Skip to main content
x

Keluarga & Rekan Seprofesi Berkabung Tewasnya 2 Wartawan di Afghanistan

KONFRONTASI -  –  Keluarga dan rekan seprofesi berkabung atas tewasnya wartawan senior NPR David Gilkey dan seorang jurnalis Afghanistan Zabihullah Tamanna atas serangan kelompok Taliban di provinsi Helmand Selatan.

Penghormatan dan penghargaan telah mengalir untuk jurnalis Afghanistan Zabihullah Tamanna dan veteran wartawan Amerika Serikat David Gilkey yang tewas di Afghanistan Selatan ketika kendaraan mereka tiba-tiba diserang kelompok Taliban.

Juru bicara sebuah jaringan AS Isabel Lara mengatakan, Gilkey adalah seorang veteran fotografer berita dan editor video untuk National Public Radio (NPR), dan Tamanna (38 tahun) merupakan seorang jurnalis Afghanistan yang sedang menjalankan tugas pada hari Minggu lalu bersama unit militer Afghanistan di dekat Marjah di Provinsi Helmand sebelum akhirnya mendapat serangan dari kelompok Taliban dalam konvoinya. Tamanna dilaporkan meningalkan seorang istri dan tiga orang anak.

Dua orang wartawan NPR lainnya yang ikut berpergian bersama Gilkey berada dalam kendaraan terpisah adalah reporter Tom Bowman dan produser Monika Evstatieva dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.

Sementara, Najib Sharifi seseorang yang berada dalam Komite Keselamatan Afghanistan mengatakan bahwa apa yang terjadi adalah situasi sangat menyedihkan bagi komunitas media di Afghanistan.

Tamanna dan Gilkey adalah dua wartawan yang besar. Tamanna telah terlibat di media sejak tahun 2001 dan Gilkey telah datang ke Afghanistan pada tahun yang sama ketika Tamanna telibat di media untuk pertama kalinya.

"Dia (Gilkey) adalah seorang teman yang baik untuk Afghanistan dan memiliki banyak teman di sini, seperti yang dia pernah katakan. Dia lebih memiliki banyak teman di Afghanistan daripada di AS," ujar Sharifi.

"Saya dengan keluarga Zabihullah Tamanna dan semua orang merasa terkejut, anak-anak bahkan tidak mengetahui bahwa ayah mereka telah meninggal," sambungnya, sebagaimana dilansir Aljazeera (Selasa, 7/6)..

Pada kesempatan lain, rekan Gilkey menanggapi kejadian ini dengan syok ketika mendengar kabar kematian mendadak yang pertama kalinya dalam sejarah 46 tahun NPR bahwa ia telah kehilangan seorang wartawan pada saat bertugas.

Wakil presiden senior berita NPR dan direktur editorial, Michael Oreskes pun angkat bicara atas peristiwa yang menewaskan salah satu wartawan veterannya.

"David telah meliput perang dan konflik di Irak dan Afghanistan sejak 11 september 2001 silam. Ia ditujukan untuk membantu masyarakat melihat peperangan ini dan kondisi orang-orang yang terjebak didalamnya. Dia tewas untuk mengejar komitmen itu," tukas Oreskes

KONFRONTASI -  –  Keluarga dan rekan seprofesi berkabung atas tewasnya wartawan senior NPR David Gilkey dan seorang jurnalis Afghanistan Zabihullah Tamanna atas serangan kelompok Taliban di provinsi Helmand Selatan.

Penghormatan dan penghargaan telah mengalir untuk jurnalis Afghanistan Zabihullah Tamanna dan veteran wartawan Amerika Serikat David Gilkey yang tewas di Afghanistan Selatan ketika kendaraan mereka tiba-tiba diserang kelompok Taliban.

Juru bicara sebuah jaringan AS Isabel Lara mengatakan, Gilkey adalah seorang veteran fotografer berita dan editor video untuk National Public Radio (NPR), dan Tamanna (38 tahun) merupakan seorang jurnalis Afghanistan yang sedang menjalankan tugas pada hari Minggu lalu bersama unit militer Afghanistan di dekat Marjah di Provinsi Helmand sebelum akhirnya mendapat serangan dari kelompok Taliban dalam konvoinya. Tamanna dilaporkan meningalkan seorang istri dan tiga orang anak.

Dua orang wartawan NPR lainnya yang ikut berpergian bersama Gilkey berada dalam kendaraan terpisah adalah reporter Tom Bowman dan produser Monika Evstatieva dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.

Sementara, Najib Sharifi seseorang yang berada dalam Komite Keselamatan Afghanistan mengatakan bahwa apa yang terjadi adalah situasi sangat menyedihkan bagi komunitas media di Afghanistan.

Tamanna dan Gilkey adalah dua wartawan yang besar. Tamanna telah terlibat di media sejak tahun 2001 dan Gilkey telah datang ke Afghanistan pada tahun yang sama ketika Tamanna telibat di media untuk pertama kalinya.

"Dia (Gilkey) adalah seorang teman yang baik untuk Afghanistan dan memiliki banyak teman di sini, seperti yang dia pernah katakan. Dia lebih memiliki banyak teman di Afghanistan daripada di AS," ujar Sharifi.

"Saya dengan keluarga Zabihullah Tamanna dan semua orang merasa terkejut, anak-anak bahkan tidak mengetahui bahwa ayah mereka telah meninggal," sambungnya, sebagaimana dilansir Aljazeera (Selasa, 7/6)..

Pada kesempatan lain, rekan Gilkey menanggapi kejadian ini dengan syok ketika mendengar kabar kematian mendadak yang pertama kalinya dalam sejarah 46 tahun NPR bahwa ia telah kehilangan seorang wartawan pada saat bertugas.

Wakil presiden senior berita NPR dan direktur editorial, Michael Oreskes pun angkat bicara atas peristiwa yang menewaskan salah satu wartawan veterannya.

"David telah meliput perang dan konflik di Irak dan Afghanistan sejak 11 september 2001 silam. Ia ditujukan untuk membantu masyarakat melihat peperangan ini dan kondisi orang-orang yang terjebak didalamnya. Dia tewas untuk mengejar komitmen itu," tukas Oreskes.(Juft/rmol)