Skip to main content
x

Pilpres: Presidential threshold Harusnya Nol persen sesuai Konstitusi. Tokoh Alternatif Pasti Muncul: RR, Anies, Airlangga, Emil dst

KONFRONTASI-  Oligarkisme menguat, korupsi merajalela, KPK dilumpuhkan dan skandal Bansos mencapai Rp100 trilyun, utang pemerintah Jokowi lebih Rp6000 trilyun, otoriterisme  menaik tinggi dan membuat Indonesia terjerembab ke dalam kubangan kehancuran ekonomi dan pandemi.

Masuk akal kalau Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengkritisi kehadiran ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold seiring rencana DPR merevisi UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Fadli menilai, sebaiknya ambang batas pencalonan presiden yang mencapai 20 persen ditiadakan dan dihapus menjadi Nol persen.  Analis politik Muslim Arbi  {mantan aktivis komisariat HMI ITB} meminta agar presidential threshold diturunkan  menjadi Nol persen atau kalau parpol parpol emoh Nol persen maka maksimal  cukup 5 persen demi amanat rakyat dan Konstitusi. ''Yang baik adalah Nol persen,'' kata Arbi, aktivis antikorupsi. Figur alternatif seperti Rizal Ramli, Anies Baswedan, Airlangga .Emil Ridwan Kamil atau Gatot Nurmantyo, katanya,  bisa maju ke pilpres  kalau presidential threshold diturunkan  menjadi Nol persen .

Sejauh ini, karena Tak Sesuai Semangat Reformasi, PAN juga Minta Presidential Threshold Dihapus !

Mereka  menilai, ambang batas pencalonan yang kini mencapai 20 persen membuat terbatasnya kandidat calon presiden untuk bertarung di dalam kontestasi politik tahun 2024 mendatang. Dampaknya, rakyat sebagai pemilih hanya disuguhkan dengan pilihan yang itu-itu melulu. Belum lagi sedikitnya pilihan calon membuat mereka rentan dengan sejumlah kepentingan.

Analis politik Rizal  Fadilah {mantan aktivis Muhammadiyah} menyingkapkan bahwa Persiapan Pilpres 2024 menjadi landasan pembentukan figur politik ke depan. PDIP memiliki figur trah Soekarno yang terus digelindingkan yakni Puan Maharani. Ganjar yang mencoba mengangkat diri ternyata di "buldozer". Gerindra masih mendorong figur Prabowo untuk Capres. Sementara Golkar sang Ketum Airlangga dipastikan untuk diusung oleh partainya. Demokrat ada AHY yang serius dipasarkan. 

Anies dan Ridwan Kamil Bertukar Ucapan Selamat Dapat Penghargaan

Menurutnya, PKS dan Nasdem mendekap Capres kuat Anies Baswedan. Sementara PPP, PKB, dan PAN tidak memiliki calon sendiri. Posisinya lebih pada mendukung figur figur yang kelak manggung. Kalkulatif dan mungkin pragmatik. Jika berubah menjadi sedikit ideologis bisa saja ketiga partai itu mencari figur alternatif seperti Rizal Ramli atau Gatot Nurmantyo meskipun untuk hal ini probabilitasnya tidak terlalu besar.

{sumber2/ed}

NID
195803