pengabdiannya.

"Guru honorer mengisi tugas guru PNS. Sudah selayaknya mereka diangkat CPNS," ujar Akbar di kediamannya, kemarin (21/2).

Akbar Tandjung Nilai Surat Fadli Zon ke KPK Bentuk Intervensi

Konfrontasi - Mantan Ketua DPR Akbar Tandjung menilai surat Wakil Ketua DPR Fadli Zon ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang meminta penundaan pemeriksaan Ketua DPR Setya Novanto sebagai bentuk intervensi.

“Kita tidak bisa pisahkan antara posisi dia dengan anggota DPR dan ketua DPR. Jadi dengan mengirim surat itu walaupun semangatnya dia sebagai anggota dewan, tidak dipisahkan bahwa ia adalah wakil ketua DPR,” kata Akbar Tanjung, Jumat (15/9/2017).

Bahas Setnov, Bj Habibie Undang JK, Akbar dan Ical

Konfrontasi - Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar BJ Habibie mengundang para senior partai beringin membahas kasus yang menerpa Ketua Umum Setya Novanto. Apa saja yang dibicarakan?

Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung yang mengungkap adanya pertemuan tersebut. Akbar menceritakan kekhawatiran elite Golkar atas status tersangka Ketua Umum Golkar saat ini, Setya Novanto, dalam perkara e-KTP.

Golkar 'Emoh' Dukung JK Jadi Cawapres Jokowi di Pilpres 2019

KONFRONTASI-Terkait Pilpres 2019 mendatang, Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung mengatakan, partainya akan kembali mendukung Joko Widodo sebagai Calon Presiden. Namun untuk calon wakil presiden, partainya hingga kini belum menentukan pilihan. 

"Kalau Golkar sudah jelas akan dukung Jokowi. Kita sudah sepakat," ujar Akbar Tandjung di Gedung DPP Perindo, Jakarta, Selasa 30 Mei 2017.

Akbar Tandjung Sebut Jenderal Gatot Cocok Jadi Cawapres

KONFRONTASI-Meski Pemilu 2019 masih dua tahun lagi, namun Partai Golkar sudah menetapkan akan mengusung Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden. Namun, posisi calon wakil presiden masih belum ditentukan.

Dalam forum Rapat Pimpinan Nasional atau Rapimnas Partai Golkar di Balikpapan, Kalimantan Timur, salah satu nama yang muncul atau disuarakan kader partai berlambang pohon beringin itu sebagai cawapres adalah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Hal itu dibenarkan oleh Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung.

Akbar Tandjung: Tak Perlu Hiraukan Pendapat Luar Negeri Soal Vonis Ahok

KONFRONTASI-Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golongan Karya Akbar Tandjung merasa geram dengan sejumlah negara, organisasi dan badan dunia yang mengecam vonis dua tahun penjara dengan perintah penahanan, untuk terdakwa penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Menurut dia, kedaulatan hukum Indonesia tidak boleh terganggu dengan beragam komentar dari luar. "Indonesia ini merupakan negara hukum. Masyarakat Indonesia saja menghormati proses dan putusan hukum yang ada di negeri ini," ujar Akbar.

Harapan Akbar Tandjung kepada Raja Salman: Perhatikan Nasib TKI dan TKW

KONFRONTASI - Tokoh nasional Akbar Tandjung berharap terjalinnya kerja sama antara Indonesia dengan Arab Saudi bisa membangun harmonisasi kedua negara. Apalagi, kerja sama ini dilakukan bukan yang pertama kali.

Sebelumnya pada tahun 1970 saat Indonesia dipimpin Presiden Soeharto, Raja Arab Saudi Faisal bin Abdulaziz bin Abdurrahman as-Saud pun menjalin hubungan kerja sama.

Pages