Skip to main content
x

Pyongyang, Gencar Uji Coba Nuklir, Hawaii Aktifkan Sirene Era Perang Dingin

KONFRONTASI - Seiring dengan semakin memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dengan Korea Utara, Hawaii bersiap untuk mengaktifkan kembali sistem peringatan serangan nuklir yang pernah digunakan di era Perang Dingin. Pengaktifan ini untuk mengantisipasi potensi serangan rudal balistik yang semakin gencar dilakukan Korut.

Nada peringatan serangan tersebut akan terdengar selama 50 detik di hari kerja pertama setiap bulan mulai 1 Desember mendatang. Suaranya akan terdengar seperti peringatan bencana lain seperti badai atau tsunami. Pemerintah setempat menyarankan agar warga mengikuti imbauan selama sirene dibunyikan.

"Sinyal peringatan serangan tersebut dibunyikan untuk mengimbau masyarakat agar segera berlindung. atau mengikuti perintah seperti masuk ke rumah, tetap di dalam, atau tunggu," kata administrator Badan Manajemen Darurat Hawaii, Vern Miyagi, dikutip dari laman New York Times, Rabu (29/11).

Pengumuman tentang pengaktifan sirene ini dilakukan sebelum Korut menembakkan rudal balistik antar benua jenis Hwasong-15 dini hari tadi. Rudal tersebut meluncur sejauh 950 km itu selama 53 menit dengan ketinggian 4.475 dan jatuh di laut Jepang.

Peluncuran rudal baru ini semakin meyakinkan Hawaii untuk membunyikan sirene secara reguler sebagai langkah akhir untuk melindungi 1,4 juta penduduk Hawaii.

"Kami berhenti menggunakan sirene ini pada pertengahan 1990an setelah Perang Dingin berakhir pada tahun 80an. Kami berhenti karena tidak ada lagi kebutuhan saat ini, tetapi ada pihak yang membuat kami membutuhkannya lagi sekarang," ungkap Juru Bicara Manajemen Darurat, Richard Rapoza.

"Ancaman Korut lah yang membuat kami mulai menggunakannya lagi," tandasnya.(Jft/Merdeka)

NID
127436