Rizal Ramli: Wimboh Ketua OJK dan Sri Mulyani Tak Kredibel, Mengidap Masalah Kredibilitas

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli mengkritik dan mengoreksi kelemahan fatal Ketua OJK Wimboh Santoso yang mengatakan, “Akan monitor moral hazard, supaya tidak terjadi”.

Para analis menilai Wimboh, seperti halnya Menkeu Sri Mulyani,  sangat tidak kredibel (tidak becus) dan hanya jadi beban rakyat Indonesia.

‘’Halloooo, itu gajah moral hazard Jiwasraya & Asabri 33 Trilliun itu aja, dan kasus kakap lainnya, OJK tidak bisa monitor.  You have a credibility problem man,’’ tegas RR, Menko Ekuin era Presiden Gus Dur.

Celakanya, Menkeu Sri Mulyani dan pemerintah Jokowi malah memakai istilah ‘’relaksisasi’’

 ‘’Digunakan istilah “relaksisasi” defisit anggaran, untuk penyamaran istilah ‘peningkatan defisit anggaran’ dari 3% GDP menjadi 5% GDP. Istilah aja mau ‘dikaburkan’, gitu kok mau dipercaya,’’  kata RR.

WHO dan para analis mengingatkan, pemerintahan Jokowi  tampak telat  mengatasi Corona dan tak berdaya mengatasi krisis ekonomi dan pandemi Corona. Sia-sia,  apalagi korupsi dan moral hazard tidak dibabat secara tandas, sehingga kabinet Jokowi  terkesan tidak kredibel.

''Mari kita dorong pemerintah Jokowi basmi korupsi dan moral hazard agar bangsa dan negara selamat, namun jika sebaliknya yang terjadi,  sungguh mengerikan dampaknya,’’ imbuh Muh Nabil MA, peneliti CSRC UIN Jakarta secara terpisah.  

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA