18 October 2018

Rupiah Jokowi Memburuk, Ekonomi Terpuruk..Cadangan Devisa Tergerus US$9 Milyar. Awas, Dolar siap Tembus Rp15.000, Lampu Kuning

KONFRONTASI- Ekonomi  sudah ''lampu kuning''.  Di tangan Presiden Jokowi-  Wapres JK, nilai tukar rupiah terkulai terhadap dollar Amerika Serikat (AS) dan  terus melemah.Dan, keterlambatan BI menaikkan suku bunga acuan harus dibayar mahal dengan susutnya cadangan devisa. Dengan asumsi kurs Rp 14.000 per dollar AS dan penurunan US$ 9,07 miliar, maka cadangan devisa sejak akhir Januari 2018 telah susut sebesar Rp 126,9 triliun. Para analis mengingatkan bahwa ekonomi sudah lampu kuning dan  tanpa intervensi BI  sekitar 9 milyar dolar AS, dolar sudah tembus Rp15.000, dan itu bahaya besar bagi pemerintahan Jokowi dan masyarakat luas,

Bila BI menaikkan suku bunga acuan sejak Februari 2018, bisa jadi efek pada penurunan cadangan devisa lebih kecil. Efek ke ekonomi juga dinilai kecil, terutama berkaitan dengan kemungkinan kenaikan bunga kredit perbankan seiring dengan kenaikan BI7DRRR.

Nilai cadangan devisa Indonesia menyusut dalam empat bulan berturut-turut. Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2018 sebesar US$ 122,9 miliar, turun US$ 2 miliar dari posisi akhir April 2018 yang sebesar US$ 124,9 miliar.

Itu berarti di tahun ini nilai cadangan devisa telah hilang US$ 9,07 miliar bersamaan dengan tekanan kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Cadangan devisa RI mencapai rekor tertinggi pada Januari 2018 sebesar US$ 131,98 miliar. Nilai itu naik tipis dari Desember 2017 yang US$ 130,20 miliar.

Rekor cadangan devisa tergerus sejak nilai tukar rupiah terus tertekan pada Februari 2018. Saat itu kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) melewati Rp 13.500. Tekanan rupiah mencapai puncak pada Mei 2018 saat menembus Rp 14.000 per dollar.

Sebelumnya, berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia (BI), kurs rupiah pada Kamis (3/5/2018) berada di level Rp 13.965 per dollar AS.Jumlah cadangan devisa turun sejak Februari 2018. Sejak itu hingga akhir April 2018, cadangan devisa telah tergerus sebesar US$ 7,08 miliar. Penurunan seiring dengan membesarnya kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Pelemahan nilai tukar itu menjadi level terdalam sejak akhir 2015. Pada 18 Desember 2015, rupiah juga sempat melemah hingga ke level Rp 14.032 per dollar AS. Dengan rupiah yang terus melemah, posisi cadangan devisa Indonesia pada April dan Mei 2018 diperkirakan akan terus tergerus untuk intervensi rupiah

Mengutip Kontan.co.id, Jumat (4/5/2018), Ekonom Bank Permata Josua Pardede memproyeksikan dalam jangka pendek pelemahan rupiah akan menggerus cadangan devisa. Apalagi pelemahan rupiah yang terjadi di bulan April lalu cukup besar.

"Intervensi yang dilakukan Bank Indonesia (BI) selama bulan April cukup besar. Apalagi rupiah juga sempat hampir mendekati Rp 14.000 per dollar AS," kata Josua, Kamis (3/5).

Walau pemerintah telah menerbitkan surat berharga negara (SBN) valuta asing dual currency senilai 1 miliar dollar AS dan 1 miliar euro, namun menurut Josua, hal itu belum bisa mengompensasi penurunan cadangan devisa untuk intervensi rupiah yang dilakukan oleh otoritas moneter.

Oleh karena itu dia memperkirakan, posisi cadangan devisa pada akhir April 2018 akan turun hingga mencapai 123 miliar dollar AS-124 miliar dollar AS. Angka itu lebih rendah 2 miliar dollar AS-3 miliar dollar AS dibanding akhir bulan Maret 2018.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...