26 September 2018

Siapapun Yang Terpilih, Pemimpin Jateng Harus Bisa Urus Masyarakat Bawah dengan Baik

KONFRONTASI -  Berlarut-larutnya persoalan ribuan warga Jateng yang terdampak proyek Waduk Kedungombo menjadi bukti masyarakat paling bawah tidak diurus dengan baik. Sudah puluhan tahun persolan tersebut tidak terselesaikan dan kurang ada perhatian dari pemerintah untuk membantu menyelesaikan masalah ini.

"Jika insya Allah dipercaya masyarakat Jawa Tengah, saya akan bentuk Tim Khusus untuk mencari persoalan yang sudah berlarut-larut selama puluhan tahun ini," kata Calon gubernur Jateng, Sudirman Said saat berdialog dengan warga sekitar Waduk Kedungombo di Desa Gilirejo, Kecamatan Miri, Sragen, Jawa Tengah, Minggu (27/5/2018). 

Tim khusus ini nantinya akan berkoordinasi dengan para pihak yang terkait dalam masalah ini. Pemimpin Jawa Tengah, lanjutnya, harus hadir dan mencari solusi terbaik yang tidak menimbulkan masalah baru. 

Ribuan warga sekitar Kedungombo hingga saat ini belum menerima ganti rugi atas lahan mereka yang terkena proyek waduk. Padahal proyek itu sendiri dibangun sejak 1984. Bukti lain masyarakat bawah tidak diurus dengan baik di Jateng adalah belum meningkatnya kesejahteraan buruh, petani, dan nelayan. "Petani, nelayan, dan buruh dibiarkan berjuang sendiri mempertahankan kehidupannya," ungkapnya

Petani, lanjut Pak Dirman, hingga saat ini sulit memperoleh pupuk. Kartu Tani yang dikeluarkan pemerintah provinsi bukannya mempermudah malah mempersulit petani. 

"Kami keliling ke seluruh Jateng selalu menerima keluhan soal kartu tani. Para bilang kartu tani menyusahkan. Karena itu kami tegaskan sekali lagi kami akan mencabut kartu tani jika dipercaya masyarakat Jateng nanti," tandasnya.

Kalangan nelayan Jateng juga mengalami kesulitan mempertahankan mata pencahariannya. Kebijakan pelarangan alat tangkap cantrang membuat para nelayan sulit melaut.  Sementara kalangan buruh terus menyuarakan perbaikan nasib. Menuntut perbaikan penghasilan agar bisa hidup layak. 

"Pemerintah harus hadir mengurus lapisan paling bawah di masyarakat. Bukankah tujuan bernegara adalah menciptakan kesejahteraan umum, meningkatkan kecerdasan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan perdamain abadi dan keadilan sosial," pungkas Pak Dirman.(KONF/SINDO)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  



Berita lainnya

loading...