17 August 2018

Rizal Ramli, Spirit Ramadhan dan Idul Fitri: Bersih Diri dan Pembaruan

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli (RR) menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohin Maaf lahir dan Batin, minal aidzin wal faidzin kepada seluruh anak bangsa, dalam suasana kebahagiaan rakyat merayakan Lebaran yang terus menyalakan spirit pembaruan.  ''Kembali ke fitrah kita sebagai insan, untuk berubah diri menuju yang lebih baik pasca Ramadhan dan Idul Fitri ini, semangatnya adalah kembali kepada yang fitri, bersih diri dan pembaruan, saling memaafkan,  dalam rahmat dan lindungan Allah SWT,'' kata RR, mantan Menko Ekuin dan Menko Kemaritiman.

Di tahun politik ini, gagasan Rizal Ramli makin relevan dan  diperlukan di era baru ini.Tanpa gagasan & sikap kebangsaan, kepemimpinan hanya jadi boneka beragam kepentingan" "Harus ada calon presiden  seperti RR utk menandingi calon-calon  yang berbasis pencitraan tanpa gagasan kebangsaan". RR bertekad mewujudkan keadilan sosial, maslahat ummat dan rakyat dalam suasana kekeluargaan, asih-asah-asuh.

 

RR menyimak gema takbir ke santero Tanah Air, bahkan seantero dunia, petanda umat Islam sejagat, termasuk Indonesia menyambut Idul Fitri 1439 Hijriyah yang jatuh pada hari Jumat, 15 Juni 2018. Jemaah masjid, musola, surau telah mengumandangkan  kalimat thoybah sejak Kamis magrib ini  (14/6/18)hingga tengah malam.

Di berbagai tempat,  RR menyaksikan bahwa usai Salat Rawatib, imam salat memimpin takbir berjemaah. Kemudian pengurus masjid dan jemaah lainnya melanjutkan takbir, tahmid dan tahlil dengan menggunakan pengeras suara.

Suara takbir terdengar di mana-mana, dari seluruh menara masjid, musola, surau seakan-akan sahut-sahutan dari tempat yang satu ke tempat lain.

Allahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar
Laa Ilaaha Illaalaah Wallahu Akbar
Allahu Akbar Walillaahil Hamd (3 X)

Allahu Akbar Kabiiro Walhamdu Lillahi Katshiiro
Wa Subhaanallahi Bukrataw Wa Ashiila
Laa Ilaaha Illallahu Walaa Na`budu Illa Iyyaahu Mukhlishiina Lahuddiin
Walau Karihal Kaafirun
Laa Ilaaha Illaahu Wahdah, washodaqo wa`dah, wanashora `abdah, wa a`azzajun dahu, wahajamal ahzaaba wahdah
Laa Ilaaha Illallahu Wallahu Akbar
Allahu Akbar Walillahil Hamd

 

 

Artinya: ” Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan bagi-Nya segala puji. Allah Maha Besar dan pujian bagi Allah sebanyak-banyaknya, bertasbih kepada Allah setiap pagi dan petang. Tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya dengan ikhlas menjalankan agama walaupun orang-orang kafir membenci. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata. Benar janji-Nya, dan menolong hamba-Nya, juga lasykar-Nya dan menghancurkan musuh-Nya dengan dirinya semata. Tidak ada Tuhan kecuali Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan bagi Allah semata segala puja dan puji.”

RR menyerukan persaudaraan, perdamaian dan persatuan seluruh anak bangsa yang berjuang menghapuskan segala  korupsi, narkoba dan segala kejahatan kemanusiaan. Idul Fitri adalah momentum kultural dan peradaban bagi  ekspresi saling memaafkan, solideritas dan kebersamaan semua anak bangsa.

RR, mantan Menko Kemaritiman dan Sumber Daya itu, selain studi di ITB juga sempat mondok di Pesantren Pondok Gontor pada tahun 1976 untuk berdiskusi  masalah-masalah strategis, kebangsaan dan kenegaraan dengan para pendiri Pondok Pesantren Gontor, Trimurti..

(FF)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


loading...