21 June 2018

Tak Boleh Ada Lagi Kampanye Capres - Pelayanan Publik Jadi Tema Debat Ketiga Pilgub Jabar

KONFRONTASI -  KPU Jawa Barat menegaskan, seluruh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat dilarang mengampanyekan calon presiden saat pelaksanaan debat publik ketiga Pilgub Jawa Barat 2018. Debat akan dilaksanakan pada Jumat 22 Juni 2018 di Kota Bandung.

"Itu sebenarnya sudah tertuang dalam PKPU (larangan mengkampanye Capres saat debat publik). Debat kandidat harus bersifat edukatif," kata Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat di Kota Bandung, Rabu 23 Mei 2018.

Ditemui usai menggelar rapat pimpinan KPU Jawa Barat dengan setiap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Kantor KPU Jawa Barat Jalan Garut, Kota Bandung, Yayat menekankan bahwa debat publik kandidat Pilgub Jawa Barat harus disampaikan dengan tertib, sopan, mendidik, bijaksana, dan tidak provokatif.

"Hal itu sesuai dengan Peraturan komisi pemilihan umum (PKPU) yakni Pasal 18 Nomor 4 Tahun 2017," kata Yayat.

Selain itu, materi debat publik kandidat Pilgub Jawa Barat yang disampaikan pasangan calon harus menampilkan visi dan misi yang mengarah pada peningkatkan kesejahteraan umum, pelayanan publik, memajukan daerah, menyelesaikan masalah daerah, menyingkronkan pembangunan daerah dan nasional, serta memperkokoh NKRI.

"Kalau di luar itu berarti sudah melenceng dari PKPU tersebut," kata dia seperti dilaporkan Antara.

Ketika ditanyakan apakah KPU Jawa Barat telah menyiapkan sanksi jika pada debat publik ketiga masih ada calon yang melanggara aturan seperti pada debat publik kedua, Yayat menuturkan akan ada sanksi.

"Sanksinya administrarif, kecuali yang provokatif. Kalau itu masuknya pidana pemilu, itu urusannya di pengadilan di Gakumdu, bukan oleh KPU," kata dia.

Ricuh di Depok

Sebelumnya, kericuhan terjadi pada debat publik ketiga Pilgub Jawa Barat, di Kampus Universitas Indonesia, di Depok, Senin, 14 Mei 2018 lalu.

Pernyataan akhir kandidat nomor urut tiga, Sudrajat dan Syaikhu memicu emosi pendukung kandidat lain karena menyinggung soal pergantian presiden.

Sudrajat, saat menyampaikan pesan penutup dalam debat mengatakan, apabila pasangan Asyik memenangi Pilgub Jabar 2018, pada 2019 bisa mengganti presiden.

"Asik menang 2019, kita akan mengganti presiden," ujar Sudrajat dalam debat yang disiarkan di televisi itu.

Pernyataan Sudrajat tersebut diikuti dengan langkah wakilnya Ahmad Syaikhu yang membentangkan kaus bertuliskan "Gubernur 2018 Asyik, 2019 Ganti Presiden".(KONF/PR)

Category: 
Loading...