The untold Story of Pror DR Achmad Mochtar-pahlawan biomolekuler asal Bonjol Sumbar

Prof DR Achmad Mochtar,  penemu vaksin tetanus asli pribumi kelahiran Bonjol Sumbar-ini termyata satu2nya orang Indonesia yg pernah meraih Nobel pd 1929 di bidang kedokteran lewat lembaga Eijkman yg dipimpinnya.  

Ironisnya,  dia dijadikan tumbal kejahatan tentara pendudukan Jepang ketika Jepang melakukan pembantaian massal lewat vaksin tetanus ke sekitar 900an pekerja kasar (romusha) di Bekasi tnn 1944. 

Konsekwensinya,  Prod Dr Mochtar harus menjalani eksekusi mati dgn dipancung dan kemudian jasadnya digilas oleh stombold atau mesin giling.

Tindakan Prof Dr Mochtar bersedia mengaku melakukan perbuatan vaksinasi tetanus tsb hanya utk melindungi keselamatan stafnya dr kekejaman Jepang waktu itu.  

Cerita ini sangat menyentuhku.  Mklum,  istriku asal Bonjol.  Iparku juga seorang dokter ahli mata asal Bonjol. Dan aku sdh 2 kali pulkam ke kampung istri.  Tapuli belum pernah mendengar cerita ini.  

Yg terkenal selama ini hanya kisah Tuanku Imam Bonjol.  Ternyata,  di tengah pandemik Covid yg melanda dunia kita patut berbangga punya seorang putra terbaik di bidang virus dan bakteriologi. 

 Beliau tidak hanya pahlawan nasional.  Beliau juga pahlawan di bidang sains.

Dan sekarang namanya disematkan sbg nama rumah sakit di Bukit Tinggi,  yaitu  RS Prof Dr Achmad Mochtar .

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...