Air Bersih

3 Bulan Dilanda Kemarau, Tiga Kecamatan di Tulungagung Alami Kesulitan Air Bersih

Konfrontasi - Sebanyak delapan desa di tiga kecamatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (Jatim) mulai dilanda kekeringan. Mereka kesulitan mendapatkan air bersih sebagai dampak kemarau yang terjadi selama tiga bulan terakhir.

Desa-desa tersebut tersebar daerah pedalaman Kecamatan Tanggunggunung, Kalidawir dan Rejotangan. Mereka juga telah mengajukan permohonan bantuan air bersih.

Air Sungai Serang Meluap, Sumber Air Bersih Warga Boyolali Tercemar

Konfrontasi - Warga Dukuh Kedungsari, di Kemusu Kemusu, Boyolali mengalami krisis air bersih. Air sumur mereka tercemar dan keruh terdampak banjir besar Sungai Serang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali melakukan droping air bersih kepada kampung di wilayah Boyolali Utara tersebut. Di dukuh tersebut, ada 105 Kepala Keluarga yang terdampak banjir sungai Serang.

BPBD Lebak Terus Optimalkan Distribusi Air Bersih

Konfrontasi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, hingga kini terus mengoptimalkan pendistribusian bantuan air bersih ke sejumlah kecamatan yang dilanda kekeringan akibat kemarau panjang.

"Kami hari ini mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 18.000 liter ke wilayah Lebak Selatan yang dilanda krisis air bersih," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak, Kaprawi di Lebak, Minggu (15/9/2019).

Bappenas: Krisis Air Bersih Bebani Rakyat Miskin

KONFRONTASI - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mengungkapkan bahwa krisis air bersih di beberapa daerah telah mencekik dan membebani masyarakat, terutama masyarakat dari kalangan tidak mampu.

"Fokus pemerintah selama lima tahun mendatang kita fokus dulu pada daerah-daerah yang mengalami krisis air yakni di wilayah Jawa dan Nusa Tenggara, ini yang paling krisis," ujar Menteri PPN / Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Selasa.

BPBD Cilegon: Ratusan Warga Watu Lawang Krisis Air Bersih

Konfrontasi - Ratusan warga di RT 01 dan RT 02 RW 09, Lingkungan Watu Lawang, Kota Cilegon, Banten, mulai mengalami kesulitan air bersih. Sumber mata air di kaki gunung yang selama ini menjadi andalan warga sudah mulai berkurang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon Ahmad Mafruh mengaku telah menerima laporan tersebut. Bahkan, pihaknya telah mengunjungi mata air Kali Gedung Dadap yang berada di lingkungan tersebut.

Kekeringan, Warga Tuban Terpaksa Blusukan ke Hutan untuk Cari Air Bersih

KONFRONTASI-Musim kemarau yang datang sejak sebulan terakhir membuat sebagian warga di Kabupaten Tuban, Jatim kekurangan air bersih.

Demi mencukupi kebutuhan air sehari-hari, warga Dusun Gowah terpaksa harus menempuh jarak hingga 2 kilometer hingga masuk ke pelosok hutan.

Mereka menuju hutan jati di kawasan hutan lindung KPH Tuban. Di tempat itu warga bisa memanfaatkan sumur tua di kawasan hutan jati yang airnya juga terbatas.

Menurut Supriyadi warga setempat hingga kini pemerintah belum memberikan bantuan air bersih.

Sumur Mengering, Air Bersih Sulit Didapat, Warga Hanya Mandi Sekali Sehari

KONFRONTASI-Puluhan ribu warga di 11 kecamatan, termasuk Kecamatan Kota Pacitan, Jatim kesulitan memperoleh kebutuhan air bersih. Seperti yang dialami ratusan warga di Dusun Sengon Desa Sambong Kecamatan Pacitan ini.

Hal ini karena sumur milik warga mengering di musim kemarau. Bahkan lantaran tidak ada air, warga hanya mandi sehari sekali.

Musim kemarau yang terus berlangsung, membuat persediaan air di wilayah mereka menipis.

Sumur tanah milik warga pun tinggal menyisakan beberapa liter air, dengan kondisi keruh.

Pengungsi di Lombok Barat Butuh Terpal dan Air Bersih

KONFRONTASI -  Para pengungsi yang kini tinggal di tenda-tenda pengungsian di Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat membutuhkan terpal dan air bersih.

Kasi Trantib Kecamatan Batulayar Herman Rogo mengakui, kebutuhan paling mendesak warga yang tinggal di posko-posko pengungsian yakni terpal dan air bersih.

"Kalau makanan atau logistik ini sudah banyak. Tapi yang kurang ini terpal untuk membuat tenda dan air untuk kebutuhan sehari-hari," katanya, Minggu (12/8/2018).

Tolong, Warga Cicalengka Bandung Kesulitan Air Bersih

KONFRONTASI-Sejumlah warga Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, kesulitan mendapatkan air bersih sehingga harus membeli atau mengambil air ke daerah lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Sumur di musim kemarau kering, ini juga sudah banyak yang kering," kata Sari, seorang warga yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih di Kompleks Pamoyanan, Desa Panenjoan, Cicalengka, Bandung, Minggu.

Ia menuturkan kondisi kesulitan air bersih sudah berlangsung cukup lama. Apalagi, saat musim kemarau, air sumur maupun pompa milik warga, sudah tidak ada airnya.

Sejumlah warga, kata dia, terpaksa harus membeli dari penjual air bersih yang biasa keliling perumahan dengan harga Rp20 ribu untuk memenuhi kebutuhan mandi, memasak, mencuci pakaian, maupun perabotan rumah.

"Kalau saya setiap hari beli air, harganya Rp20 ribu, sehari bisa habis delapan kompan (jerigen), kalau lagi nyuci bisa 12 kompan," katanya.

Ia menyampaikan bahwa sebelumnya pihak pemerintah desa membuat sumur artesis untuk dialirkan ke rumah warga yang menjadi pelanggan air sumur tersebut.

Namun, katanya, sumber air tersebut tidak mengalir secara normal, bahkan tidak ada airnya. Walaupun sewaktu-waktu mengalir, debit airnya relatif kecil.

"Tetangga saya yang pada pasang sudah berhenti (langganan air artesis, red.) karena kocoran air sedikit, terus kadang enggak ngalir airnya," kata ibu rumah tangga itu.

Pages