Agama

Romo Frans Magnis: Kepala BPIP Mundur Saja

KONFRONTASI- Rohaniwan yang juga tokoh nasional, Frans Magnis Suseno menilai statemen Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof Yudian Wahyudi sebagai statemen yang gawat dan membahayakan.

Dalam wawancara dengan media detikcom Selasa kemarin (11/2), Yudian jelas menyebut musuh Pancasila adalah agama. Statemen ini sontak mengundang kontroversi dan kecaman publik, khususnya di media sosial.

Magnis bahkan menyebut, Yudian tidak paham dan tidak memiliki kompetensi sebagai Kepala BPIP yang berurusan dengan ideologi negara itu.

Edan, Ini Blak-blakan Prof Yudian Wahyudi Kepala BPIP Sebut Agama Jadi Musuh Terbesar Pancasila

KONFRONTASI -   Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara telah diterima oleh mayoritas masyarakat, seperti tercermin dari dukungan dua ormas Islam terbesar, NU dan Muhammadiyah sejak era 1980-an.
Tapi memasuki era reformasi asas-asas organisasi termasuk partai politik boleh memilih selain Pancasila, seperti Islam. Hal ini sebagai ekspresi pembalasan terhadap Orde Baru yang dianggap semena-mena.

Iba juga dengan Menteri Agama

Oleh:   Erizal Sastra

 

Kadang saya iba juga dengan Menteri Agama yang baru ini. Entah kenapa? Ia seperti terjebak atau terjerat seorang diri. Agak repot juga ia terlihat, memperbaiki ucapannya sendiri. Mungkin terlalu bersemangat, lalu keliru menempatkan diri, sehingga ia seperti dikecam seantaro republik. Padahal, ia seorang tentara yang mestinya terbiasa dekat dengan rakyat.

Jangan Marah dengan Istilah Radikal, Tapi Marahlah Ketika Agama Dibajak Untuk Tindakan Radikal

KONFRONTASI - Tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan. Tidak ada juga agama yang radikal, tetapi cara sebagian orang dalam beragama yang kemudian menyebabkan timbulnya stigma radikal dan ekstrim (ghuluw). Karena itulah, umat beragama selayaknya tidak marah dengan istilah radikalisme, tetapi mestinya marah ketika ajaran agama dibajak untuk tindakan radikal.

Sejarah Menyatunya Keindonesian dan Keislaman pada Tahap-Tahap Kritis RI dan NKRI

Sejarah Menyatunya Keindonesian dan Keislaman pada Tahap-Tahap Kritis RI dan NKRI

Tujuan Proklamsi RI 17 Agt 1945 itu sederhana saja: Proklamasi Merdeka dari dominasi Asing dan Pribumi Indonesia Berdaulat di Tanah Sendiri.

Proklamasi 17 Agt 1945 oleh Bung Karno dan Bung Hatta disambut Tokoh Islam dan Umat Islam dengan :

Agama Diturunkan Tuhan Untuk Memerdekakan Manusia

KONFRONTASI - Agama diturunkan oleh Tuhan adalah untuk memerdekakan manusia. Agama adalah untuk manusia sebagai anugerah dari Tuhan. Ajaran agama adalah pedoman yang ingin menghantarkan manusia menjadi manusia merdeka.  Merdeka dari penjajahan, merdeka dari kekerasan, merdeka dari kebodohan, merdeka dari fanatisme dan merdeka dari kemiskinan.

PBNU: Jangan Coba-coba Hapus Pendidikan Agama di Sekolah

KONFRONTASI-Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas menegaskan agama bukan sumber konflik. Agama hadir justru untuk menyelesaikan konflik. 

Menurut dia, agama merupakan solusi perdamaian dunia. Oleh karena itu, kata Robikin, jangan ada yang berfikir untuk meniadakan pendidikan agama di sekolah.

Pages