Aborsi

Klinik Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat Sudah Gugurkan 32.760 Janin

KONFRONTASI-Penyidik Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan (Subdit Jatanras) pada Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengungkapkan klinik aborsi ilegal yang berlokasi di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, diperkirakan sudah mengaborsi sebanyak 32.760 janin.

Angka tersebut didapatkan berdasarkan rata-rata jumlah pasien yang datang ke klinik tersebut mulai 2017.

Lakukan Aborsi, Bidan Malika Didakwa Langgar UU Kesehatan dan Perlindungan Anak

KONFRONTASI-Siti Malika, bidan pelaku aborsi di Surabaya menjalani sidang dakwaan. Sidang sendiri di gelar secara online di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anggraeni mengatakan terdakwa telah melanggar UU Kesehatan Pasal 75 ayat (2) Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Tak hanya itu terdakwa juga dianggap melanggar UU Perlindungan Anak.

Terbongkar, Klinik Ini Aborsi 2 Ribu Janin Dalam Setahun

KONFRONTASI-Jajaran Subdirektorat III Resmob Polda Metro Jaya membongkar praktik aborsi ilegal yang dilakukan di Klinik dr. SWS di Jalan Raden Saleh I, RT 02/RW 02 Senen, Jakarta Pusat.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan, penggerebekan dilakukan pada Senin lalu (3/8) dan telah mengamankan sebanyak 17 pelaku.

"Terhitung mulai Januari 2019 hingga 10 April 2020, klinik ini tercatat memiliki 2,638 pasien," kata Tubagus di Polda Metro Jaya, Selasa (18/8).

Mahasiswi Beserta Sang Kekasih yang Nekat Gugurkan Kandungan Terancam Pidana Seumur Hidup

Konfrontasi - Polres Metro Jakarta Pusat menangkap sepasang kekasih dalam kasus penemuan jasad bayi di Kali Utan Kayu, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa (28/7/2020). Mahasiswi berinisial TKF (20) dan kekasihnya KS (20) yang berprofesi sebagai buruh nekat menggugurkan kandungan berusia sembilan bulan serta membuangnya ke sungai tersebut.

Aborsi

Oleh: Supri Helmi Tanjung

 

 

" Tak kenyang juga padahal sudah menghabiskan menu berlimpah? "
" Aku biasa makan proposal. Makan gedung dan jembatan. Laut dan gunung adalah lalapan ringan keseharian. Bahkan Tuhan pun aku tawar. "

 

Nafsu di kaki jadi bengkak beranak pinak. Di kepala menyusun gelap rencana. Di perut jadi kehamilan tak terencana
: hai, Marimar, jangan bercanda dengan pendarahan ini, sayang! "

 

SHT, 190620
#RumahSeni_AstiRadmila

 

---------------------------

Tak Sekedar Tempat Aborsi, Klinik Paseban Juga Diduga Lakukan Pencucian Uang

KOFRONTASI-Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menyebut pihaknya menduga adanya Tindak Pidana pencucian uang (TPPU) dalam praktik klinik aborsi Paseban. Polisi menyatakan sedang melakukan pendalaman mengenai hal itu.

"Nanti kita akan mengarahkan ke dalam pasal atau UU TPPU," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa 18 Februari 2020.

Dugaan ini muncul ketika polisi melakukan pemeriksaan terhadap rekening dokter A yang merupakan aktor intelektual dibalik klinik aborsi Paseban.

50 Bidan di Klinik Paseban Diduga Terlibat Praktik Aborsi

KONFRONTASI-Aparat Polda Metro Jaya memburu dokter berinisial S dan 50 bidan yang diduga terlibat sindikat praktik aborsi di klinik ilegal Paseban, Senen, Jakarta Pusat. Klinik ini disebut telah mengaborsi 900-an janin sejak 2018.

Ironisnya, janin malang tersebut ditempatkan di dalam septic tank sebelum dihancurkan dengan bahan kimia. Kini, polisi tengah mencari S yang merupakan dokter pengganti peran tersangka MM alias A mengaborsi sejumlah pasien.

Astaga, Terbongkar Klinik Ilegal Aborsi 903 Janin di Paseban, Jakarta Pusat

KONFRONTASI -   Subdit 3 Sumdaling Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya membongkar klinik aborsi ilegal di wilayah Paseban, Jakarta Pusat, pada 11 Februari 2020. Polisi menangkap tiga orang tersangka, yakni MM alias dokter A, RM, dan SI.

Di negara ini, aborsi lebih banyak daripada kelahiran

KONFRONTASI -  "Saya tidak berpikir dua kali. Kami bicara tentang aborsi dengan terbuka. Saya ingat bercerita kepada teman-teman dan keluarga terakhir kalinya saya melakukan hal itu," kata Piia (bukan nama sebenarnya), seorang perempuan berusia 19 tahun dari Greenland mengatakan kepada BBC.

Ia pernah melakukan lima aborsi dalam dua tahun terakhir.

"Saya biasanya memakai pelindung tetapi kadang-kadang lupa. Saya tak bisa punya bayi sekarang ini, saya sedang di tahun terakhir sekolah saya," kata remaja asal Nuuk, ibu kota Greenland.

Pages