25 June 2019

Rizal Ramli: Trisakti dan Nawa Cita Dibunuh Neoliberalisme Sri Mulyani dkk

KONFRONTASI- Tokoh nasional dan capres rakyat Dr Rizal Ramli sangat prihatin dan sedih bahwa  Nawa Cita, Trisakti Presiden Soekarno  dan ekonomi rakyat dibunuh Neoliberalisme (baca: Neokolonialisme)   Menkeu neolib Sri Mulyani-Menko Darmin Nasution-Meneg BUMN Rini Soemarno. Tim Neolib  telah gagal dan ambruk karena ekonomi memburuk, rupiah terus melemah dan daya beli rakyat terpuruk, dengan beban utang Rp4700 trilyun. Dan besarnya nominal utang Indonesia menjadi keresahan dan  kekhawatiran rakyat banyak yang berpendidikan SLTA dan perguruan tinggi.

‘’Sangat menakutkan, dan memiskinkan rakyat, bahwa Trisakti dan Nawa Cita dibunuh Neoliberalisme Sri Mulyani dkk,  dimana sumber daya ekonomi dan sumber daya alam makin tergerus dan makin langka, dari mana uang untuk membayar utang itu? Pasalnya, utang Sri Mulyani cs atas nama pemerintahan Jokowi-JK ini mencapai US$350 miliar atau hampir Rp 4.700 triliun,’’ kata tokoh nasional Rizal Ramli PD, ekonom senior pengusung Trisakti, Ekonomi Kerakyatan dan pasal 33 UUD45.

RR sangat prihatin dan khawatir, bahwa ekonomi Jokowi  terus memburuk, terancam gagal bayar atau bangkrut akibat ‘’besar pasak dari tiang’’, ditambah proteksionisme  AS era Trump, merosotnya ekspor dan melemahnya ekonomi global. '' Para elite kita pecah, dan bangsa kita terbelah karena elite dan plutokrat  mengejar kuasa dan uang belaka, bukan mengelola ekonomi nasional yang adil, humanis, sejahtera dan penuh gotong royong sejati ,'' katanya sedih dan prihatin.

‘’Sementara jurang kaya-miskin di negeri ini melebar tajam,  korupsi di Indonesia merajalela, dunia usaha dikejar pajak, sektor riil memburuk, daya beli rakyat terpuruk dan sektor industri mengalami de-industrialisasi, pengangguran membludak,  masyarakat terbelah antara Islam dan bukan Islam akibat kasus Ahok, dan Neokolonialisme Sri Mulyani cs makin menggilas rakyat yang sudah marginal. Ini sangat memprihatikan saya,’’ kata RR seraya menambahkan dirinya didorong para ulama dan civil society untuk maju jadi capres rakyat demi menyelamatkan ekonomi-politik  bangsa Indonesia  yang sudah terbelah sampai ke bawah. (ff)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...