ADB

Pinjaman ADB US$1,5, untuk Tangani Corona atau Selamatkan Rupiah?

KONFRONTASI-Asian Development Bank (ADB) menyetujui untuk memberikan utang ke Indonesia senilai USD 1,5 miliar atau setara Rp 23,4 triliun (kurs Rp 15.600). Utang jumbo itu diberikan untuk penanganan virus corona di Indonesia.

Menanggapi hal itu, Mantan Menkeu Dr Fuad Bawazier mengatakan, jangan terlalu percaya bahwa pinjaman itu untuk penanganan Corona.

''Lihat dulu detil utang dan rencana penggunaannya,''katanya.

ADB Laporkan 22 Juta Orang Kelaparan di Era Jokowi

KONFRONTASI -   Asian Development Bank (ADB) melaporkan 22 juta orang Indonesia masih menderita kelaparan. ADB bersama International Food Policy Research Institute (IFPRI) mengungkapkan hal itu dalam laporan bertajuk 'Policies to Support Investment Requirements of Indonesia's Food and Agriculture Development During 2020-2045'.

Laporan ADB: 22 Juta Orang Kelaparan di Era Jokowi

KONFRONTASI-Asian Development Bank (ADB) melaporkan 22 juta orang Indonesia masih menderita kelaparan. ADB bersama International Food Policy Research Institute (IFPRI) mengungkapkan hal itu dalam laporan bertajuk 'Policies to Support Investment Requirements of Indonesia's Food and Agriculture Development During 2020-2045'.

ADB Proyeksikan Ekonomi Indonesia 2017 Tumbuh 5,1 Persen

KONFRONTASI - Bank Pembangunan Asia (ADB) memproyeksikan peningkatan investasi swasta, kinerja ekspor dan belanja infrastruktur tinggi bisa mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2017 sebesar 5,1 persen dan pada 2018 sebesar 5,3 persen.

“Investasi, perdagangan dan konsumsi yang membaik akan mendukung Indonesia dalam mendapatkan momentum lebih lanjut bagi pertumbuhan ekonomi,” kata Kepala Perwakilan ADB Indonesia Winfried Wicklein dalam pemaparan di Jakarta, Kamis (6/4).

Pengamat: Tambah Utang Luar Negeri Bukan Solusi Tepat

Konfrontasi - Keputusan pemerintahan Jokowi untuk kembali menambah pinjaman utang luar negeri, salah satunya dari Asian Development Bank (ADB) sebesar  USD10 miliar atau setara Rp135 triliun hingga lima tahun ke depan dengan alasan  memberi dukungan untuk prioritas pembangunan pemerintah, terutama untuk infrastruktur fisik dan sosial menuai pro kontra dari berbagai kalangan masyarakat.

Pelambatan Ekonomi China Diperkirakan Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Asia

KONFRONTASI-Pertumbuhan lemah di China tahun 2015 ini diperkirakan menyebabkan pelambatan di seluruh Asia. Bank Pembangunan Asia (ADB) mengatakan itu ketika menjadi lembaga utama terbaru yang merevisi turun perkiraannya untuk ekonomi nomor dua dunia.

ADB juga memperingatkan bank-bank sentral bersiap menghadapi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve AS, dengan banyak negara sudah melihat arus keluar modal besar karena para dealer mencari investasi di AS yang lebih aman.

Jokowi-JK Mau Utang US$ 11 miliar dari Bank Dunia dan US$ 5 miliar dari ADB. Habis sudah Nawacita dan Trisakti Soekarno !

KONFRONTASI- Utang lagi Jokowi. Akibat defisit dan krisis ekonomi, pemerintah Jokowi bersiap menarik utang sebesar US$ 11 miliar dari Bank Dunia dan sebesar US$ 5 miliar dari Bank Pembangunan Asia (ADB) guna membiayai proyek-proyek infrastruktur.

"Ini sebenarnya utang-utang yang sudah komitmen lama, tapi ada unsur-unsur baru ADB untuk membantu kita lebih banyak, termasuk misalnya yang US$ 5 miliar, dan dari World Bank juga dengan proyek-proyeknya mereka akan kasih kita US$ 11 miliar," ujar Sofjan Wanandi, Ketua Tim Ahli Wakil Presiden di Kantor Wakil Presiden, Rabu (2/9).

Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok Turun Akibat Kondisi Struktural

KONFRONTASI - Bank Pembangunan Asia (ADB) menyatakan alasan dari terjadinya penurunan pertumbuhan ekonomi dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) adalah akibat kondisi struktural yang telah terjadi sejak beberapa tahun terakhir di negara tersebut.

"Perubahan kurs mata uang (devaluasi Yuan) tidak akan berpengaruh besar karena alasan terpenting dari penurunan pertumbuhan RRT kebanyakan adalah struktural," kata Ekonom Utama ADB Shang Jin Wei dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (15/8).

Putuskan Hubungan dengan IMF, ADB dan World Bank Sekarang Juga!

Jokowi dalam pidatonya di Konferensi Asia-Afrika (KAA) menentang Lembaga Keuangan dunia yang telah banyak merugikan perekonomian negara negara Asia - Afrika akibat Intervensi ketiga Lembaga Keuangan Dalam sistim Ekonomi Dan pengelolaan Ekonomi Negara negara di Asia - Afrika yang telah meyebabkan ketimpangan yang Sangat kontras Dengan Negara Negara yang menjadi kreditor di IMF, ADB dan World Bank .

Jokowi: Pandangan Persoalan Ekonomi Dunia Hanya Dapat Diselesaikan Oleh World Bank, IMF, dan ADB Adalah Pandangan Usang

KONFRONTASI-Dalam pidatonya di Konferensi Asia Afrika (KAA), Presiden Joko Widodo mengkritik sejumlah lembaga internasional. Selain PBB, Presiden juga mengkritik keberadaan dua lembaga keuangan dunia yang dianggap tidak membawa solusi bagi persoalan ekonomi global, yakni Bank Dunia dan IMF.

"Pandangan yang mengatakan bahwa persoalan ekonomi dunia hanya dapat diselesaikan oleh World Bank, IMF, dan ADB adalah pandangan yang usang dan perlu dibuang," ujar Jokowi dalam pidatonya, Rabu (22/4/2015).

Pages