Tiga Tuntutan Rakyat !

Oleh: Kololen TNI Purn Sugeng Waras

Tiga Tuntutan Rakyat !
 
1. Cabut dan bubarkan RUU HIP / BPIP
2. Usut tuntas insiatornya
3. Bubarkan Partai yang hendak menggantikan dasar negara, Pancasila 18 Agustus 1945

Gertak sambal ?

No, sebelum dan setelah dilantik sebagai Panglima Rakyat Nasional / TRITURA oleh para senior dan yuniorku, para tokoh Ulama dan para tokoh ormas, hatiku, jiwaku, geloraku tidak berubah untuk ingin menggulung oknum oknum atau kelompok yang dengan sengaja mengubah dan mengganti dasar negara Pancasila 18 Agustus 1945, yang sudah disepakati bersama, terakhir dan mengikat !

Terus...mau makar ?

Bukan ! Justru aku mau menggulung oknum / kelompok yang telah dengan sengaja makar terhadap ideologi / dasar negara, Pancasila, 18 Agustus 1945

Tidak takut ?

Tidak perlu ada yang ditakuti, kecuali yang sepaham dengan saya dimanapun kedudukan dan keberadaanya !

Tidak takut dengan TNI POLRI ?

Apalagi dengan TNI Polri, sedikitpun aku tidak gentar dan tidak takut kepada mereka

Aku juga mantan prajurit, aku paham siapa mereka !

Darah dagingku juga prajurit, jiwaku, sumpahku Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, tak berkurang, telah merekat dan melekat didadaku

Memang tenagaku dan kekuatanku menurun seiring usiaku yang 70 tahun, namun kemauanku untuk melawan keburukan / kejahatan dan menegakkan kebenaran / kebaikan pantang surut !

Generasi penerus ku harus paham, apa itu atheis, komunisme / marxisme dan leninisme

Atheis tidak identik komunis, dan kini new komunis belum tentu atheis

Mengapa kita tidak menerima dan anti komunis, ini sejarah singkatnya

Asal paham komunis awalnya dari Rusia dan Cina

Jauh sebelum kemerdekaan, Indonesia telah dimasuki paham komunis yang dibawa oleh tokoh komunis Belanda, Sneevliet

Kemudian tahun 1920, PKI berdiri, di Semarang 

Selama pergerakan perjuangan kemerdekaan, PKI tidak pernah bergabung dengan para pejuang kita, karena memang tujuan datang ke Indonesia untuk menyebarkan paham komunis, terutama tentang rencana dan pencanangan idologi komunis terhadap Indonesia

1948 memberontak di Madiun, dipimpin Muso, dibayang bayangi Rusia

1965, melakukan kudeta ke pemerintah RI, dengan G 30 S / PKI nya, dipimpin Untung, dibayang bayangi RRT, membunuh jendral jendral TNI AD dan para ulama

1966, melalui TAP MPRS XXV / 1966,  PKI telah dibubarkan dan dilarang menyebarkan paham komunis / Marxisme dan Leninisme diseluruh wilayah pelosok Nusantara

Meskipun beberapa tahun setelah itu, pemerintah telah memberikan hak yang sama kepada anak keturunan PKI dengan warga negara lainya, dengan syarat tidak boleh menyebarkan ajaran komunis apapun bentuk dan caranya, namun faktanya ada beberapa kelompok yang tetap dan terus menyebarkan ajaran / paham komunis seperti Ribka , Dita, Budiman Sujatmiko dkk, dengan melakukan kegiatan rapat rapat, pembuatan kaos, bendera berlambang palu arit, buku buku aku bangga anak PKI, anak PKI masuk Parlemen dll

Lebih gila lagi, kini mereka sudah masuk dan berperan diberbagai lini, termasuk dilingkaran kekuasaan

Banyak mereka yang militan, mempertahankan dan mengajarkan paham komunis

Bahkan mereka yang bergabung bersama PDI saat diterima dan dibina oleh ahli strategi may Jen purn tni Theo Syafei, kini dengan terang terangan menjadikan ad art dan visi misinya jelas jelas mangacu dan berdasarkan kepada Pancasila 1 Juni 1945, yang tidak disetujui dan kemudian diperbaiki dan disempurnakan pada 22 Juni 1945, dan finalnya pada Pancasila 18 Agustus 1945, yang kita pedomani hingga kini

Perpres yang dikeluarkan pemerintah tahun 2017, telah melanggar dasar negara Pancasila 18 Agustus 1945, kenapa diam dan dibiarkan ?

Ini pelanggaran serius dan fatal karena telah keluar dan menyimpang dari undang undang dasar negara yang telah disepakati bersama dan mengikat untuk seluruh bangsa dan warga negara Indonesia

Lantas kenapa sedikitpun aku tidak takut kepada TNI POLRI ?

Sebagai purnawirawan TNI, aku tetap yakin dan optimis, bahwa TNI POLRI berpendapat sama dan sepaham dengan saya, tidak sejalan dan tidak sepaham dengan PKI

Kalau toh ada beberapa gelintir oknum yang berindikasi paham PKI, itu hanya sebagian yang sangat amat sedikit dan kecil

Oleh karenanya, kepada saudara saudaraku dari manapun golongan dan agamanya, janganlah mudah terhasut dan terbius untuk menstigma TNI POLRI mendukung PKI

Justru dengan cerita singkat ini, marilah bersama sama kita dukung TNI POLRI kita yang kita cintai dan kita banggakan ini, untuk menjaga, mempertahankan ideologi negara, Pancasila 18 Agustus 1945

Sekali lagi, hilangkan prasangka buruk terhadap TNI POLRI, karena TNI POLRI  juga merasakan menjadi korban PKI baik di Tahun 1948 dan 1965

Selanjutnya, kenapa kita suarakan TRITURA, karena dalam RUU HIP / BPIP tidak dicantumkan dekrit presiden 1959 yang merupakan roh Pancasila, Tap MPRS XXV / 1966 tentang pembubaran PKI dan larangan penyebaran pahamnya, tidak di cantumkan UU 27 / 1999 tentang perubahan KUHP yang berkaitan dengan kejahatan terhadap keamanan negara, serta adanya Parpol yang mengganti dasar negara, Pancasila 18 Agustus 1945

Oleh karenanya marilah bersama sama kita dukung dan laksanakan TRITURA ini, sebagai hak bela negara, yang merupakan hak dan kewajiban warga negara, yang dijamin dan dilindungi undang undang

Tentang sikap pemerintah yang ragu dan ambigu terhadap pelanggaran, menjadi kewajiban kita sebagai hak warga negara untuk mengingatkan, mengoreksi dan meluruskan pemerintah, untuk konsisten dan konsekuen terhadap pelanggaran, yang  diduga kuat ada perencanaan makar terhadap idologi / dasar negara Pancasila 18 Agustus 1945

Bukan hanya koreksi, tapi kita bantu berikan solusi, yaitu tindakan tegas terhadap mereka yang melanggar dasar negara, Pancasila 18 Agustus 1945

Dalam hal ini saya bersama kawan kawan yang sepaham tetap dan terus melawan terhadap siapapun yang dengan sengaja membiarkan bahkan melindungi dan menutupi perbuatan ini

TNI POLRI, bertugas menjaga dan membela persatuan dan keselamatan bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia

Itulah sebabnya TNI POLRI ikut terjun kelapangan untuk melaksanakan terjaganya persatuan dan keselamatan itu, dalam rangka mencegah dan menjaga agar tidak terjadi korban dari pihak manapun

Sekali lagi, TNI POLRI turun kelapangan tidak hanya untuk mengamankan dan menyelamatkan pemerintah semata, tapi untuk keamanan dan keselamatan kita semua

Jika toh ada oknum TNI POLRI yang bertindak gegabah dan lalai kepada salah satu pihak, apa lagi pihak yang membela dasar negara, maka oknum TNI POLRI tersebut dapat dipidanakan akibat mencederai pembela Pancasila serta melindungi pelanggar dasar negara Pancasila 18 Agustus 1945

Oleh karenanya teruskan perjuangan kita untuk menggulung pengkianat pengkianat negara, apapun kedudukan dan dimanapun keberadaanya, dengan berpedoman kepada aturan dan konsitusi yang ada

Ingat kedaulatan hukum, namun jangan melupakan kedaulatan rakyat, karena kedaulatan rakyat diatas segala galanya

Bangsa Indonesia tidak boleh mlempen, bangsa Indonesia cinta damai tapi lebih cinta kemerdekaan dalam menentukan nasib bangsa sendiri yang tidak mau diatur dan dicampuri oleh bangsa lain dalam menjalankan roda pemerintahan sesuai cita cita para pendiri negara...

Saya ingatkan kepada para stake holder negara ini

Bukan KEKUASAANMU  yang menjadikan MARTABAT DAN KEHORMATANMU, tapi KEJUJURAN, KEBENARAN, KEADILAN DAN KEBERSAMAAN dengan RAKYATMU, yang menjadikan anda BERMARTABAT, TERHORMAT DAN MULIA dimata RAKYATMU !

ALLAHU AKBAR !!!

MERDEKA..!!!

( Bandung, 14 September 2020, Sugengwaras, purn TNI, Panglima Rakyat Nasional / TRITURA ). 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...