Teka-teki Dibalik 'Rabu Jokowi', Rocky Gerung: Mungkin Dengar Bisikan Alam Semesta

KONFRONTASI -    Rocky Gerung menanggapi terkait Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang akan disuntik aksin Covid-19 jenis Sinovac pada Rabu, 13 Januari 2021.

Hal tersebut disampaikan sang pengamat politik tersebut dalam akun Youtube Rocky Gerung Official yang diunggah pada 11 Januari 2021.

Dalam bincang-bincang tersebut, Jokowi disebut selalu memilih hari Rabu sebagai kebiasaannya dalam melaksanakan suatu acara penting.

Terlihat saat Jokowi melakukan pelantikan menteri baru yang bertepatan pada Rabu 23 Desember 2020.

Diketahui pula, bahkan lahirnya Jokowi tepat pada hari Rabu, serta menikah dengan sang istri, Iriana pun hari Rabu.

“Pernyataan saudara @ReflyHZ seperti ini hanyalah asumsi sempit, dan sifatnya menuduh serta provokatif. Seolah proses hukum ini rekayasa,” pungkas Ferdinand seperti yang dikutip PikrianRakyat-Tasikmalaya.com yang dikutip Selasa, 12 Januari 2021.

Ferdinand menambahkan, apa yang dilakukan penegak hukum merupakan kewajiban untuk mengadili pelanggar hukum, guna mendapatkan keadilan.

‘Adalah kewajiban hukum penegak hukum untuk menghadapkan setiap orang dan pelanggaran hukum ke pengadilan untuk mendapat keadilan,” tuturnya. Rocky Gerung menyebut, ia sendiri belum mengetahui maksud dari Jokowi yang selalu memilih hari Rabu untuk melaksanakan suatu kebijakan.

“Mungkin mesti melakukan tapabrata untuk mengerti apa artinya Rabu bagi Presiden, sebagai upaya untuk mencari solusi dengan mendengar bisikan alam semesta,” tutur Rocky Gerung.

“Padahal Covid ini seharusnya jadi dengar saja bisikan BPOM gitu kan, kalo kata BPOM belum bisa terus pak Jokowi bilang menurut pendengaran metafisik saya harus hari Rabu,” sambungnya.Di sisi lalu, Rocky Gerung juga menilai jika BPOM akan dipaksa untuk melakukan proses analisis, namun percepatan akan terjadi kekeliruan.

“Jadi BPOM akan paksa mempercepat proses analisis, supaya otorisasi itu hari Rabu, percepatan itu akan terjadi kekeliruan karena dipaksakan itu harus Rabu itu,” tambah Rocky Gerung.

“Ini bahayanya Pemerintah tidak tunduk pada prosedur penelitian ilmiah itu,” tutur Rocky Gerung.(Jft/PR)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...