Agama

Saat Syekh Google dan Prof Yahoo Dijadikan Guru agama

Belajar Agama Pada Ahlinya, Bukan Lewat Internet

KONFRONTASI-Masyarakat diimbau agar belajar memahami agama melalui pihak otoritatif, seperti alim ulama atau melalui majelis agama yang diakui. Menag menegaskan, tak cukup belajar agama lewat internet.

Imbauan itu disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin, terkait munculnya berbagai paham-paham keagamaan yang menyimpang.

Duh Demi Remisi, Banyak Napi Pindah-pindah Agama

KONFRONTASI - Berbagai upaya dilakukan sejumlah narapidana, demi mendapatkan keringanan hukuman hingga bebas. Bahkan beberapa napi berpindah-pindah agama demi mengejar remisi khusus yang diberikan pemerintah pusat setiap hari raya keagamaan.

Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Kelas II A Cibinong (Pondok Rajeg), Supriyanto mengakui, tiap moment remisi khusus, tak jarang ada napi yang mengaku sudah pindah agama untuk dapat remisi.

Radikalisme Adalah Reaksi atas Ketidakadilan

KONFRONTASI-Sosilolog Universitas Tadulako Palu DR Jamaluddin Mariadjang mengatakan agama bukan merupakan sumber radikalisme karena radikalisme disebabkan oleh tekanan pada satu ketidakadilan yang terjadi pada masyarakat.

Saat diminta tanggapannya terkait gerakan menangkal radikalisme atas nama agama di Palu, Sabtu, Jamaluddin agama harus dipahami secara mendalam dan mengakar.

Ia mengatakan dalam sejarah kemanusiaan yang panjang, manusia selalu diliputi oleh kekerasan. "Di balik semuanya adalah reaksi atas ketidakadilan kekuasaan," ungkapnya.

Din: Pendekatan Agama Penting untuk Atasi Masalah Iklim & Lingkungan

KONFRONTASI-Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsudin mengatakan, bahwa pendekatan melalui jalur agama penting untuk menanggulangi berbagai persoalan dalam masalah perubahan iklim dan lingkungan.

“Pendekatan agama sangat penting dalam masalah iklim dan lingkungan karena hampir seluruh manusia di dunia adalah pemeluk suatu agama oleh karenanya pendekatan agama menjadi penting,” kata Din di Jakarta, Sabtu (15/8).

Muslim Yang Melalaikan Sholat, Meruntuhkan Agamanya Sendiri

Ketika Malaikat Jibril turun dan berjumpa dengan Rasulullah SAW, ia berkata, “Wahai Muhammad, Allah tidak akan menerima puasa, zakat, haji, sedekah, dan amal saleh seseorang yang meninggalkan sholat. Ia dilaknat di dalam Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Quran. Demi Allah, yang telah mengutusmu sebagai nabi pembawa kebenaran, sesungguhnya orang yang meninggalkan sholat, setiap hari mendapat 1.000 laknat dan murka. Para malaikat melaknatnya dari langit pertama hingga ketujuh.

Diskusi AIFIS: Meninjau Konflik Dalam Menjaga Situs Agama

KONFRONTASI- Situs suci agama yang menjadi  tempat beribadatan bagi lebih dari satu pemeluk agama, seringkali akan menimbulkan ketegangan antar pemeluk tersebut. Antar pemeluk agama akan mencoba meng-klaim bahwa situs suci tersebut merupakan situs suci agama tertentu. Hal ini terjadi pada Bodh Gaya Temple di India. Candi tersebut menjadi perebutan klaim atas dua pemeluk agama yang berbeda, yaitu Hindu dan Budha. Mayoritas penduduk wilayah Bodh Gaya yang beragama Hindu mencoba meng-klaim bahwa candi tersebut adalah Candi Hindu.

Nikah Beda Agama Merusak Keyakinan

KONFRONTASI - Sudah jadi hal yang perlu diperdebatkan lagi,  beragama bagian dari hak semua manusia.Memilih dan mkeyakini sebuah agama diatur dalam undang-undang di negara Indonesia. Sungguh suatu hal yang sangat cerdas bahwafounding fathers bangsa  menghormati entitas agama bagi masyarakatnya.

Bagi orang yang memahami hakekat agama, dia akan berusaha menjaga dan menghormatinya. Tidak menjadikannya bahan permainan apalagi ditukar dengan dunia atau dengan cinta.

PBNU ajak tokoh agama pendukung ISIS berdialog

KONFRONTASI-Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak tokoh dan jemaah di Indonesia yang mendukung atau sudah mendeklarasikan bergabung dengan ISIS, untuk berdialog mengenai dalil landasan pergerakan itu.

"Saya sarankan jemaah berdialog dengan PBNU, dipertemukan tokohnya dengan kami untuk membahas dalil yang mereka gunakan dalam kegiatannya," ujar Wakil Ketua Umum PBNU Asad Said Ali dalam dikusi bertajuk "IS (ISIS) dan Upaya Deradikalisme", di Jakarta, Minggu.

Pages