24 July 2019

Utang Indonesia Teraman di Dunia: Perspektif Taufiqulhadi

Oleh Taufiqulhadi, anggota Banggar DPR-RI Fraksi Nasdem dan kandidat PhD Fisip UI

KONFRONTASI- Selama ini diopinikan, pemerintahan Jokowi hanya menumpuk utang, dengan menunjukkan total  utang pemerintah pusat yang mencapai sekitar Rp 3.780 Trilyun.  Angka ini menjadi dramatis karena dibandingkan dengan total utang pada masa akhir pemerintahan SBY (2014) yang baru mencapai Rp 2.608  Trilyun. Sehingga telah terjadi kenaikan utang sampai Rp 1.172 Trilyun, hanya dalam tiga tahun pemerintahan.


Kalau hanya melihat besaran angka tersebut, maka  sepintas terlihat  penumpukan utang  yang menggunung.   Namun, kalau dilihat lebih luas, besaran utang tersebut relatif aman karena rasionya  hanya sekitar 28,1 persen terhadap PDB, Jauh di bawah batas yang ditetapkan UU No.17/2003, yaitu  sebesar 60 persen dari PDB.  Bandingkan dengan sesama negara berkembang lainnya. Misalnya Malaysia, rasionya sekitar 56 persen. Brasil sekitar 78 persen.  Apalagi dengan Jepang yang rasionya bisa mencapai 200 persen dari  PDB.


Di samping itu, kenaikan utang pemerintah sebetulnya mengandung sisi positif. Yaitu  terjaganya  kepercayaan dunia internasional terhadap stabilitas perekonomian Indonesia dan kebijakan pengelolaan makro ekonomi. Lihatlah angka pertumbuhan ekonomi selama lima tahun belakangan ini, yang bisa di atas 5 persen per tahun.  Inflasi terjaga pada kisaran 3-4 persen pertahun. Nilai tukar rupiah terdahap dolar, terjaga pada kisaran Rp 13.300- 13.500. 

Kebijakan APBN juga semakin realistis sehingga rasio defisit anggaran terhadap PDB semakin menurun. Begitu juga keseimbangan primer semakin menurun. Kebijakan makro ekonomi yang prudent inilah  yang meningkatkan kepercayaan internasional sehingga lembaga pemeringkat internasional, seperti Standard & Poor’s (S&) menaikkan sovereign credit rating Indonesia menjadi BBB-/A-3 dengan outlook stabil.
Jadi, siapa takut utang semakin meningkat kalau pendapatan negara semakin meningkat dan kita dipercaya dunia  internasional. ***

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...