24 September 2018

Somasi Nasdem ke Rizal Ramli Akibat Self Fulfilling Prophecy?

KONFRONTASI- Para ulama kampung dan aktivis pergerakan maupun komunitas budaya di daerah Banyumas, Kedu dan kawasan selatan Yogyakarta prihatin dengan somasi pengurus Nasdem terhadap tokoh bangsa Dr Rizal Ramli sebab menimbulkan beragam pertanyaan, kekecewaan  dan ketidakmengertian kenapa hal itu terjadi.

Nasdem mengemakan restorasi demokrasi, tapi somasi itu justru bisa menjadi bomerang bagi Nasdem dan kubu Jokowi karena mengesankan pendekatan  kekuasaan dan kepentingan politik sesaat. ‘’Apakah tidak ada cara lain dari pengurus Nasdem yang lebih bijak dan beradab, serta tidak menonjolkan pendekatan power dan kekuatan?’’ujar  para pemuda dan kyai kampong itu bertanya. Mereka tahu bahw Rizal Ramli adalah sosok yang lantang dan kritis,sebagaimana para politisi Nasdem sudah biasa mengenal karakter RR.

‘’Seyogianya  tidak ada itu somasi sebab mencederai demokrasi dan mematahkan kepercayaan warga  pada Nasdem sendiri,’’ kata  M Yudhie Haryono, intelektual pergerakan Islam modern di Banyumas yang basis jaringannya sampai UIN Walisongo Semarang.

 ‘’Saya khawatir malah tegangan Nadem dan kubu RR akibat somasi itu meluas di arus bawah sehingga kontraproduktif untuk demokrasi,’’ kata Ilhan, pegiat literati dan budaya di kawasan Kedu.

Perbedaan adalah rahmat dan kritik dalam politik itu biasa, tidak perlu ditarik ke ranah hukum karena saling control saling imbang itu suatu keniscayaan dalam demokrasi kita.

‘’Tokoh berhadapan dengan tokoh di pusat, elite berhadapan dengan elite di Jakarta, itu jadi tontonan dan panutan contoh di bawah sehingga gaduh dan serba bernuansa konflik. Kita di NU tidak mau mencontoh hal semacam itu, kita biasa tabayun, jembar segarane sehingga  banyak soal dan perbedaan bisa dimusyawarahkan/dituntaskan sambil ngopi dan menikmati sebatang rokok. Selesai dengan gembira sesama anak bangsa,’’ kata Kyai Dawud yang sahaja di pondoknya di pinggiran Bagelen yang sederhana.

Kang Ibnu, seorang ulama kampong dari Bagelen melihat cemas bahwa somasi itu dikhawatirkan jadi preseden negative dimana bila ada politisi dikritik oleh media, intelektual atau teknokrat, lantas dikenakan somasi hanya karena self fulfilling prophecy (ramalan yang memenuhi dirinya sendiri atau ramalan yang menemukan kebenaran oleh dirinya sendiri).

Kita khawatir, Nasdem termakan isu dan  rumor yang menilbulkan  ketakutan akan bayangan suram oleh diri Nasdem sendiri. Somasi ini ,menurut para ulama kampung dan aktivis pergerakan maupun komunitas budaya di daerah Banyumas, Kedu dan kawasan selatan Yogyakarta, malah menambah masalah bagi Nasdem  jelang pemilu/Pilpres 2019, Alangkah ruwet dan rumitnya cara berpikiran politisi Nasdem yang menonjolkan power legal-formal untuk menyudutkan RR ke pinggir tubir jurang agar tak lagi bersuara kritis dan lantang dengan segenap ketidaksempurnaannya .


.
[GG)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  



Berita lainnya

loading...