SPP Bocor dan Derita PDI-P

Oleh: Margarito Kamis

 

 

Bocornya Surat Perintah Penyelidikan (SPP)KPK dan OTT terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan semakin menambah buruk, buram dan amburadulnya penegakan di negeri ini. Korban pertama adalah PDI-P yang menjadi lawan paling tangguh kelompok-kelompok yang menolak revisi undang-undang KPK.

Tragisnya lagi, SPP yang bocor tersebut sampai ke tangan politisi PDI-P Mashinton Pasaribu. Ini bukalah sesuatu yang biasanya. Sebab biasanya infomasi pertama dari KPK yang seperti ini, mampir dulu ke media mainstream tertentu

Menghadapi situasi ini Pimpinan KPK tidak boleh berdiam diri. Harus tampil dan bicara. Pimpinan KPK harus menerangi penegakan hukum yang sudah kotor dan amburadul ini.

Dewan Pengawas (Dewa) KPK juga harus bicara. Dewas KPK agar bicara dengan kejujuran sebagai panduan utamanya. Dewas KPK harus membuat semuanya menjadi terang demi bangsa yang besar.

Berikut ulasannya di FNN.co.id oleh Dr. Margarito Kamis sebagai berikut :

https://fnn.co.id/7190-2/   (jft/FNN)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...