20 June 2018

Soal Janji Koalisi Tanpa Syarat, Jokowi Terbukti Bohong

KONFRONTASI - Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran Idil Akbar berpendapat, Kabinet Jokowi-JK yang diumumkan pada Minggu 26 Oktober 2014 sore di Istana Kepresidenan, hanya sekedar untuk mengakomodir kepentingan politik tertentu.

"Soal koalisi tanpa syarat saya kira sudah terbantahkan dengan melihat komposisi susunan kabinet yang telah diumumkan ini relatif mengakomodir kepentingan parpol pendukung," ujar Idil Akbar Minggu 26 Oktober 2014 malam.

Oleh karena itu, menurut dia, lebih tepat disebut "koalisi dengan syarat". Dia juga menilai postur kabinet Jokowi-JK tak jauh berbeda dengan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Seperti diketahui, sebagian besar menteri di kabinet Jokowi-JK merupakan kader parpol pendukung atau tim sukses Jokowi-JK, mereka di antaranya:

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, yang merupakan Sekretaris Jenderal PDIP.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Yuddy Chrisnandi, yang merupakan Ketua DPP Partai Hanura.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna H Laoly, yang merupakan politikus PDIP.

Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, yang merupakan politikus PDIP.

Menteri Perindustrian M Saleh Husin, yang merupakan Ketua DPP Partai Hanura.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, yang merupakan Sekretaris Jenderl DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, merupakan Ketua DPP Partai Nasdem.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan, merupakan Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP Partai Nasdem sekaligus Juru bicara Tim Sukses Jokowi-Jusuf Kalla di Pilpres 2014.

Menteri koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, merupakan Ketua DPP PDIP sekaligus putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri.

Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi M Nasir, merupakan politikus PKB.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, merupakan politikus PKB.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar yang merupakan politikus PKB.

Adapun menteri dari kalangan profesional, di antaranya merupakan orang dekat Jokowi-JK.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno, merupakan mantan Ketua Tim Transisi Jokowi-Jusuf Kalla.

Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan, merupakan mantan Deputi Tim Transisi Jokowi-JK, yang juga pernah menjadi Juru bicara Tim Sukses Jokowi-JK di Pilpres 2014.

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa, merupakan mantan Juru bicara Tim Sukses Jokowi-JK di Pilpres 2014.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, merupakan mantan Penasihat Tim Sukses Jokowi-JK di Pilpres 2014.

Menteri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Andrinof Chaniago, merupakan mantan Tim Sukses Jokowi-JK di Pilpres 2014. Andrinof juga ketua umum Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI), survei yang selalu menempatkan Jokowi-JK teratas.[ian/snw]

Category: 
Loading...