Rizal Ramli di UIN Sultan Maulana Hasanuddin: Paket Kebijakan ke-16 Mengingkari Revolusi Industri 4.0

KONFRONTASI-  “Inikan aneh, masa lagi gencar-gencarnya promosi revolusi industri 4.0, eh ini malah kebijakan lain mau bikin SDM (Sumber Daya Manusia-red) kita gak dapat kesempatan kerja di Indonesia,” kata teknokrat senior Rizal Ramli, dalam diskusi dengan tema ‘Kaum Muda Menghadapi Revolusi Industri 4.0’ di kampus UIN Sultan Maulana Hasanuddin, hari ini.

Mantan Menko PErekonomian yang juga Ekonom senior Rizal Ramli menanggapi paket kebijakan ke-16 pemerintah. Menurutnya, langkah tersebut mengingkari keputusan yang digencarkan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto soal revolusi industri 4.0.

Menurut Rizal dengan hadirnya pakaet kebijakan tersebut, justru akan mempersulit kesempatan bergerak bagi generasi muda Indonesia. “Loh, memangnya kita gak mampu, sampai urusan warnet dan cetak sablon aja mau dipegang 100 persen sahamnya oleh pihak asing. Ini logika darimana mau memajukan SDM kita, kalau mau bikin kebijakan yang cerdas sedikit dong. Apalagi ini kan bertentangan dengan revolusi industri 4.0, dan ini sangat lucu!” jelas Rizal disambut tepuk tangan para peserta.

Ia juga berharap presiden Joko Widodo membatalkan kebijakan tersebut, karena jelas tidak ada keberpihakan terhadap rakyat sama sekali. “Saya berharap Pak Jokowi membatalkan kebijakan ini. Karena jelas, jika tempat pertunjukan seni atau galeri seni saja sudah dipegang asing, ini bagaimana?. Padahal galeri dan tempat pertunjukan seni itu simbol kota.” tambah Rizal.

Mantan anggota tim panel penasihat ekonomi PBB ini mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan tersebut. Karena menurutnya saat ini dunia pendidikan di Indonesia dalam kondisi yang memprihatinkan, ditambah lagi dengan kebijakan tersebut yang membuat peluang generasi muda semakin sempit.

“Doktor, pakar dan ahli di Indonesia itu tidak sedikit, tapi kualitas dan top ranking pendidikan kita gak ada yang sampai top 500. Ini sangat memprihatinkan, dan memalukan. Apalagi ditambah dengan kebijakan yang mengarah pada kesempatan pihak asing melebarkan sayap di Indonesia, ini mau bagaimana jadinya kita,” tutupnya. (Fel)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...