Arbi Sanit: Di Solo Banyak Orang Berpengalaman, Apa Gibran Pantas Pimpin Mereka?

KONFRONTASI -  - Sejumlah pihak beranggapan bahwa Pencalonan Putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Solo 2020 adalah upaya Jokowi untuk membangun dinasti politik.

Terkait hal itu, Pengamat politik Arbi Sanit mengatakan, dinasti politik adalah sesuatu yang lumrah di dunia. Bahkan, di negara besar seperti Amerika Serikat yang notabene sebagai negara rujukan demokrasi, dinasti politk juga terjadi.

Arbi pun memberi contoh soal dinasti politik keluarga Kennedy. Ia mengatakan, setelah John Fitzgerald 'Jack' Kennedy atau terpilih sebagai presiden pada November 1960, dia mengajak adiknya Bobby Kennedy dan Ted Kennedy untuk menempati jabatan-jabatan penting di pemerintahan federal.

"Sebenarnya dinasti itu di negara demokrasi juga berjalan, seperti Kennedy misalnya, itu di negara biangnya demokrasi," kata Arbi kepada wartawan, Senin (27/7/20).

Namun demikian, Arbi menyebut, sebelum keluarga Kennedy menempati jabatan- jabatan penting di AS, mereka telah dibekali dengan pendidikan yang baik, serta diarahkan sejak muda untuk berkarier sebagai abdi negara, baik sipil maupun militer.

"Tapi masalahnya adalah John Kennedy (Presiden AS ke-35) dan juga adik-adiknya itu pengalamannya segerobak, sekolahnya top, Harvard, lalu dia aktif di partai," ujarnya.

Dinasti Kennedy, menurut Arbi, berbeda jauh dengan dinasti yang ingin dibangun Jokowi lewat putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka. Arbi menilai, Gibran belum memiliki bekal apa-apa untuk menjadi pemimpin.

"Ini (Gibran) pengalaman juga nggak ada, sekolahnya apa, karir di politik juga tidak ada, lalu apa modalnya untuk memimpin ratusan ribu manusia di Solo?" ucap dia.

"Di situ (Solo) banyak orang yang berpengalaman segerobak, orang yang berpendidikan selangit, lah apa dia (Gibran) sudah pantas memimpin orang-orang itu? Logikanya di mana itu, nggak masuk akal," sambungnya.

Arbi menambahkan, seharusnya calon kepala daerah adalah sosok yang arief, pendidikannya baik, rekam jejaknya sudah teruji, berpengalaman di birokrasi maupun politik.

"Harusnya yang memimpin itu orang yang arif, orang yang berpendidikan terbaik, yang berpengalaman di politik dan birokrasi, jadi yang terbaik itu yang harusnya jadi pemimpin," tandasnya.

sehari yang lalu

BRAVO UNTUK PAK Arbi Sanit . .

sehari yang lalu
Sdh pak karena kursus kilat tdk sampai setahun tamat .. dan dilantik oleh megawati yg punya pedeipe.. sebagai petugas partai lokal...!
 
sehari yang lalu
Maklum warga solo mau milih bingung, yang ada tukang jahit sama tukang martabak gimana?
 
sehari yang lalu
Gk. Pantaslah pak minim segalanya
 
sehari yang lalu
Kalau rakyat solo ingin dipimpin pak Gibran...apa ada yg salah pak Arbi....!!!
 
sehari yang lalu
Ya betul itu harus punya pengalaman seabrek sebagai seorang peminpin aktif dipartai
 
sehari yang lalu
Modalnya jujur, memperhatikan rakyat, tidak koropsi Perpendikan lulusan universitas terbaik di dunia. Pengalaman segudang tapi kalo ujung2 nya korupsi buat apa?
 
sehari yang lalu

Klu Gibran jadi wali kota solo di pengalamannya bukan politi wkkkkk,tapi dagang martabak manis dan ketan hitam.

sehari yang lalu
Tenang saja pak PILPRES di Indonesia belum pernah anak presiden mantan presiden Menang....rakyat sudah pinter...ibu Mega saja tidak dipilih
 
sehari yang lalu
O....SANGAT PANTAS.. KALU TIDAK PANTAS GIMANA KLU ELO YG MAJU....MAU....?

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...