Aceng Fikri

Diduga Mesum, Mantan Bupati Garut yang Pernah Viral Ditangkap Satpol PP

Konfrontasi - Mantan Bupati Garut Aceng Fikri bersama istrinya terjaring operasi yustisi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung, Jawa Barat, saat menginap di sebuah hotel kawasan Lengkong, Jumat (23/8/2019) dini hari.

Kepala Seksi Penyidikan dan Penyelidikan Satpol PP Kota Bandung Mujahid Syuhada mengatakan, awalnya Aceng turut terjaring lantaran memenuhi indikasi untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Masih Ingat Aceng Fikiri? Terjaring Razia Satpol PP Kota Bandung Gara-gara Alamat di e-KTP

KONFRONTASI -  Anggota DPD yang juga mantan bupati Garut periode 2009-2013, Aceng Fikri, terjaring razia gabungan Satpol PP Kota Bandung, Kamis 22 Agustus 2019 tengah malam. Aceng Fikri bersama seorang wanita diamankan di penginapan di Jalan Lengkong, Kota Bandung.

Kasi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Kota Bandung Mujahid Syuhada membenarkan bahwa Aceng Fikri dibawa ke kantor Satpol PP Kota Bandung.

Awalnya, kata Mujahid, anggota Satpol PP menemukan Aceng Fikri sedang berada di hotel bersama seorang wanita yang diduga bukan istrinya.

Aceng Fikri Saja Dimakzulkan, Mosok Ahok Didiamkan?

KONFRONTASI -   Pakar hukum tata negara Asep Warlan Yusuf menyarankan DPRD DKI segera bergerak mengambil langkah-langkah menuju pemakzulan Gubernur Basuki T Purnama alias Ahok.  

Pernyataan kontroversial sang gubernur yang telah menyakiti umat muslim menjadi alasan kuat untuk melakukan langkah tersebut.

"Yang pertama kali harus bergerak adalah DPRD dengan memanggil Ahok dan kemudian mengeluarkan rekomendasi pemecatan," ujar dia, Kamis (20/10).

Aceng Fikri Ngaku Dilengserkan Gedung Putih

KONFRONTASI - Siapa yang tak kenal sosok Senator dari dapil Jabar satu ini yang dulunya mantan bupati Garut Jawa Barat yakni Aceng Fikri.

Sosok fenomenal yang sempat menghebohkan tanah air terkait pernikahan sirinya dengan gadis dibawah umur pada saat itu.

Gara-gara pernikahan sirinya tersebut, Aceng Fikri harus rela menanggalkan jabatan bupatinya tersebut karena desakan publik yang begitu kuat pada saat itu yang menghendaki Aceng Fikri hengkang dari jabatan tersebut.