20 June 2018

Rizal Ramli, Menko Maritim dan Sumber Daya, Tumbuhkan Dinamika dan Semangat Baru

KONFRONTASI- Pelantikan Rizal Ramli sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman di Istana Negara kemarin. Ini seolah memberi suntikan semangat baru dalam Kabinet Kerja Jilid II. Sosok Rizal Ramli, dianggap pantas oleh presiden Jokowi mengemban tugas maha berat ini. Dalam pengakuannya, Rizal Ramli mengatakan bahwa pak presiden memintanya untuk melakukan perubahan dan terobosan ke arah yang lebih baik lagi ke depan.

Apalagi, kementerian yang akan ia pimpin adalah salah satu ujung tombak program Nawacita pemerintahan Jokowi-JK. Tugasnya memperbaiki tata kelola kemaritiman yang selama ini masih minim perhatian dan sepi belaian. Pekerjaan rumah yang akan dipikulnya ini cukup besar dan berat. Seabrek masalah dan karut marut harus dibereskan segera. Saya pikir, Rizal Ramli menyukai tantangan ini maka ia mau menerima jabatan menko kemaritiman.

Dibawah bendera Kementerian Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli akan menakhodai beberapa kementerian yang terkait dibidangnya seperti, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Kementerian Pariwisata.

Saya coba berkunjung ke blog pribadinya, Ayah dengan anak tiga ini (Ir. Dhitta Puti Saraswati M.A-lulusan ITB, Dipo Satria MBA-lulusan AS, Daisy Orlana Ramli B.Arch- lulusan New York) kelahiran Padang, 10 Desember 1954 silam. Dr. Rizal Ramli menjuluki dirinya, Sang Penerobos atau Mr. Breakthrough. Pria lulusan doktor dari Boston University selalu memiliki gagasan yang brilian, solutif dan implementatif di lapangan.

Ia juga tangguh dalam problem solving, dan berani mengambil keputusan genting di saat yang sulit. Tak hanya itu, ia dikenal sebagai tukang kritik pedas kebijakan masa pemerintah Orde Baru. Intinya, Rizal Ramli ini adalah sosok yang penuh semangat membara dan berapi-api.

Jangan salah, Mr Breakthrough ini pernah menjadi Menteri Perekonomian era Gusdur. Ia melakukan sejumlah terobosan baru dalam reformasi institusional, restrukturisasi sektoral dan percepatan pemulihan ekonomi. Contoh, ia melakukan penghapusan cross-ownership dan cross-management di PT Telkom dan PT Indosat. Kebijakannya ini mendorong kompetisi yang sehat antar dua instansi operator telekomunikasi terbesar ini menjadi full service operator. Hasilnya, tentu saja mendatangkan keuntungan bagi negara.

Selain itu, Ia juga pernah menjabat Kabulog, selama 15 bulan. Ia membuat terobosan kebijakan yang mereformasi institusi bulog menjadi institusi dengan nilai tambah ekonomi yang kian terdongkrak naik. Ia menghapus rekening off-budget dan on-budget yang menaikan angka surpul pada Bulog. Bulog pun menjadi institusi yang transparan dan accountable.

Sektor Riil

Saya suka orang yang garang seperti Mr. Breakthrough ini. Belum sempat menjejakkan kaki di kantor barunya, dia sudah mengkritik nama kementeriannya sendiri. Ia mengatakan nama yang cocok untuk kementeriannya itu adalah Kementerian Maritim dan Sumber daya. Ia beralasan bahwa ini terkait dengan beberapa kementerian yang ia nakhodai.

Mencermati gelagat Rizal Ramli, lebih memfokuskan diri pada kebijakan yang implementatif di lapangan. Sasaran tembaknya yang ingin dikejar adalah di sektor riil. Ia beranggapan bahwa sektor riil ini bisa menciptakan lapangan pekerjaan, nilai tambah ekonomi dan devisa negara. Ia juga memasang target di sektor Pariwista dengan mengejar 15 juta turis yang akan berkunjung ke indonesia dalam lima tahun ke depan. Di sektor Enegri dan Sumber Daya, ia juga kecewa berat dengan minimnya manfaat kekayaan sumber daya alam negeri ini bagi kesejahteraan rakyat.

Selamat bekerja Pak Rizal! (Syafriansyah Viola/KCM)

Category: 
Loading...