Rizal Ramli Puji Jokowi Terkait Tak Menaikkan Tarif Listrik Hingga Akhir Tahun

KONFRONTASI -

Sejauh i ni keeputusan  Presiden Jokowi  tetap tidak menaikkan tarif tenaga listrik hingga akhir tahun ini dirasa sudah   benar. Pasalnya, setelah revaluasi asset 2016, asset PLN naik dari Rp 500 triliun jadi Rp 1300 triliun sehingga  kondisi keuangan PLN lebih kokoh," kata ekonom senior  Rizal Ramli, lewat akun Twitternya, Senin (2/10/2017).
 
Revaluasi asset itu sesuai usulan RR ketika menjadi Menko Kemaritiman. "Terbukti  Bang Rizal Ramli lebih paham dengan segala potensi dampak negatif  kebijakan  proyek  listrik 35.000 Megawatt (MW).  itu," ungkap para analis dan  netizen.
 
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan Presiden Joko Widodo tetap memutuskan tidak menaikkan tarif tenaga listrik hingga akhir tahun ini. Meskipun, kebijakan tersebut membuat PLN terancam bangkrut akibat gagal bayar utang guna membiayai proyek 35.000 Megawatt (MW).  
 
Jonan menjelaskan penundaan kenaikan tarif taenga listrik ini atas pertimbangan daya beli masyarakat. Kendati demikian, penundaan ini mengakibatkan PLN kehilangan pendapatan sebesar Rp 5 triliun.
 
Analisis dan solusi mantan menko perekonomian Rizal Ramli  kembali terbukti terkait kondisi PLN yang terlilit utang hingga Rp 299 triliun yang diantaranya diakibatkan proyek listrik 35.000 MW.
 
Sejak awal Rizal mengoreksi  proyek pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW yang dikatakannya hanya akan merugikan PLN. Sekarang terbukti kondisi keuangan PLN mengkhawatirkan dimana salah satunya, seperti disorot Menteri Keuangan Sri Mulyani, adalah beban PLN dalam investasi proyek listrik 35.000 MW.(Jft/Terbit)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA