6 December 2019

Afghanistan

Polusi Udara di Afghanistan Lebih Mematikan Ketimbang Perang

KONFRONTASI-Delapan tahun yang lalu karena perang, Yousuf dan keluarganya melarikan diri ke timur Afghanistan. Tapi ia tidak bisa melarikan diri dari tragedi. Di ibukota Kabul lima anaknya meninggal dunia, bukan karena kekerasan atau pengeboman tapi karena polusi udara.

US defence chief in Afghanistan as US aims to restart peace talks

KONFRONTASI-US Defense Secretary Mark Esper has arrived in Afghanistan where stalled peace talks with the Taliban and persistent attacks by armed groups have complicated the Trump administration's pledge to withdraw more than 5,000 American troops.

Esper told reporters travelling with him that he believed the US could reduce its force in Afghanistan to 8,600 without hurting the counterterrorism fight against al-Qaeda and the Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL, ISIS) group.

Afghanistan Kecam Pakistan Gara-gara Terima Pimpinan Taliban

KONFRONTASI-Afghanistan melemparkan kecaman keras kepada Pakistan, setelah Islamabad menerima delegasi pemimpin Taliban. Para pemimpin Taliban datang dan melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat Pakistan awal pekan ini.

Afghanistan Gunakan Mesin Biometrik untuk Pemungutan Suara

KONFRONTASI-Mesin-mesin biometrik yang bertujuan mencegah kecurangan dalam pemilihan presiden Afghanistan bekerja lebih baik daripada pemungutan suara tahun lalu tetapi masih membuat antrian panjang para pemilih, kata para pengamat pemilu pada Sabtu.

Mesin-mesin itu digunakan untuk pertama kali pada pemilihan anggota parlemen pada Oktober, ketika banyak mesin mengalami gangguan atau kerusakan. Terjadi kekacauan akibat gangguan dan kerusakan mesin-mesin itu, bersama dengan daftar pemilihan yang tak lengkap dan penundaan dalam penyelenggaraan pemilihan.

Kantor Presiden Afghanistan Diguncang Serangan Bom

KONFRONTASI- Sebuah bom meledak di luar kantor Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Selasa (24/9) malam waktu setempat. Insiden itu menyebabkan tiga orang meninggal, satu di antaranya anak-anak, dan tujuh lainnya luka-luka.

Sputnik melaporkan, alat peledak itu dipasang di pintu masuk kantor Ghani. Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

At least 35 people at wedding party killed during nearby Afghan army raid

KONFRONTASI-At least 35 civilians attending a wedding party were killed and 13 people wounded by explosions and gunfire during a raid by Afghan government forces on a nearby militant hideout, two officials in southern Helmand province said on Monday.

The officials said the house being used by the Taliban to train suicide bombers was located adjacent to the bride’s home that came under fire during Sunday night’s attack.

Pasukan AS dan Afghanistan Bunuh Gubernur Taliban

Konfrontasi - Pasukan Afghanistan yang didukung pasukan Amerika Serikat membunuh dua pemimpin senior Taliban dan sedikitnya 38 pejuang kelompok itu dalam serangan gabungan yang dilakukan di kawasan-kawasan barat dan utara Afghanistan, kata para pejabat, Minggu (15/9/2019).

Bom Guncang Kabul, Belasan Orang Tewas

KONFRONTASI-Serangan bom bunuh diri kembali terjadi di Ibu Kota Afghanistan, Kabul pada Senin (2/9) malam waktu setempat. Insiden itu menyebabkan sedikitnya 16 orang terbunuh dan lebih dari 100 lainnya luka-luka.

Serangan bom terjadi di daerah perumahan di dekat Green Village, sebuah kompleks besar yang menampung lembaga-lembaga bantuan serta organisasi internasional. Menurut keterangan saksi, terdengar beberapa kali ledakan yang kemudian diikuti suara tembakan.

Murka, Presiden Afghanistan Bersumpah akan Balas Dendam

KONFRONTASI-Presiden Afghanisan Ashraf Ghani murka. Serangan bom bunuh diri di pesta pernikahan warga syiah akhir pekan lalu membuatnya berjanji akan menghabisi para pelaku teror.

Pernyataan tersebut Ghani sampaikan melalui media sosial Twitter pada Senin (19/8), tepat setelah dia menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya 63 orang dan sedikitnya 182 orang terluka atas serangan tersebut.

63 Orang Meninggal Usai Bom Meledak di Pesta Pernikahan

Konfrontasi - Sebuah bom meledak di sebuah pesta pernikahan di ibu kota Afghanistan, Kabul, menewaskan 63 orang dan mencederai lebih dari 180 lainnya.

Sejumlah saksi mata mengatakan kepada BBC bahwa seseorang meledakkan dirinya pada Sabtu (17/8/2019) pukul 22.40 waktu setempat di bagian barat kota yang banyak dihuni kaum Muslim Syiah.

Kelompok Taliban menyanggah mereka berada di balik peristiwa itu. Tiada kelompok lain yang mengaku bertanggung jawab.

Pages