Sudirman Said dan Rini Soemarno Layak Dicopot dalam Reshuffle Jilid Dua. Keduanya Tak Becus

KONFRONTASI- Menteri ESDM Sudirman Said dan Meneg BUMN Rini Soemarno dalam posisi kritis, bakal dicopot dalam reshuffle jilid dua.Di mata publik dan media,  Sudirman dan Rini  terkesan tidak becus dalam bekerja karena memang bukan keahlian dan bukan kepakaran keduanya di situ. Duduk di situ saja Rini dan Sudirman sudah ganjil rasanya. ''Kinerja Sudirman dan Rini sangat buruk, tak becus,'' kata Reinhard MSc dari Bung Karno Institute dan Direktur Centre for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno mengatakan, kemungkinan ada reshuffle kabinet jilid kedua dan seterusnya dalam beberapa waktu ke depan. Menurut dia, ada beberapa kementerian yang masih perlu dibenahi.

Para analis menilai, Rini dan Sudirman Said pantas dicopot karena tak becus dan membuat kredibilitas Kabinet Jokowi jadi rusak.

"Saya kira reshuffle ini baru gelombang pertama. Karena kita semua tahu ekspektasi publik, masih beberapa figur tidak tepat," imbuh Hendrawan dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (15/8/2015).

Hendrawan mengatakan, Presiden Joko Widodo "mencicil" perombakan kabinet untuk menjaga stabilitas politik. Jika reshuffle dilakukan sekaligus dalam satu waktu, kata dia, kemungkinan akan muncul kegaduhan.

"Jokowi maksudnya begitu melakukan perubahan, tetapi jangan sampai ada kegaduhan politik. Ini kan smooth," kata Hendrawan.

Dia menilai, sejumlah menteri yang diganti oleh Presiden Jokowi sudah tepat untuk kondisi Indonesia saat ini.

"Darmin, misalnya, jam terbangnya lebih tinggi. Menteri-menteri ini punya pengalaman, jam terbang, dan track record yang baik," kata dia.

Pada Rabu (12/8/2015), Jokowi mengganti lima menteri dan sekretaris kabinet dalam Kabinet Kerja. Mereka adalah Luhut Binsar Pandjaitan yang menjabat Menko Polhukam untuk menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno, sedangkan Menko Perekonomian Sofyan Djalil digeser menjadi Menteri PPN/Kepala Bappenas, menggantikan Andrinof Chaniago.

Jabatan Menko Perekonomian diisi oleh mantan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution. Sementara itu, Rizal Ramli menduduki posisi Menko Kemaritiman, menggantikan Indroyono Soesilo.

Menteri Perdagangan yang sebelumnya dijabat Rachmat Gobel "diestafetkan" kepada mantan pejabat BPPN, Thomas Lembong. Adapun politisi PDI Perjuangan Pramono Anung dilantik sebagai Sekretaris Kabinet untuk menggantikan Andi Widjajanto.

Teka teki perombakan atau reshuffle kabinet terjawab sudah. Kemarin, Rabu (12/8) Presiden Joko Widodo secara resmi mengumumkan perombakan susunan kabinet, termasuk di lingkaran menteri-menteri bidang ekonomi. Rachmat Gobel dicopot dari jabatannya sebagai menteri perdagangan.

Sofyan Djalil direposisi dari menteri koordinator bidang ekonomi menjadi menteri PPN/Kepala Bappenas menggantikan Andrinof Chaniago. Indroyono Soesilo juga dilengserkan dari jabatannya sebagai menteri koordinator bidang perekonomian.

Sebenarnya ada dua nama menteri di bidang ekonomi yang selalu didesak untuk dicopot dari jabatannya. Dua nama itu antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. Keduanya dianggap tidak necus dan tak maksimal menjalankan tugasnya.

Direktur Centre for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi yang juga anggota Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Ucok Sky Khadafi sempat menantang keberanian Jokowi mencopot dua menterinya itu. Namun pada kenyataannya, Rini dan Sudirman Said aman dari bongkar pasang kabinet.

Ucok menanggapi hasil reshuffle kabinet yang mengamankan Sudirman Said dan Rini Soemarno. "Ini memperlihatkan Jokowi tidak punya keberanian (mencopot Rini dan Sudirman Said)," ujar Ucok.

Perombakan kabinet pasti mengandung unsur tawar menawar antara Jokowi dengan Jusuf Kalla. Lolosnya nama Sudirman Said dan Rini Soemarno dinilai sebagai bentuk kekalahan Jokowi melakukan deal dengan Jusuf Kalla. Sehingga hanya beberapa menteri bidang ekonomi yang dicopot dari jabatannya.

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...