16 December 2019

Disclaimer KPU indikasi Amatiran, Kacau dan Primitif? Rakyat Tidak Percaya lagi KPU

KONFRONTASI- Munculnya disclaimer dalam Situng KPU RI  era Joko widodo setelah viralnya kesalahan penghitungan suara dalam sistem itu,  telah menunjukkan adanya kekacauan dan amatiran serta primitif lembaga KPU dalam teknologi informasi yang dimiliki KPU. Demikian pandangan jurnalis senior Arief Sofyanto yang juga sosok aktivis jaringan Prabowo Center. Hal sebelumnya  tersebut disampaikan oleh Koordinator IT BPN Prabowo-Sandi, Agus Maksum.

"Setelah kesalahan itu viral, baru muncul disclaimer yang isinya empat poin, intinya kalau ada kesalahan dalam Situng dapat dibetulkan," kata Agus Maksum dalam diskusi kesalahan Situng KPU di Jakarta, Selasa (30/4/2019).

''KPU kacau dan amatiran, sangat memalukan karena biaya IT KPU sangat mahal, tapi malah kacau dan amatiran, primitif,'' kata Arief.

Ia menekankan bahwa disclaimer adalah sesuatu yang dibuat guna mengantisipasi hal-hal yang tidak dapat diantisipasi atau di luar kontrol.

Munculnya disclaimer di Situng KPU, kata dia, menunjukkan memang ada kekacauan dalam IT KPU yang di luar kontrol KPU. "Semestinya sesuatu dalam Situng itu bisa dikontrol sejak awal," tegas dia.

Sebelumnya, Ketua KPU RI Arief Budiman merespons isu adanya kesalahan penghitungan suara yang tampil di Situng dengan menyatakan bahwa Situng bukan hasil resmi penghitungan suara.

Arief mengatakan bahwa sejatinya telah ada disclaimer yang berisi empat poin.

Disclaimer itu yakni:

1. Data entri yang ditampilkan pada Menu Hitung Suara adalah data yang disalin apa adanya/sesuai dengan angka yang tertulis pada salinan Formulir C1 yang diterima KPU kabupaten/kota dari KPPS.

2. Apabila terdapat kekeliruan pengisian data pada Formulir C1, dapat dilakukan perbaikan pada rapat pleno terbuka rekapitulasi di tingkat kecamatan.

3. Apabila terdapat perbedaan data antara entri di Situng dan Salinan Formulir C1, akan dilakukan koreksi sesuai dengan data yang tertulis di salinan Formulir C1.

4. Data yang ditampilkan di Situng bukan merupakan hasil resmi penghitungan perolehan suara. Penetapan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara dilakukan secara berjenjang sesuai dengan tingkatannya dalam rapat pleno terbuka.(jogjacom/repelita/telusur)

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...