Skip to main content
x

Krisis Nilai, Krisis Multidimensi: Mahasiswa Indonesia (BEM-BEM) sebaiknya berdialog dengan para Tokoh bangsa, Tokoh agama dan Tokoh masyarakat

KONFRONTASI- Mahasiswa Indonesia (BEM-BEM) sebaiknya berdialog dengan para tokoh bangsa, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan situasi- kondisi kehidupan berbangsa bernegara di tengah pandemi corona dan krisis nilai/krisis multidimensi dewasa ini.

Mahasiswa atau BEM-BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) yang ada, bisa menilai kondisi sosial-ekonomi yang memburuk akibat krisis ekonomi dan  pandemi covid. buruknya penegakan hukum, korupsi yang merajalela, hilangnya kebebasan mimbar di  kampus,pemerintahan yang amburadul dan seterusnya.

Mahasiswa atau BEM juga bisa melaporkan atau menilai di sektor-sektor mana keberhasilan pemerintah, dan di sektor apa yang lemah. Secara obyektif, situasi dan kondisi yang terjadi dapat menjadi pertimbangan mahasiswa dalam menyiasati situasi yang  menguat atau melemah akhir-akhir ini.

Beberapa tokoh nasional yang pantas dipertimbangkan mahasiswa/BEM untuk berdialog antara lain Suko Sudarso (mantan Komandan Barisan Soekarno/tokoh GMNI ITB), Rizal Ramli (Menko Ekuin Presiden Gus Dur), Buya Syafii Maarif, Guntur Soekarno Frans Magnis Suseno, , para tokoh agama dan  TNI dan tokoh masyarakat lainnya.

''Mereka adalah adalah pemimpin  ( informal atau formal), inteligensia dan administrator sekaligus solidarity maker  yang mumpuni dan komit pada rakyat banyak,”  kata peneliti senior Universitas Paramadina Herdi Sahrasad dan sosiolog muda  Gratia Wing Artha yang juga mahasiswa pasca sarjana Sosiologi Unair.