20 June 2018

Sudah Gila, Harga Sembako Melambung, Rakyat Bingung. Jokowi-JK dan PDIP Khianati Nawacita dan Janjinya Sendiri

KONFRONTASI- Nawacita jadi Dukacita. Presiden Jokowi -Wapres JK makin memiskinkan rakyat dengan naiknya harga BBM, gas, listrik dan sembako. Sudah gila. Dengan menggunakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yaitu kombinasi dari indikator-indikator seperti kesehatan, kekayaan dan pendidikan, peringkat Indonesia di tahun 2014 tidak berubah pada posisi 108 dari 187 dari tahun sebelumnya, bahkan IPM itu memburuk di era Jokowi. Itu secara obyektif, meski indeks itu bisa saja dimanuplasi rezim Jokowi agar tampak lebih hebat, meski jelas IPM itu merosot.

Posisi Indonesia jauh dibawah Singapura yang menempati posisi 9, Brunei posisi 30, Malaysia posisi 62 dan Thailand posisi 89. Sementara hanya jauh lebih baik dari negara-negara anggota ASEAN lainnya seperti Myanmar, Laos, Kamboja, Vietnam dan Filipina. Namun sepertinya Pemerintahan Jokowi-JK dalam kepemimpinannya sangat sulit mewujudkan peningkatan IPM seperti yang diharapkan.

Keputusan perubahan harga BBM tanpa adanya perhitungan yang matang ditengarai menambah penderitaan masyarakat, apalagi kompensasi BBM yang dialihkan dalam bentuk beragam program yang terangkum dalam IMEP (Infrastruktur, Maritim, Energi dan Pangan) dinilai belum jelas wujudnya.

Celakanya dengan adanya kenaikan BBM, tersebar isu bahwa Jokowi dalam lakukan kunjungan keluar negerinya adalah dalam rangka mencari investor dan dana pinjaman luar negeri untuk menutupi defisit anggaran negara.

Namun upaya tersebut selalu gagal dalam mengentaskan permasalahan ekonomi. Imbasnya Jokowi dalam menekan defisit anggaran selalu lakukan kebijakan tidak populis dengan menaikkan harga BBM.

Dalam mengatasi permasalahan bangsa dan memenuhi janji politiknya, Jokowi seolah kehilangan akal. Dikhawatirkan kebijakan yang makin membebani nasib rakyat ini akan memicu gerakan penggulingan Jokowi.  

Di tangan Jokowi, Istana Negara memang tak lagi jadi pusat harapan bagi penyelesaian masalah yang dihadapi bangsa ini. Dalam 100 hari kerja, pusat kekuasaan itu justru telah disulap jadi pabrik yang rajin memproduksi masalah. Begitu banyak masalah yang membelit nasib rakyat dan dikhawatirkan memicu kekacauan.

Kenaikan harga BBM bersubsidi adalah kebijakan kontroversial terbaru. Jelas kebijakan ini dianggap tidak memihak kepentingan rakyat dan membuat rakyat kecewa dan frustasi pada pengingkaran Nawacita dan janji Jokowi.

Tags: 
Category: 
Loading...