28 January 2020

Rizal Ramli soal Langkah Inovativ Mengurangi Utang yang Bebani Rakyat: Kilas Balik

KONFRONTASI- Negarawan dan ekonom senior Rizal Ramli mampu membantu Jokowi mengatasi utang pemerintah, dengan solusi ala sang Rajawali. Utang pemerintah terus membengkak pada tiga tahun pertama pemerintahan Joko Widodo. Jika dihitung per 2014 di mana nilai utang Rp 2.608,80 triliun, utang pemerintah RI pada Mei 2017 melonjak jadi Rp 3.672 triliun.

Berarti dalam tiga tahun ini utang pemerintah membengkak Rp 1000 triliun. Dalih utang untuk pembiayaan anggaran infrastruktur ternyata tidak mudah diterima publik karena pembengkakan utang negara tidak berjalan seiring penguatan daya ekonomi rakyat. Keluhan terkait kelesuan transaksi jual-beli disampaikan kaum pedagang, terutama kalangan pengusaha ritel.

Kebijakan pengetatan anggaran dan pajak yang super-konservatif ala Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dinilai sebagai salah satu faktor pendorong. Sri pun menjadi sorotan media massa nasional. Ramai-ramai media memberi judul keras dalam pemberitaan kinerja Sri Mulyani, kebijakan-kebijakannya dan jumlah utang pemerintah.

Negarawan dan Ekonom senior, Rizal Ramli atau RR, juga angkat pendapat . Di halaman Facebooknya beberapa saat lalu, mantan Menteri Koordinator Perekonomian di awal masa reformasi itu mengkritik pemotongan anggaran yang berlaku tajam untuk sektor sosial, tetapi bukan untuk pembayaran pokok dan bunga utang.

"Satu-satunya pos anggaran yang tidak diubah: pos pembayaran pokok dan bunga utang. Yang lain semuanya bisa dipotong, jelas sekali ke mana kesetiannya," tulis RR.

Ia menegaskan, sebetulnya banyak cara inovatif untuk mengurangi utang. Kemudian RR menyebut kasus utang negara yang pernah ia tangani tanpa harus menumpuk lebih banyak utang atau "gali lubang tutup lubang".  

Misalnya di tahun 2000 silam, ia menyepakati "Debt for Nature Swap" dengan Jerman. Saat itu, ratusan juta dolar AS utang Indonesia dihapus dan ditukar dengan konservasi hutan.

Kemudian, tahun 2001, RR juga mengatur "Debt Swap" dengan Kuwait.

"Utang mahal ditukar dengan utang bunga rendah. Kuwait saking gembiranya berhadiah gratis flyover Pasopati di Bandung," ungkap RR.

http://rmol.co/images/berita/normal/969208_07355428072017_RR_kpk.jpg

RR dan kaum muda dan jurnalis

Pakar Ekonomi Rizal Ramli menyesalkan pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) yang menurutnya sangat tidak pantas

"Ekonomi kita memang lagi sakit, bagaimana tidak, kalau menko perekonomian Darmin dan Menkeu SMI aja ngomongnya sudah ngelantur, hopeless, gak karuan," sesal Menteri Koordinator Bidang Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu kepada redaksi, Jumat (28/7).

Rizal pun berharap seharusnya, sebagai menteri, SMI bisa mengurangi utang pemerintah dengan cara yang lebih kreatif. Rizal juga berharap menteri keuangan di kabinet kerja Jokowi-Jk bisa menyelamatkan anggaran dengan cara inovatif, bukan dari penambahan jumlah utang.

"Can we reduce debt by innovative means? Is there other financing options beyond increasing govt debt? Kreatif dong, Innovatif lah," tegas Rizal.

Pernyataan mantan Menko Ekuin  Presiden Gus Dur dan mantan Menko bidang Maritim dan Sumber Daya itu menanggapi pernyataan SMI yang mencoba menerangkan mengenai perlunya utang. Dia mencontohkan postur (APBN-Perubahan) 2017 yang mana ditargetkan penerimaan perpajakan sebesarRp 1.732,9 triliun dan belanja Negara sebesar Rp2.133,3 triliun yang artinya ada selisih Rp 397,2 triliun. Selisih tersebut tentu yang dibiayai oleh utang.

"Jadi kalau ingin APBN tanpa utang, maka belanja Negara harus saya potong sebanyak Rp397,2 triliun, itu kan berarti balance?," kata SMI dalam diskusi "Utang Untuk Apa dan Siapa" di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Jakarta Pusat, Kamis (27/7).

Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto meminta masyarakat agar tidak menggandrungi produk-produk impor. Karena dengan impor akan menguras devisa dan berpotensi meningkatkan utang negara. "Kalau kita berutang, apalagi utangnya besar, maka kita akan didikte oleh negara pemberi utang. Dikte oleh asing tersebut akan memperlemah sendi-sendi kehidupan bernegara," ujar Hermanto dalam pembukaan kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) di Gapoktan Harapan Bersama, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (4/8/). (berbagai sumber)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...