16 July 2018

Tangkap Orang yang Undang IMF ke Indonesia!

KONFRONTASI-Ekonom senior Rizal Ramli geram dengan langkah pemerintah yang selalu berpangku tangan dengan IMF.

Karena Elite Saling Melindungi Kejahatan
Ia menjelaskan awal mula kasus BLBI tidak terlepas dari bantuan IMF ke Indonesia. Pada Oktober 1996 ekonet fishery group telah meramalkan bahwa Indonesia akan mengalami krisis pada 1997.

Namun sambung Rizal semua analisa yang dibeberkan dibantah oleh menteri keuangan dan gubernur BI dengan mengatakan fudamental ekonomi Indonesia paling baik di Asia Tenggara. 

Mereka juga menyatakan kepada presiden bahwa tidak perlu khawatir analisa yang dipaparkan pihaknya tidak benar.

"Tapi meraka tidak memberikan angka yang sesungguhnya. Bank dunia, analis ekonom dalam negeri luar dan negeri selalu mengatakan 1997 akan oke sebagus 1996 nggak usah khawatir dan macam-macam," ujarnya dalam diskusi "Mega Skandal BLBI Perlukan Dibuka Kembali" di ILC TVone, Selasa (10/7).

Rizal manambahkan setahun setelah itu, pihaknya dan diundang Managing Director IMF Michel Camdessus sebelum Camdessus bertemu presiden di istana.

Menurut Rizal dalam pertemuan tersebut pihaknya satu-satunya ekonom yang hadir dan yang mengatakan IMF tidak perlu ikut membantu krisis ekonomi Indonesia. Namun yang lain setuju undang IMF karena sudah kepepet.

"Kenapa tidak setuju karena, satu pinjaman IMF itu sama sekali tidak menolong ekonomi dan rakyat Indonesia, tetapi dipakai untuk melunasi bank-bank yang memberikan kredit ke Indonesia," ujar Rizal.

Lebih lanjut Rizal menjelaskan, pangalaman di Asia jika IMF ikut mengatasi krisi maka ekonomi akan anjlok lebih jelek daripada seharusnya.

Dalam perhitungan pihaknya tanpa IMF indonesia tetap kena krisi tetapi ekonmi hanya anjlok dari rata-rata enam ke dua persen. Dengan mengundang IMF ekonomi yang tadinya rata-rata enam persen anjlok -13 persen.

Malaysia sambung Rizal tidak mengundang IMF untuk membantu mengatasi krisis, bahkan Perdana Meteri Malaysia Anwar Ibrahim terpaksa harus ditangkap oleh Mahathir Mohamad lantaran berencana mengundang IMF ke Malaysia.

"Mungkin di Indonesia perlu juga ditangkap orang yang undang IMF, Indonesia yang profesor otaknya pinter-pinter tetapi selalu jadi komprador IMF dan malah undang IMF," ujar Rizal.(mr/rmol)

Category: 
Loading...