15 December 2019

Rizal Ramli: Menkeu Telat Mikir? Ekonomi sudah Lampu Kuning Setengah Merah

KONFRONTASI- Begawan ekonomi Rizal Ramli (RR) sudah menyatakan 6 bulan yang lalu bahwa  “Ekonomi Indonesia Lampu Kuning”., malah dibantah-bantah, pakai data selektif.  Itu semua terlambat berpikir (telat mikir)  sehingga ekonomi nasional  mengalami vulnerabilitas, goyah, rentan dan rawan.

''Ini kok telmi ya  Sekarang mah sudah setengah merah: “Quarto Deficits ” : Budget, Balance of Trade, Current Accounts & Balance of Payments. Increased Vulnerability,'' ungkap RR dalam twiternya kemarin..

RR  dan keluarga di pemakaman sang IStri, Ir Hera MSc

‘’Menkeu Sri Mulyani bukan terbaik,, tetapi “terbaik-baik” untuk melayani Kreditor. Dia berani beri bunga 2% lebih tinggi dari negara yang ratingnya lebih rendah dari RI. Akibatnya rakyat kita  harus bayar bunga tambahan Rp 121 Trilyun, luar biasa, serem dan ini  kriminal kerah putih. Tetapi hadiahnya Sri Mulyani  di-puji puji kreditor asing,’’ujar RR.

Celakanya, media cetak dan media massa mainstream  di Indonesia malah  mengekor semua pada pujian Kredtor (Asing)  dengan memuji Sri Mulyani paling diterima pasar

Terpisah,Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyatakan defisit transaksi berjalan jika sudah mencapai 3%, artinya sudah lampu kuning, alias perlu berhati-hati.

"Memang kalau dia sudah 3% atau lebih, itu selalu sudah harus mulai menganggap itu lampu kuning," kata Darmin ditemui seusai Salat Idul Adha di Masjid Al-Hakim, Graha Sucofindo, Jakarta Selatan, Rabu (22/8/2018).

Darmin pun menyadari defisit transaksi berjalan trennya terus melebar. Namun, dia menyampaikan sudah ada langkah-langkah yang disiapkan pemerintah untuk menekan defisit agar tidak kian melebar.

"Sebetulnya transaksi berjalan kita dari dulu dari zaman orde baru itu pasti defisit. Tapi defisitnya dulu nggak besar. Kita juga tadinya nggak besar sampai tahun lalu. Tahu tahu awal tahun ini dia membesar," paparnya. (KOF/DTK)

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...