Skip to main content
x

Mahasiswa: PPKM Jokowi Gagal dan Krisis ekonomi makin berat

KONFRONTASI- Kaum mahaiswa kembali menilai kebijakan PPKM Jokowi gagal dan krisis ekonomi makin berat. Para mahasiswa berdemo di berbagai daerah meski tidak disiarkan media massa mainstream di Jakarta.  Para mahasiswa demo di kampus  atau tempat masing-masing seperti dalam kasus demonstrasi 1997/98 era Orba Soeharto.

Mahasiswa melihat politik PPKM Jokowi gagal dan krisis ekonomi makin buruk karena selama PPKM banyak rakyat kehilangan kerja dan tak mendapat bansos pemerintah.

Sebelumnya, Kelompok organisasi kemahasiswaan Cipayung Plus yang didalamnya terdiri dari PB HMI, PB PMII, PP GMKI, PP PMKRI, PP HIKMABUDHI, PP KMHDI, DPP IMM, PP KAMMI, PP HIMA PERSIS, PP PII, EN LMND yang  menyatakan sikap bersama terkait penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air. Secara garis besar, Cipayung Plus menilai pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dinilai gagal dalam menanggulangi dan mengendalikan pandemi Covid-19.

"Cipayung Plus yang terdiri dari 11 organisasi menyuarakan sikap, pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo gagal dalam penanggulangan wabah Covid-19, bersama dampak yang datang mengiringinya, baik di sektor ekonomi, sosial, budaya, politik maupun pemerintahan," tegas Ketua Umum PP GMKI Jefri Gultom selaku perwakilan Cipayung Plus saat jumpa pers di Gedung Juang, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (20/8).

Oleh karena itu, ada 14 tuntutan mereka terkait penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Yakni Presiden harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Kabinet Indonesia Maju. Presiden harus segera melakukan evaluasi terhadap kebijakan ekonomi, kesehatan, Pendidikan, hukum dan tata kelola pemerintahan terutama dalam penanganan pandemi Covid-19

Analis Muslim Arbi, mantan aktivis HMI-ITB menegaskan bahwa seruan dan temuan/sikap Cipayung Plus itu harusnya menyadarkan Jokowi agar  bersikap bijak yakni legowo mundur karena jelas tidak mampu mengatasi masalah pandemi dengan segenap implikasi sosil-ekonomi, politik dan budaya. ''Gerakan pemuda/mahasiswa yang memutuskan Jokowi gagal itu diprediksi jadi bola salju yang melanda rakyat menuju ketidakpastian dan turbulensi politik,'' kata Muslim Arbi, Direktur Gerakan Perubahan, Garpu.