11 December 2019

Sosok Gus Dur yang Berjiwa Lapang, Humanis dan Selalu Berani Ambil Keputusan Sulit

 CIGANJUR- Puteri keempat Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Inayah Wahid, berbagi cerita seputar mendiang ayahnya. Dia mengenang Gus Dur saat menjadi orang nomor satu di Indonesia selalu mengedepankan kepentingan rakyat maski tidak jarang harus membuat keputusan yang menyudutkan dirinya sendiri.

Sementara ekonom senior Rizal Ramli menilai, Presiden Keempat Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid atau yang sering disapa Gus Dur merupakan sosok pemimpin yang berkepribadian baik, memiliki sense of humor yang luar biasa, dan humanis. Sosok penampilan Gus Dur yang berpenampilan merakyat bukan sekadar citra, keberpihakan kepada rakyat juga ditunjukkan Gus Dur melalui kebijakan yang pro rakyat.

 DR Rizal Ramli yang merupakan Menko Perekonomian era pemerintahan Gus Dur  menghadiri peringatan 5 tahun wafatnya Gus Dur di Jalan Warung Sila, Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (27/12) malam. Kata dia, harus ada kesesuain antara penampilan (Jokowi) dan kebijakan untuk kepentingan rakyat.

"Beliau (Gus Dur) mendengarkan keluhan masyarakat untuk bisa segera ditindaklanjuti. Beliau banyak membuat kebijakan yang membuat posisi Gus Dur seolah merugikan kelompok sendiri dan membuat diri tidak nyaman, tapi toh itu yang beliau lakukan karena sadar ada kepentingan yang sangat jauh lebih penting," ujar Inayah.

Hal ini diungkapkannya dalam sambutan peringatan haul Gus Dur di Komplek Al-Munawaroh, Jalan Warung Silah 10, Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (27/12/2014) malam. Inayah mengatakan keberanian mendiang ayahnya mengambil banyak keputusan dalam mempersatukan umat beragama di negeri ini datang karena ia tunduk pada masyarakat, bukan pada golongan tertentu atau segelintir penguasa.

"Kami merasa keberanian itu muncul karena Gus Dur tawadhu kepada kepentingan umatnya, bukan kepentingan golongan sendiri," sambungnya.

"Kami berharap pemimpin Indonesia, terutama yang baru bisa menjalankan langkah yang sama. Tunduk pada kepentingan rakyat bukan pada kemewahan," tutup perempuan yang mengenakan baju serba putih tersebut.

Presiden Keempat Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid atau yang sering disapa Gus Dur merupakan sosok pemimpin yang berkepribadian baik, memiliki sense of humor yang luar biasa, dan humanis. Sosok penampilan Gus Dur yang berpenampilan merakyat bukan sekadar citra, keberpihakan kepada rakyat juga ditunjukkan Gus Dur melalui kebijakan yang pro rakyat.

Begitu pandangan DR Rizal Ramli yang merupakan Menko Perekonomian era pemerintahan Gus Dur usai menghadiri peringatan 5 tahun wafatnya Gus Dur di Jalan Warung Sila, Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (27/12) malam. Kata dia, harus ada kesesuain antara penampilan dan kebijakan untuk kepentingan rakyat.

"Sosok pemimpin seperti Gus Dur yang memiliki penampilan merakyat dan kebijakan pro rakyat sangat dirindukan rakyat Indonesia," ujar pria yang akrab disapa RR itu.

RR pun lantas meminta Presiden Joko Widodo mencontoh cucu KH Wahid Hasyim tersebut. Menurutnya, sosok Gus Dur selaras dengan penampilan dan kebijakan yang pro rakyat.

"Presiden sekarang jangan hanya penampilan yang pro rakyat, tetapi kebijakannya juga harus pro rakyat," sambung anggota tim Panel Ahli Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Menurut RR, selama ini kebijakan presiden Joko Widodo tidak pro rakyat. Misalnya saja kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi atau premium, namun disatu sisi tidak menaikkan harga BBM non subsidi, pertamax dan pertamax plus. Termasuk menaikan tarif kereta ekonomi dan harga gas elpiji bersubsidi 3 kg.

"Sebentar lagi listrik 1.200 watt juga dinaikkan. Jadi saya mau tanya, ini yang dimaksud perubahan?," lanjut Ketua Aliansi Rakyat untuk Perubahan (ARUP) itu. (k)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...