Skip to main content
x

Miliki Rekam Jejak Buruk Pelayan Asing, Kuntoro Ditunjuk jadi Deputi Kepala Staf Kepresidenan?

KONFRONTASI -  Payah sekali Jokowi, karena nama Kuntoro Mangkusubroto santer dikabarkan akan ditunjuk sebagai Kepala Staf Kantor Kepresidenan. Namun, banyak kalangan menilai Kuntoro kurang layak dipilih Presiden Joko Widodo karena memiliki rekam jejak buruk.

"Sangat disayangkan jika Kuntoro ditunjuk sebagai Kepala Staf Kantor Kepresidenan. Dia punya rekam jejak yang kurang baik," ujar Peneliti Lingkar Studi Perjuangan (LSP) Gede Sandra kepada kantor berita politik RMOL, dalam kilas balik  kali ini (Rabu, 26/11/14).

Gede menyebut Kuntoro sebagai salah satu simpul utama kekuatan kaum neoliberalis di Indonesia. Kuntoro juga disebut-sebut dekat dengan mafia migas. "Memboyong" Kuntoro yang di era pemerintahan SBY menjabat Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) ke Istana dikawatirkan akan membuat Istana kembali dikuasai kaum neolib jaringan mafia migas.

"Kuntoro orang yang mudah dikendalikan asing. Dia lah yang pertama kali memperjuangan draft  UU No 22/2001 tentang Migas yang membuka pintu bagi masuknya kepentingan asing," papar Gede.  

Selain itu, lanjut Gede, penunjukkan Kuntoro sangat rawan konflik kepentingan. Sejak lama Kuntoro dikenal sebagai mitra dekat perusahaan konsultan asal AS McKinsey. Bahkan ia mempunyai mimpi membuat semacam west wing Gedung Putih di lingkungan Istana Merdeka.

Selain neolib, Kuntoro juga sempat bersinggungan dengan kasus KKN. Kuntoro bahkan pernah dipecat dari jabatannya sebagai Direktur PLN pada masa Gus Dur karena dianggap memiliki konflik kepentingan dengan perusahaan raksasa batubara milik sahabatnya semasa kuliah, Suharya, sehingga tidak mampu melakukan renegosiasi harga listrik Paiton.

Rekam jejak Kuntoro lainnya, dia diduga cukup dekat dengan mafia migas. Hal ini ditunjukkan dalam putusan KPPU tahun 2004 terkait kasus VLCC, nama Kuntoro Mangkusubroto disebutkan sebagai anggota dewan komisaris PT Perusahaan Pelayaran Equinox yang pemiliknya disebut-sebut masuk daftar nama mafia migas.

"Jadi pertanyaan besar mengapa Menteri ESDM Sudirman Said malah mengundang Kuntoro ke Kantor ESDM beberapa hari setelah dilantik Jokowi? Itu jauh sebelum tim pemberantasan mafia migas yang dipimpin Faisal Basri dibentuk," pungkas Gede.[Jft/]

NID
153020