11 December 2019

Saran Rizal Ramli kepada Kabinet Pak Jokowi : Semua Penghasilan Ekspor Masuk Sistem Perbankan Dulu, Perkuat Cadangan Devisa dan Kurangi Defisit Current Account

KONFRONTASI-  Teknokrat senior yang juga Mantan Menko Kemaritiman Dr Rizal Ramli (RR) menyarankan kepada Tim ekuin Kabinet Presiden Jokowi agar semua penghasilan ekspor masuk sistem perbankan dulu utk perkuat cadangan devisa dan mengurangi defisit Current Account.

RR sudah usulkan  agar semua penerimaan expor masuk sistem perbankan nasional di rapat kabinet 2 tahun yang lalu. Menkeu Bambang  Brojonegoro dan Deputy Gubernur BI Mirza setuju, Gub BI Agus Martowardoyo tidak setuju, Menko Darmin ragu-ragu. Akhirnya upaya itu gagal.

Padahal, kata Rizal Ramli, tinggal keluarkan Perpu. '' Jika usulan itu jadi dilaksanakan 2 tahun  yang lalu, neraca perdagangan & Current Account Indonesia surplus, sehingga tekanan terhadap rupiah tidak segawat ini,'' ujar RR.

Selain itu, Badan ekonomi Indonesia akan lebih sehat dengan antibodi yg kuat. Kalau kena virus seperi kenaikan tingkat bunga Fed di AS, krisis negara lain , dampaknya terhadap ekonomi Indonesia akan kecil.Indonesia merupakan negeri yang ironi.. Sebab, kekayaan alam yang besar belum bisa dinikmati oleh seluruh rakyatnya.

 

Begitu kata Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid, DR Rizal Ramli saat  talkshow di  TV One, sebuah televisi nasional, Jumat malam (12/10/18).

RR  mengakui bahwa pendapatan Indonesia secara keseluruhan memang besar, karena telah menembus angka 1 triliun dolar AS.

Namun demikian, angka itu terbilang kecil jika melihat kembali penduduk Indonesia yang berjumlah 250 juta lebih.

“Kalau dibagi 250 juta itu berarti 3.800 dolar AS perkapita. Malaysia sudah 3 kali lebih tinggi. Jadi memang ironi di situ. Kenapa sumber alam banyak tapi rakyat miskin,” tutur ekonom senior itu.

Pria yang akrab disapa RR ini tidak sebatas mengkritisi kelemahan tersebut. Dia turut memberikan saran.

Mantan Menko Maritim itu menguraikan bahwa perbaikan sistem ekspor bisa menjadi solusi. Menurutnya, selama ini penghasilan ekspor Indonesia yang masuk sistem perbankan kurang dari 20 persen. Sementara 80 persen lebih berada di luar negeri.

“Yang masuk cuma modal kerja saja. Karena sistem kita, devisa kita bebas,” tegas RR.

RR kemudian mencontohkan langkah yang pernah diambil pemerintah Thailand. Dulu, penghasilan ekspor yang masuk sistem ekonomi Thailand hanya 5 persen. Namun 10 tahun lalu, Thailand membuat peraturan bahwa seluruh pendapatan ekspor, harus masuk dulu ke sistem perbankan nasional.

“Jadi ada waktu mengendap berberapa lama, kecuali ada transaksi yang riil dan sungguh-sungguh, toh itu milik eksportir,” sambungnya.

Atas kebijakan itu, 95 persen hasil ekspor masuk dalam sistem perbankan Thailand. Hasilnya, mata uang bath relatif lebih stabil.

“Kami menyarankan agar seluruh ekspor Indonesia masuk sistem perbankan dulu. Pasti cadangan devisi jadi kuat dan transaksi berjalan jadi positif,” urainya.

“Jadi harus dibuat lebih canggih, fair, dan adil,” tutup capres rakyat itu. [ian]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...