(2

Idul Fitri Dalam Genangan Darah Dan Airmata (2

Juftazani
 


Adinda,
Di hari yang fitri 1441 Hijriyah ini
Mimpi atau pemandangan apakah yang telah kau lihat
Dalam nyenyak tidurmu
Kelak kita juga akan pulang dan bersama di surga
Kami kakak-kakakmu benar-benar kehilangan atas kepergianmu
Adinda, peluklah aku dalam hari terakhirmu
Aku tak kuasa menahan guguran airmata
Menggenangi pipi yang tirus ini

 

Rahasia Suara Caleg Menang : Caleg Pemenang Elektabilitasnya 7% (Tujuh Persen) (2

KONFRONTASI - Menyambung pembahasan artikel sebelumnya  bagaimana rumus menentukan caleg menang dalam suatu dapil adalah total suara sah di kali 7% itulah target suara yang harusnya diperoleh bagi seorang caleg yang berpotensi menang. Tidak halnya menang itu asalkan mendapat sekedar suara/ dukungan pemilih saja tetapi berapa jumlahnya itu intinya. Memperkirakan dengan lebih teliti dan meyakinkan berapa jumlah suara yang akan diperoleh dan apakah mungkin tercapai dengan segala upaya pemenangan yang sudah dilakukan selama ini.

Perjalanan Balik Api Malari 2014 -1974 (2

Kami Akan Meletuskan Malari Millennium Ke 3 Lebih Membara Dan Membakar Dunia

 

 

Oleh: Juftazani

 

 

Kami kumpulan pemuda berdarah dan berdebu
Sepanjang perjalanan sejarah peradaban Indonesia
Tak mau tahu apa yang kalian kerjakan di langit-langit Negara Indonesia
Menjulangkan Negara, atau menenggelamkan NKRI
Untuk dikangkangi bangsa yang rakus dan terdesak perubahan geologi bumi

 

Perjuangan Rakyat Kota Semarang (2

                                              PERTEMPURAN 5 HARI (2)

 

Juftazani 

 

setelah polisi istimewa di kalisari dibunuh secara kejam tentara jepang

semangat perlawanan tak runtuh

pertempuran dilanjutkan di lawang sewu dan gubernuran

ratusan pemuda semarang terbunuh dan ratusan kenpeitai tewas

kemenangan memang tak pernah utuh

para pemuda terus melakukan perlawanan

ratusan kenpeitai di jatingaleh terpental kena tembakan keras

Perjuangan Rakyat Jogjakarta (2

 

          Djogdjakarta, Ibu Kota Republik Indonesia (2)

 

 

 

Juftazani

 

 

 

riuh rendah sorak sorai perjuangan di Djogdjakarta 73 tahun jang lalu

hari ini pun rakyat  disandera para pengkhianat

yang menjelma perampok-perampok berdasi

 : ingat!

   seribu  nyawa dihempaskan Belanda di Magelang dan Ambarawa

   untuk merebut secuil kekuasaan

   darah tercecer terasa senyap

   ditengah deru korupsi dan kolusi