Skip to main content
x

Lawan Pemutusan Hubungan Kerja Sepihak Buruh PT. Daya Radar Utama (PT. DRU) Berjuang Dengan Mogok Kerja.

KONFRONTASI -    Pandemi tak kunjung usai, rakyat pekerja semakin melarat.

Pemutusan hubungan kerja (PHK) lagi – lagi menjadi momok yang menakutkan bagi kaum buruh Indonesia, khususnya bagi buruh PT. Daya Radar Utama - Jakarta (PT. DRU – Jakarta), PT. Daya Radar Utama adalah perusahaan yang bergerak dibidang penggalangan kapal dengan aktivitas kerja membuat dan memperbaiki kapal yang beralamat di Jl. L.R.E Martadinata Volker, Tanjung Priok, Jakarta Utara, PT. DRU mempekerjakan kurang lebih 250 Orang dengan persentase 226 laki – 23 perempuan.

Karena menyadari tindakan PHK illegal yang dlakukan oleh pihak perusahaan melanggar aturan hukum, maka buruh PT. DRU yang merupakan anggota Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia – Serikat Buruh Pelabuhan Nusantara – PT. DRU melakukan perlawanan dengan mogok kerja dengan jumlah peserta mogok sebanyak 78 0rang dan akan berlangsung selama 30 hari mulai dari tanggal 1 sampai 30 september 2021.

Mogok kerja adalah sikap politik sebagai bentuk perlawanan dari kaum buruh terhadap kaum modal yang berlaku sewenang – wenang dan juga sebagai peringatan bagi pemerintah yang tidak hadir dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi kaum buruh khususnya buruh PT. DRU.

Sebagai organisasi serikat buruh yang meyakini kekuatan pokok adalah kepada kekuatan massa, maka kami FBTPI – SBPN – PT. DRU menyadari bahwa solidaritas antar sesama rakyat tertindas adalah kunci dari kemenangan perjuangan rakyat, untuk itu dalam rangka menentang seluruh agenda penghisapan dan sewenang – wenang yang dilakukan oleh penguasa dan pengusaha kami menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menjunjung tinggi nilai – nilai solidaritas.

Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia - Pengurus Komisariat – Serikat Buruh Pelabuhan Nusantara – PT. Daya Radar Utama (FBTPI - PK – SBPN – PT. DRU) menuntut :

1. Batalkan Pemutusan Hubungan Kerja Sepihak ;

2. Pekerjakan Kembali anggota SBPN PT. Daya Radar Utama yang ter-PHK sepihak

3. Bayarkan Hak atas pensiun kepada para pekerja yang memasuki usia pensiun, sesuai peraturan yang berlaku ; 

4. Bayarkan rapelan kekurangan upah dari tahu 2016 s/d 2021 dan kekurangan rapelan upah lembur dari tahun 2016 s/d 2021;

5. Penerapan Struktur skala upah, berdasarkan Peraturan Pemerintah no. 78 tahun 2015   passal 14 ayat 2 ;

6. Penerapan Upah pokok para pekerja yang masih menerima upah di bawah UMP DKI tahun 2021

7. Penerapan Waktu kerja dan pembayaran upah lembur untuk kelebihan jam kerja wajib;

8. Bayarkan upah dan uang makan yang tertunda selama dua bulan (sejak bulan Juli  sampai dengan saat ini);

9. Bayarkan upah dan uang makan tepat waktu, sesuai dengan yang di atur dalam   peraturan perusahaan di tanggal 25 setiap bulan berjalan untuk upah dan tanggal 5 setiap bulan berjalan untuk uang makan ;

Sehari saja kawan kalau kita yang berjuta-juta bersatu hati mogok, maka kapas tetap terwujud kapas, karena mesin pintal akan mati, kapas akan tetap berwujud kapas tidak akan berwujud menjadi kain, serupa pelangi pabrik akan lumpuh mati

Juga jalan-jalan, anak-anak tak pergi sekolah, karena tak ada bis, langit pun akan sunyi, karena mesin pesawat terbang tak berputar, karena lapangan terbang lumpuh mati.

 

Sehari saja kawan, kalau kita mogok kerja dan menyanyi dalam satu barisan, sehari saja kawan, kapitalis pasti kelabakan !!!  “Wiji Thukul (12-11-94)”

0813 – 1006 – 4192 : Desta Atta ( Ketua Komisariat SBPN – PT. DRU) (Redaksi2)