Ahok

Ahok Dinilai Tidak Tahu Terimakasih

KONFRONTASI- Ini soal Ahok lagi yang runyam belakangan ini. Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra DKI Jakarta Mohammad Taufik 'menyentil' Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Taufik menyebut Ahok tak tahu cara berterima kasih jika keluar dari Gerindra.

"Partai kami enggak dagang. Dia (Ahok) harusnya bersyukur," ujar Taufik di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Selasa, 9 September 2014. Karena, menurut Taufik, Ahok bisa menjadi wakil gubernur karena jasa Gerindra yang berani mengusungnya Pilkada DKI 2012.

Bila Ingin Keluar dari Barisan Prabowo, Ahok Tak Perlu Mengancam Gerindra

KONFRONTASI - Partai Gerindra  tidak mempermasalahkan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, keluar dari barisan Prabowo Subianto. "Silakan keluar saja, kami tidak bisa menahan. Tidak perlu mengancam kalau mau keluar," Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerakan Indonesia Raya, Edhy Prabowo saat dihubungi, Rabu 10 September 2014.

Edhy menjelaskan Gerindra tidak merasa dirugikan dengan mundurnya Ahok. Menurutnya Gerindra memiliki mekanisme yang jelas dalam melakukan rekrutmen kader.

Gerindra Curiga Ahok Dapat ‘Gerbong’ Partai Penguasa

Konfrontasi – Rencana pengunduran diri Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dari gerbong Gerindra menimbulkan respon beragam dari kalangan elit partai. Beberapa pentolan Gerindra menduga Ahok segera menyeberang ke kubu lawan dari Koalisi Merah Putih (KMP).

Sekretaris Jendral Partai Gerindra, Achmad Muzani menyatakan Ahok tidak memiliki alasan kuat untuk mundur dari kader partai. Sebab, alasan pengajuan usulan pemilihan kepala daerah (pilkada) dilakukan melalui DPRD sudah disuarakan Gerindra sejak lama.

"Saya kira itu  alasan mengada-ada," kata Muzani, Rabu (10/9).

Mundur dari Gerindra, Ahok Bisa Beresin Jakarta Tanpa APBD

KONFRONTASI - Ahok sapaan Wakil Gubernur DKI Jakarta akan menyerahkan surat pengunduran diri dari Partai Gerindra ke DPP Partai Gerindra hari ini, Rabu (10/9).

Pengunduran diri ini dilakukan menyusul tantangan rekan separtainya, Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta sekaligus Anggota DPRD DKI, Muhammad Taufik pada Selasa kemarin (9/9).

Kata Ahok, selama tiga tahun ke depan memimpin DKI, ia tidak akan menunggangi partai apapun, termasuk Gerindra.

Ahok Didepak dari Gerindra, Jokowi Siap Tampung Ahok di PDIP

KONFRONTASI- Ini soal Ahok. Gayung bersambut. Ancaman Basuki Tjahja Purnama atau Ahok hengkang dari Partai Gerindra, disambut PDIP. Adalah Jokowi, yang siap menampung Ahok di partai pimpinan Megawati Soekarnoputri tersebut.

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi), belum mengetahui keinginan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk mundur dari Partai Gerindra.

Ahok sempat mengutarakan hendak keluar dari partai, karena menolak keputusan Gerindra yang mendukung Pilkada lewat DPRD.

Ahok: Pemprov DKI Mustahil Bangun Lahan Parkir Baru

Konfrontasi - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terkesan serius menertibkan parkir kendaraan di ibu kota Jakarta. Ahok berjanji Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera memakai alat derek khusus bagi sepeda motor.

"Itu nantinya akan dinaikkan bannya satu, disangkutkan. Satu alat itu bisa derek empat sampai lima motor, terus ditarik," katanya, Selasa (9/9).

Pemakaian alat derek ini dinilai lebih efisien daripada penderek mobil. Setiap alat derek diperkirakan mendapatkan pemasukan daerah senilai Rp. 2 juta.

Bila Kepala Daerah Dipilih DPRD, Ahok: Tak Perlu Layani Rakyat Lagi

KONFRONTASI - Ahok sapaan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, kembali menyuarakan penolakannya atas revisi Undang-undang Pemilihan Kepala Daerah. Bila direvisi oleh DPR, undang-undang itu akan mengharuskan kepala daerah tidak lagi berdasarkan pemilihan langsung oleh rakyat, namun cukup dipilih oleh DPRD, seperti tradisi dahulu. 

Ahok pun heran dengan proposal yang digagas para anggota DPR itu. "Yang ngusulin itu hanya orang-orang yang tidak punya jiwa rakyat," ujar Ahok,  di Balai Kota DKI Jakarta, Senin 8 September 2014.

Ahok: Cabut Pentil Kurang Efektif

KONFRONTASI - Ahok sapaan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai langkah Dinas Perhubungan menertibkan kendaraan roda empat yang parkir liar di sejumlah wilayah Ibu Kota dengan menarik retribusi Rp500.000 per harinya adalah salah satu cara terbaik dalam mengatasi permasalah parkir liar.

"Kita sudah coba pakai cabut pentil kurang efektif, orang Jakarta itu yang ditakutkan bukan ketabrak kereta, yang penting duit, kena denda dia takut tuh," kata Ahok, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin.

Ditolak PDIP, Risma Bakal Dilamar Parpol Lain

Tri Rismaharani

KONFRONTASI- Walikota Surabaya Tri Rismaharani tidak akan dicalonkan lagi oleh PDIP pada Pilkada 2015 mendatang. Pasalnya, Wakil Ketua Bidang Internal Kehormatan PDIP Jawa Timur Bambang Dwi Hartono menolak untuk kembali mencalonkan Risma.

Kendati demikian, partai politik lain diprediksi akan menampung Risma bila memang PDIP enggan mencalonkannya kembali.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, meminta Risma tak perlu ambil pusing mengenai penolakan PDIP. Pria yang akrab disapa Ahok tersebut yakin Risma akan menjadi incaran seluruh partai yang ada di Indonesia.

Ahok: Pilkada Diserahkan DPRD, Bakal Rawan Sogok

Ahok

KONFRONTASI- Usulan pelaksanaan pemilihan kepala daerah tidak langsung atau diserahkan ke DPRD lewat pembahasan Rancangan Undang-Undang Pilkada tidak percaya diri untuk memenangkan hati rakyat. Pilkada tidak langsung tidak demokratis.

Sindiran itu disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok. Menurutnya, pilkada tidak langsung tak menjamin politik uang berhenti. Justru pilkada lewat DPRD bakal memperkaya anggota dewannya.

Pages