Skip to main content
x
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky

Presiden Ukraina: Moskow Gunakan Nord Stream Sebagai Senjata

KONFRONTASI-Proyek pipa gas Nord Stream 2 yang menghubungkan Rusia dan Eropa Barat merupakan senjata yang digunakan Moskow untuk melawan Ukraina.

Begitu yang disampaikan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam sebuah forum pada Senin (5/7), seperti dimuat Sputnik.

"Tantangan terbesar bagi Ukraina saat ini di bidang (energi) adalah penyelesaian dan peluncuran pipa gas Nord Stream 2. Peluncuran operasionalnya tidak terkait dengan ekonomi. Ini adalah senjata melawan Ukraina dan, saya yakin, akan menjadi senjata melawan seluruh Eropa di masa depan," jelasnya.

Zelensky kemudian mendesak sekutu-sekutu Baratnya untuk segera menghentikan proyek tersebut.

Proyek pipa Nord Stream 2 bertujuan untuk menjadi lalu lintas 55 miliar meter kubik gas per tahunnya dari Rusia ke Jerman, melewati Laut Baltik.

Proyek tersebut dikecam oleh banyak pihak, terutama Ukraina dan Amerika Serkat (AS) karena dianggap dapat menjadi ancaman kemandirian energi Eropa, serta memperluas pengaruh Rusia.

Sejumlah negara Baltik, seperti Polandia, juga mendesak Eropa untuk menghentikan proyek tersebut dan mendukung sanksi yang diberlakukan AS.

Namun Rusia telah berulang kali membantah menggunakan proyek tersebut sebagai alat.

Ekonomi Ukraina sendiri diketahui sangat bergantung pada uang transit gas Rusia. Menurut Kepala Operator GTS Ukraina Sergiy Makogon, negara akan kehilangan 5-6 miliar dolar AS per tahun jika Nord Stream 2 diluncurkan, termasuk 1,5 miliar dolar AS yang akan hilang dari Kiev jika Rusia menangguhkan gas transit.(mr/rm)